Home
>
News
>
Publication
>
Data Suram Ekonomi AS Buat Harga Minyak Ikut Meredup
Data Suram Ekonomi AS Buat Harga Minyak Ikut Meredup
Monday, 05 August 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09210

0.05%

GBPUSD

1.28050

0.04%

AUDUSD

0.65050

-0.15%

NZDUSD

0.59530

-0.12%

USDJPY

146.500

-0.85%

USDCHF

0.85880

-0.44%

USDCAD

1.38710

-0.02%

GOLDUD

2,442.150

-0.33%

COFU

74.21

-0.59%

USD/IDR

16,170

-0.09%

Fokus Crude Oil:

  • Angka pengangguran AS bulan Juli dekati level tertinggi tiga tahun, ungkap Departemen Tenaga Kerja AS.
  • Aramco naikkan OSP minyak untuk pengiriman bulan September ke Asia, pertama kalinya dalam tiga bulan.

***********************************************************

Senin, 05 Agustus 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari kekhawatiran akan terjadinya resesi di AS pasca rilisnya data ekonomi terbaru yang suram. Selain itu, peningkatan output OPEC yang melebihi kuota yang disepakati juga membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pertumbuhan lapangan kerja AS yang melambat tajam memicu kekhawatiran akan mendorong kondisi perekonomian melemah dan mengarah pada potensi terjadinya resesi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu. Dalam laporan yang dirilis hari Jumat lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa angka pengangguran bulan Juli meningkat sebesar 4,3% mendekati level tertinggi tiga tahun, dan sekaligus menandai peningkatan bulanan keempat berturut-turut.

Turut membebani pergerakan harga, produksi minyak OPEC bulan Juli dilaporkan mencapai 26,70 juta bph atau naik sebesar 100 ribu bph dari bulan Juni, di mana peningkatan output terbesar anggota OPEC datang dari Arab Saudi, ungkap survei yang dirilis oleh Reuters pada hari Jumat. Dilihat dari target yang ditetapkan, output OPEC bulan juli melebihi sekitar 240 ribu bph, tambah Reuters.

Sementara itu, perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada hari Minggu merilis Harga Jual Resmi (OSP) minyak mentah Arab Light untuk pengiriman bulan September ke tujuan Asia yang dinaikkan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, dan memangkas harga untuk pengiriman ke tujuan lain. OSP ke Asia naik sebesar 20 sen menjadi $2 per barel, level tertinggi dalam dua bulan, namun lebih rendah dari estimasi pelaku yang memperkirakan Aramco akan menaikkan setidaknya 50 sen per barel. OSP Aramco biasanya dijadikan referensi bagi produsen minyak lainnya di Timur Tengah.

Sentimen positif lain datang dari meningkatnya intensitas pertempuran di Gaza pasca perundingan gencatan senjata di Kairo pada hari Sabtu berakhir tanpa ada kemajuan. Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menghantam dua sekolah dan menewaskan setidaknya 30 orang pada hari Minggu. Eskalasi di wilayah Timur Tengah tersebut juga diisyaratkan oleh tindakan AS yang berencana mengerahkan jet tempur tambahan dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah sebagai tindakan defensif menyusul ancaman serangan balasan dari dan sekutunya Hamas dan Hizbullah, kata seorang pejabat Gedung Putih pada hari Minggu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Composite PMI Final

 

55

54.8

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

56

55.3

21:00

USA - ISM Services PMI

 

51

48.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788