| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05750 | -0.48% |
GBPUSD | 1.27420 | -0.47% |
AUDUSD | 0.65060 | -0.20% |
NZDUSD | 0.59150 | -0.41% |
USDJPY | 149.730 | 0.60% |
USDCHF | 0.88070 | 0.39% |
USDCAD | 1.40060 | 0.19% |
GOLDUD | 2,653.320 | -0.50% |
COFU | 68.00 | 0.69% |
USD/IDR | 15,850 | 0.22% |
Senin, 02 Desember 2024 - Mengawali pembukaan pekan pertama bulan Desember ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari rilisnya data ekonomi terbaru China. Selain itu, situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dipicu pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, dan eskalasi konflik di Suriah turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Aktivitas pabrik di China naik menjadi 51,5 pada bulan November dari 50,3 di bulan sebelumnya, dan sekaligus menandai level tertinggi sejak Juni, ungkap survei sektor swasta Caixin pada hari Senin. Laju positif tersebut didukung oleh pertumbuhan pesanan baru yang menunjukkan pertumbuhan pada tingkat tercepat sejak Februari 2023, khususnya pesanan ekspor baru yang naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan dan menandai yang tertinggi dalam tujuh bulan.
Turut mendukung harga, pasukan Israel kembali meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon, yang menargetkan dua lokasi yaitu desa Majdal Zoun dan wilayah Al Bisariya, yang terletak di dekat kota Sidon di Lebanon selatan, kata Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Sabtu. Aksi yang dilakukan oleh Israel tersebut semakin memperkuat pelanggaran gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya, dan memicu ketegangan kembali meningkat di Lebanon.
Masih dari Timur Tengah, Rusia mengerahkan pasukan jet untuk mendukung tentara Suriah dalam penyerbuan hari kedua di Idlib, kota terbesar di dekat perbatasan Turki, kutip kantor berita Rusia pada hari Minggu. Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang merupakan sekutu dekat Rusia, sebelumnya menegaskan komitmen untuk memberantas kelompok jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang telah menyerang kota Aleppo dan puluhan kota di barat laut negara itu.
Sementara itu, pemerintah Rusia mencabut larangan sementara atas sebagian besar ekspor bensin yang dipasok oleh produsen hingga 31 Januari 2025, ungkap sebuah pernyataan resmi pada hari Sabtu. Produsen bensin yang dapat kembali mengekspor antara lain kilang Omsk milik Gazprom Neft, kilang minyak NORSI milik Lukoil di Nizhny Novgorod, dan kilang Ryazan milik Rosneft. Meski demikian, eksportir bensin lain, seperti pedagang independen dan re-seller, masih diperpanjang pembatasan untuk ekspor hingga akhir Januari tahun depan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 48.8 | 48.5 |
22:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 47.5 | 46.5 |