| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09210 | 0.05% |
GBPUSD | 1.28050 | 0.04% |
AUDUSD | 0.65050 | -0.15% |
NZDUSD | 0.59530 | -0.12% |
USDJPY | 146.500 | -0.85% |
USDCHF | 0.85880 | -0.44% |
USDCAD | 1.38710 | -0.02% |
GOLDUD | 2,442.150 | -0.33% |
COFU | 74.21 | -0.59% |
USD/IDR | 16,170 | -0.09% |
Senin, 05 Agustus 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari kekhawatiran akan terjadinya resesi di AS pasca rilisnya data ekonomi terbaru yang suram. Selain itu, peningkatan output OPEC yang melebihi kuota yang disepakati juga membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Pertumbuhan lapangan kerja AS yang melambat tajam memicu kekhawatiran akan mendorong kondisi perekonomian melemah dan mengarah pada potensi terjadinya resesi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu. Dalam laporan yang dirilis hari Jumat lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa angka pengangguran bulan Juli meningkat sebesar 4,3% mendekati level tertinggi tiga tahun, dan sekaligus menandai peningkatan bulanan keempat berturut-turut.
Turut membebani pergerakan harga, produksi minyak OPEC bulan Juli dilaporkan mencapai 26,70 juta bph atau naik sebesar 100 ribu bph dari bulan Juni, di mana peningkatan output terbesar anggota OPEC datang dari Arab Saudi, ungkap survei yang dirilis oleh Reuters pada hari Jumat. Dilihat dari target yang ditetapkan, output OPEC bulan juli melebihi sekitar 240 ribu bph, tambah Reuters.
Sementara itu, perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada hari Minggu merilis Harga Jual Resmi (OSP) minyak mentah Arab Light untuk pengiriman bulan September ke tujuan Asia yang dinaikkan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, dan memangkas harga untuk pengiriman ke tujuan lain. OSP ke Asia naik sebesar 20 sen menjadi $2 per barel, level tertinggi dalam dua bulan, namun lebih rendah dari estimasi pelaku yang memperkirakan Aramco akan menaikkan setidaknya 50 sen per barel. OSP Aramco biasanya dijadikan referensi bagi produsen minyak lainnya di Timur Tengah.
Sentimen positif lain datang dari meningkatnya intensitas pertempuran di Gaza pasca perundingan gencatan senjata di Kairo pada hari Sabtu berakhir tanpa ada kemajuan. Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menghantam dua sekolah dan menewaskan setidaknya 30 orang pada hari Minggu. Eskalasi di wilayah Timur Tengah tersebut juga diisyaratkan oleh tindakan AS yang berencana mengerahkan jet tempur tambahan dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah sebagai tindakan defensif menyusul ancaman serangan balasan dari dan sekutunya Hamas dan Hizbullah, kata seorang pejabat Gedung Putih pada hari Minggu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Composite PMI Final |
| 55 | 54.8 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 56 | 55.3 |
21:00 | USA - ISM Services PMI |
| 51 | 48.8 |