Home
>
News
>
Publication
>
Data Lesu Stok AS Buat Minyak Ikut Terkoreksi Bearish
Data Lesu Stok AS Buat Minyak Ikut Terkoreksi Bearish
Wednesday, 18 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.11130

-0.03%

GBPUSD

1.31600

-0.06%

AUDUSD

0.67540

-0.06%

NZDUSD

0.61850

-0.21%

USDJPY

142.410

0.06%

USDCHF

0.84710

0.08%

USDCAD

1.35940

0.04%

GOLDUD

2,571.280

-0.08%

COFU

69.98

-0.27%

USD/IDR

15,300

0.20%

Fokus Crude Oil:

  • Hizbullah tegaskan akan berikan balasan terhadap Israel atas insiden ledakan pager yang terjadi hari Selasa.
  • Departemen Energi AS berencana membeli hingga 6 juta barel minyak untuk mengisi kembali SPR.

***********************************************************

Rabu, 18 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi melemah dibebani oleh sentimen dari rilisnya laporan terbaru stok minyak versi API, dan desakan agar kesepakatan gencatan senjata Gaza dapat segera tercapai. Meski demikian, sinyal meningkatnya konflik Israel - Hizbullah, dan isyarat pembelian minyak oleh AS untuk mengisi kembali SPR berpotensi mendorong harga minyak kembali bullish.

Dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,96 juta barel dan 2,34 juta barel untuk pekan yang berakhir 13 September. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa mengatakan harapan untuk dapat memajukan upaya dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza serta memperkuat hubungan bilateral dengan Kairo dalam kunjungan resmi ke Mesir pada hari Rabu. Selain itu, calon presiden dari Partai Demokrat AS Kamala Harris pada hari Selasa menyerukan untuk diakhirinya perang Israel-Gaza dan menekankan bahwa Israel tidak boleh menduduki kembali wilayah tersebut.

Masih dari Timur Tengah, konflik antara Israel dengan kelompok Hizbullah asal Lebanon berpotensi meningkat lebih lanjut. Pasca ledakan di Lebanon pada hari Selasa, akibat bahan peledak yang diselipkan ke pager yang diimpor Lebanon dari Taiwan, pihak Hizbullah menegaskan akan melakukan tindakan balasan terhadap Israel, yang dituduh sebagai dalang dari insiden yang menewaskan sembilan orang dan melukai hampir 3.000 lainnya, termasuk para pejuang dan utusan Iran untuk Beirut, kata Menteri Informasi Lebanon Ziad Makary pada hari Selasa.

Sentimen positif lainnya datang dari isyarat pemerintahan Biden yang akan membeli hingga 6 juta barel minyak dari perusahaan energi untuk pengisian kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR), yang rencananya akan dikirimkan dalam beberapa bulan pertama tahun 2025, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Selasa. Jika pembelian tersebut benar terealisasi, maka akan menyamai pembelian terbesar yang dilakukan oleh Departemen Energi AS sejauh ini dalam mengisi kembali SPR setelah penjualan bersejarah pada tahun 2022.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Building Permits

 

1.410M

1.406M

19:30

USA - Housing Starts

 

1.310M

1.238M

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.100M

0.833M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

0.610M

2.311M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788