| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0945 | 0.05% |
GBPUSD | 1.2679 | 0.12% |
AUDUSD | 0.6710 | -0.12% |
NZDUSD | 0.6232 | -0.13% |
USDJPY | 144.62 | 0.08% |
USDCHF | 0.8500 | -0.13% |
USDCAD | 1.3347 | -0.04% |
GOLDUD | 2043.49 | 0.15% |
COFU | 72.19 | -0.17 |
USD/IDR | 15490 | 0.16% |
Jumat, 5 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau menurun dibebani adanya lonjakan kasus COVID di Amerika. Selain itu juga EIA merilis data persediaan minyak yang mempengaruhi harga pasar minyak.
Rumah sakit di setidaknya empat negara bagian AS kembali memberlakukan kewajiban penggunaan masker sebagai respons terhadap lonjakan kasus COVID, flu musiman, dan penyakit pernapasan lainnya. Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan lonjakan lebih dari 16% dalam jumlah pasien rawat inap akibat COVID di seluruh AS pada 17-23 Desember, bersamaan dengan lebih dari 14.700 kasus rawat inap flu dalam periode yang sama. Dampak meningkatnya kasus COVID tidak hanya mempengaruhi sektor kesehatan, tetapi juga pada tantangan ekonomi yang dialami pernah dialami.
Turut membebani harga minyak, badan Amerika Serikat EIA merilis persediaan minyak suling dan bensin. Menurut EIA, stok bensin diperkirakan meningkat sebesar 10,9 juta barel, sementara persediaan minyak sulingan juga mengalami lonjakan sebesar 10,09 juta barel. Hal ini jauh melampaui perkiraan sebelumnya, yang mencatatkan peningkatan stok sebesar 600,000 barel dan 741,000 barel masing-masing. Peningkatan ini diyakini menjadi faktor penekan terhadap harga minyak.
Sentimen positif terjadi pada, persediaan minyak mentah sebanyak 5,5 juta barel dalam satu minggu, menurut data dari dari EIA. Penurunan stok tersebut sebagian besar disebabkan oleh gangguan pengiriman di Laut Merah, yang menghambat distribusi minyak. Situasi ini dapat memicu kekhawatiran ketersediaan minyak yang mendorong naiknya harga minyak. Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih memanas dan dapat mempengaruhi pasar minyak. Dilansir dari reuters serangan mengejutkan ISIS terhadap Iran yang menewaskan hampir 100 orang, hal ini dapat berdampak langsung pada stabilitas pasar minyak, menciptakan tantangan konflik geopolitik yang akan terus berlangsung.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USD - Average Hourly Earnings m/m | - | 0.3% | 0.4% | |||||
20:30 | USD - Non-Farm Employment Change | - | 168K | 199K | |||||
20:30 | USD - Unemployment Rate | - | 3.8% | 3.7% | |||||
22:00 | USD - ISM Services PMI | - | 52.5 | 52.7 | |||||