| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08640 | 0.04% |
GBPUSD | 1.29090 | 0.04% |
AUDUSD | 0.67570 | 0.07% |
NZDUSD | 0.61050 | 0.08% |
USDJPY | 158.800 | -0.05% |
USDCHF | 0.89640 | -0.04% |
USDCAD | 1.36320 | -0.01% |
GOLDUD | 2,416.090 | 0.05% |
COFU | 82.86 | 0.30% |
USD/IDR | 16,120 | 0.19% |
Jumat, 12 Juli 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak bergerak bullish didukung oleh meningkatnya estimasi pemangkasan suku bunga AS pada bulan September, potensi meningkatnya permintaan oleh India, dan negosiasi gencatan senjata Gaza yang berakhir tanpa kesepakatan. Meski demikian, proyeksi lesunya permintaan dari IEA membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Harga konsumen AS turun untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada bulan Juni di tengah harga bensin yang lebih murah dan harga sewa yang moderat, dan meningkatkan harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada bulan September. Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis melaporkan CPI turun 0,1% di bulan Juni, dibandingkan ekspektasi kenaikan 0,1% dan angka negatif pertama sejak Desember 2022.
Turut mendukung pergerakan harga, perusahaan kilang milik negara India sedang membahas mengenai kesepakatan impor minyak jangka panjang dengan Rusia, kata sumber pemerintah pada hari Kamis. Pabrik kilang swasta India mungkin akan bergabung dalam negosiasi dengan perusahaan sejenis yang dikelola negara nanti, tambah sumber itu. Rusia adalah pemasok minyak terbesar ke India, importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia.
Sentimen positif lainnya datang dari Israel menghujani kota Gaza dengan bom selama seminggu yang oleh penduduk digambarkan sebagai pertempuran paling sengit dalam perang tersebut, sementara seorang pejabat Palestina pada hari Kamis mengatakan putaran baru perundingan damai berakhir tanpa kesepakatan.
Sementara itu, pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan hanya akan meningkat sebesar 710.000 bph pada Kuartal II tahun ini, laju pertumbuhan paling lambat sejak Kuartal IV tahun 2022, ungkap International Energy Agency (IEA) dalam Laporan Pasar Minyak bulan Juli yang dirilis hari Kamis. Selain itu, konsumsi minyak di China yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan permintaan minyak, mengalami kontraksi pada bulan April dan Mei. IEA memangkas turun permintaan minyak China tahun ini sebesar 0,2 juta bph menjadi 17 juta bph, lebih besar 0,5 juta bph dibanding tahun 2023, namun jauh lebih rendah dari peningkatan sebesar 1,5 juta bph pada tahun lalu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.1% | -0.2% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Prel |
| 68.5 | 68.2 |
21:00 | USA - Michigan Inflation Expectations Prel |
| 3% | 3% |