Pembukaan | % Perubahan | |
|---|---|---|
EURUSD | 1.20040 | -0.06% |
GBPUSD | 1.39010 | -0.05% |
AUDUSD | 0.77450 | -0.44% |
NZDUSD | 0.72140 | -0.40% |
USDJPY | 109.190 | 0.14% |
USDCHF | 0.91290 | 0.14% |
USDCAD | 1.22700 | 0.13% |
GOLDUD | 1786.710 | 0.16% |
COFR | 939888 | 0.77% |
USD/IDR | 14400 | -0.22% |
Kamis, 06 Mei 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau berada di zona hijau dan bergerak di kisaran harga IDR 935,000 - 947,000 per barel, didukung oleh data positif di AS dan Eropa yang menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi. Namun, peningkatan infeksi di negara importir minyak mentah terutama India membatasi pergerakan harga minyak.
Data yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 7.99 juta barel untuk pekan yang berakhir 30 April. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan mengalami penurunan sebesar 2.35 juta barel. Sementara untuk produksi minyak mentah mingguan di AS tidak mengalami perubahan dari posisi pekan sebelumnya di level 10.9 juta barel.
Turut mendukung harga minyak, di Eropa dilaporkan bahwa aktivitas bisnis pada bulan lalu menunjukkan pemulihan, dilihat dari data indeks ekspektasi bisnis zona Euro bulan April yang naik menjadi 68.4 dari 67,4 atau tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Sementara itu, kementerian kesehatan India pada hari Rabu melaporkan infeksi baru naik sebanyak 382,315 kasus yang sekaligus menandai hari ke-14 berturut-turut untuk kasus infeksi baru harian lebih dari 300,000 kasus. Para ahli memperingatkan potensi jumlah kasus akan terus meningkat hingga akhir Mei dan dapat mencapai 500,000 infeksi baru setiap hari. Selain itu ditemukan tanda-tanda penyebaran ke negara tetangga India seperti Nepal yang mencatat peningkatan 137% kasus menjadi 31,088 pekan lalu, dan juga Sri Lanka yang dilaporkan meningkat, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 960,000 - 980,000 per barel serta kisaran Support di IDR 930,000 - 910,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
|---|---|---|---|---|
| USA - Continuing Jobless Claims | | | |
| USA - Initial Jobless Claims | | | |
| USA - ISM New York Index | | | |