Home
>
News
>
Publication
>
Data Ekonomi AS Buat Pergerakan Harga Minyak Tertekan
Data Ekonomi AS Buat Pergerakan Harga Minyak Tertekan
Thursday, 15 June 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08280

0.05%

GBPUSD

1.26640

0.05%

AUDUSD

0.67930

0.09%

NZDUSD

0.62050

-0.63%

USDJPY

140.070

0.61%

USDCHF

0.90090

0.24%

USDCAD

1.33200

0.21%

GOLDUD

1,943.090

-0.46%

COFU

68.92

-0.78%

USD/IDR

14,910

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Fed isyaratkan dua kenaikan kecil untuk suku bunga AS pada akhir 2023.
  • IEA optimis akan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini, namun peringatkan potensi perlambatan mulai tahun depan.

***************************************************************

Kamis, 15 Juni 2023 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak tertekan yang dipengaruhi oleh sentimen negatif pasca rilisnya data stok EIA serta isyarat lebih banyak kenaikan suku bunga AS. Meski demikian, proyeksi positif IEA dan kebijakan stimulus ekonomi China memberikan dukungan pada harga minyak.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS dalam sepekan melonjak drastis sebesar 7.92 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan terjadinya penurunan sebesar 510 ribu barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 2.11 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan terjadi kenaikan sebesar 316 ribu barel. Laporan EIA untuk pekan yang berakhir 9 Juni tersebut mengindikasikan situasi permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

Masih dari AS, The Fed pada hari Rabu mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 5.00%-5.25%, namun mengisyaratkan kemungkinan lebih banyak kenaikan di tahun ini dalam upaya meredam inflasi, di antaranya potensi 2 kenaikan kecil pada akhir 2023. Isyarat lebih banyak kenaikan suku bunga tersebut memicu kekhawatiran akan potensi terjadinya resesi yang tentunya memberikan tekanan negatif pada permintaan minyak.

Sementara itu, dalam laporan pasar minyak jangka menengah 2023 yang dirilis hari Rabu, Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol meningkatkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini sebesar 200 ribu bph menjadi 2.4 juta bph, yang membuat total proyeksi permintaan minyak tahun 2023 versi IEA menjadi 102.3 juta bph. meski demikian, IEA juga memperingatkan potensi perlambatan pertumbuhan minyak yang dimulai pada tahun depan dan berlanjut hingga lima tahun ke depan. Gangguan ekonomi akan mengurangi pertumbuhan menjadi 860 ribu bph pada tahun depan dan peningkatan penggunaan kendaraan listrik akan menambah pengurangan menjadi 400 ribu bph pada tahun 2028.

Sentimen positif lainnya datang dari keputusan Bank Sentral China pada hari Kamis yang memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah untuk pertama kalinya dalam 10 bulan, dalam upaya meningkatkan langkah-langkah stimulus untuk menopang pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

-0.1%

0.4%

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1765K

1757K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

249K

261K

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.1%

0.5%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.1%

1.0%

21:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.2%

-0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Baca juga artikel lainnya : 

Syariah

Sharia


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788