Home
>
News
>
Publication
>
Data Suram PMI China Buat Minyak Terkoreksi Bearish
Data Suram PMI China Buat Minyak Terkoreksi Bearish
Monday, 30 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.11570

-0.06%

GBPUSD

1.33660

-0.04%

AUDUSD

0.69100

0.06%

NZDUSD

0.63330

0.41%

USDJPY

142.230

-0.09%

USDCHF

0.84070

-0.08%

USDCAD

1.35140

0.08%

GOLDUD

2,657.550

-0.25%

COFU

68.63

-0.15%

USD/IDR

15,100

0.23%

Fokus Crude Oil:

  • Aktivitas sektor jasa dan manufaktur China bulan September melambat, ungkap laporan terbaru PMI Caixin.
  • Pasca serangan udara di pelabuhan Hodeidah di Yaman, Israel lancarkan serangan ke distrik Kola di ibu kota Lebanon.

***********************************************************

Senin, 30 September 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish pasca rilisnya data suram ekonomi terbaru China. Meski demikian, meluasnya konflik Timur Tengah, isyarat peningkatan serangan Rusia ke Ukraina, dan rencana pemogokan oleh pekerja pelabuhan di AS berpotensi mendorong harga minyak kembali menguat.

Survei terbaru sektor swasta yang dirilis oleh PMI Caixin pada hari Senin menunjukkan ekspansi aktivitas jasa China merosot tajam pada bulan September menjadi 50,3 dari 51,6 pada bulan Agustus. Selain itu sektor manufaktur juga mengalami kontraksi menjadi 49,3 dari 50,4 pada bulan Agustus. Melambatnya pertumbuhan di kedua sektor tersebut semakin menambah kekhawatiran akan prospek ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu, terlebih setelah pertemuan kabinet, media pemerintah pada hari Minggu mengatakan China akan fokus pada penyelesaian masalah-masalah ekonomi yang masih ada dan berupaya menyelesaikan tujuan-tujuan pembangunan ekonomi dan sosial tahunan.

Sementara itu, kekhawatiran akan meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah kian menguat dipicu oleh intensitas serangan terbaru yang dilancarkan Israel terhadap kelompok Houthi dan Hizbullah. Kementerian kesehatan Houthi melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 29 lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di pelabuhan Hodeidah di Yaman pada hari Minggu. Di Lebanon, Israel melancarkan serangan pertama di dalam batas kota yang menargetkan distrik Kola di Beirut pada hari Senin. Israel berjanji akan terus melancarkan serangan dan mengatakan ingin mengamankan kembali wilayah utara bagi penduduk yang terpaksa mengungsi dari serangan roket Hizbullah.

Sentimen positif lainnya datang dari Rusia yang meluncurkan serangan drone beruntun yang menargetkan Kyiv pada Senin pagi, kata militer Ukraina. Angkatan udara Ukraina melalui Telegram telah mengeluarkan beberapa peringatan serangan udara sejak sekitar pukul 1 dini hari pada Senin untuk Kyiv, wilayah sekitarnya, dan seluruh bagian timur Ukraina. Selain itu, angkatan udara juga mendeteksi peluncuran beberapa bom dari wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia sekitar pukul 04:40 pagi.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, serikat pekerja Asosiasi Pekerja Pelabuhan Internasional pada hari Minggu mengumumkan rencana pemogokan kerja di Pantai Timur AS dan Teluk Meksiko yang akan dimulai pada hari Selasa. Aksi yang dipicu oleh tuntutan upah yang tidak sesuai itu berpotensi menyebabkan penundaan dan mengganggu rantai pasokan di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:50

USA - Fed Bowman Speech

 

 

 

20:45

USA - Chicago PMI

 

46.5

46.1

21:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

-4.5

-9.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788