| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05090 | 0.05% |
GBPUSD | 1.26720 | 0.02% |
AUDUSD | 0.64840 | -0.62% |
NZDUSD | 0.58810 | -0.36% |
USDJPY | 149.590 | -0.06% |
USDCHF | 0.88590 | -0.21% |
USDCAD | 1.40650 | -0.04% |
GOLDUD | 2,643.450 | 0.05% |
COFU | 70.02 | -0.07% |
USD/IDR | 15,930 | 0.22% |
Rabu, 04 Desember 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi menuju ke atas level $70 per barel. Data terbaru ekonomi China yang lesu dan rilisnya laporan stok API membebani pergerakan harga minyak. Meski demikian, isyarat penundaan output OPEC+ dan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Aktivitas sektor jasa di China berekspansi pada laju yang lebih lambat, turun menjadi 51,5 pada bulan November dari 52,0 pada bulan Oktober, ungkap survei PMI Caixin yang dirilis hari Rabu. Perlambatan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu dipicu oleh tekanan pada pertumbuhan bisnis baru, termasuk dalam ekspor, yang menurut survei sektor swasta tersebut, karena ancaman tarif AS yang lebih tinggi, lebih dari 60%, di bawah pemerintahan Trump yang kedua.
Turut membebani harga, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 1,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 29 November. Untuk stok bensin juga melonjak naik 4,6 juta barel. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS, meskipun pada pekan tersebut berlangsung libur perayaan hari Thanksgiving, dimana permintaan bahan bakar biasanya melonjak naik karena peningkatan aktivitas perjalanan untuk berkumpul selama liburan. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Sementara itu, kelompok aliansi OPEC dan sekutunya tengah membahas kesepakatan untuk menunda selama tiga bulan terkait rencana peningkatan produksi, yang akan dimulai pada bulan Januari dengan kenaikan awal sebesar 180.000 bph, kata para delegasi pada hari Selasa. Selain itu, sumber delegasi juga menambahkan bahwa rencana penundaan selama tiga bulan tersebut merupakan usulan utama yang akan dibahas dalam pertemuan daring tanggal 4 Desember, dan sejauh ini belum ada yang menentang.
Dukungan lainnya datang dari potensi eskalasi konflik yang lebih intens dan meluas di Timur Tengah. Israel pada hari Selasa mengancam akan kembali berperang dengan Hizbullah jika kelompok itu gagal melakukan gencatan senjata, dan menekankan bahwa kali ini serangannya akan lebih meluas, bahkan menargetkan negara Lebanon itu sendiri, kata Menteri Pertahanan Israel Katz. Di negara tetangganya Suriah, kelompok militan telah maju mendekati kota besar Hama pada hari Selasa. Media resmi pemerintah Suriah melaporkan bahwa bala bantuan dari sekutu Rusia dan Iran telah tiba di daerah tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 57 | 55 |
22:00 | USA - ISM Services PMI |
| 55.5 | 56 |
22:00 | USA - Factory Orders |
| 0.2% | -0.5% |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.06M | -1.844M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 0.73M | 3.314M |