| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08410 | -0.06% |
GBPUSD | 1.27080 | -0.06% |
AUDUSD | 0.65830 | 0.09% |
NZDUSD | 0.61090 | 0.02% |
USDJPY | 147.610 | 0.01% |
USDCHF | 0.86680 | 0.02% |
USDCAD | 1.34730 | -0.03% |
GOLDUD | 2,019.690 | 0.15% |
COFU | 77.15 | -0.43% |
USD/IDR | 15,825 | 0.03% |
Jumat, 26 Januari 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi turun pasca China turut serta mendesak Iran terkait situasi Laut Merah, dan diskon kargo untuk bulan Februari dari perusahaan kilang di Asia akibat melonjaknya biaya logistik di Asia. Meski demikian, data ekonomi terbaru AS serta situasi di Laut Merah mendukung pergerakan harga minyak.
Serangan Houthi pada hari Rabu yang membuat dua kapal komersil milik Maersk serta beberapa kapal Angkatan Laut AS yang mengawalnya kembali berbalik arah meninggalkan Laut Merah berhasil membuat China mengambil sikap serupa dengan yang dilakukan AS dan sekutunya. Para pejabat China telah meminta rekan-rekan mereka di Iran untuk membantu mengendalikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, atau mengambil risiko merusak hubungan bisnis dengan China, kata empat sumber Iran dan seorang diplomat yang mengetahui masalah tersebut pada hari Kamis. China sendiri merupakan mitra dagang terbesar Iran, yang pada tahun lalu membeli lebih dari 90% produksi minyak mentah Iran, menurut data pelacakan kapal tanker dari perusahaan analisis perdagangan Kpler. Oleh karena itu, desakan yang dilakukan China ini diyakini akan dipertimbangkan serius oleh Iran.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, perusahaan kilang di Asia menjual kargo bahan bakar gas dan bahan bakar jet pada bulan Februari dengan diskon $1,40 - $1,80 per barel, yang merupakan level terendah dalam dua dan empat bulan berturut-turut, karena biaya pengangkutan melonjak, ungkap sumber perdagangan pada hari Kamis. Pembeli tidak bersedia membayar harga yang baru karena biaya pengangkutan di Asia telah meningkat secara signifikan, kata salah satu sumber kilang. Selain itu, dua sumber makelar kapal mengatakan pasokan kapal tanker semakin ketat menyusul serangan di Laut Merah yang memaksa kapal-kapal mengambil rute yang lebih panjang melalui Tanjung Harapan dibandingkan terusan Suez.
Sementara itu, perekonomian AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan pada kuartal keempat di tengah kuatnya belanja konsumen, dan mengabaikan prediksi buruk mengenai resesi setelah The Fed secara agresif menaikkan suku bunga, dengan pertumbuhan setahun penuh sebesar 2,5%. Laporan awal produk domestik bruto kuartal keempat Departemen Perdagangan pada hari Kamis juga menunjukkan tekanan inflasi semakin mereda. Berita tersebut memicu harapan akan turut mendongkrak permintaan energi termasuk minyak mentah.
Sentimen positif lainnya datang dari semakin ketatnya ketersediaan kapal bunker dan meningkatnya premi bunker yang dipicu oleh perubahan rute kapal karena menghindari rute via Laut Merah. Mengutip dari sumber makelar kapal di Singapura, pusat bunker utama dunia, saat ini waktu tunggu untuk mendapatkan slot paling awal untuk pemesanan kapal yang menggunakan minyak bahan bakar rendah sulfur (VLSFO) meningkat dua kali lipat menjadi sekitar dua minggu, dibandingkan dengan rata-rata biasanya satu minggu. Selain itu, premi bunker VLSFO cenderung lebih tinggi hingga lebih dari $30 per metrik ton dibandingkan harga kargo untuk tanggal pengiriman yang cepat, naik dari $25 menjadi $30 pada pertengahan Januari dan sekitar $20 pada awal Januari. Semakin dini pengirimannya, semakin tinggi preminya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $79 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Core PCE Price Index YoY |
| 3.0% | 3.2% |
20:30 | USA - PCE Price Index YoY |
| 2.6% | 2.6% |
20:30 | USA - Personal Income MoM |
| 0.3% | 0.4% |
20:30 | USA - Personal Spending MoM |
| 0.4% | 0.2% |
22:00 | USA - Pending Home Sales MoM |
| 1.5% | 0.0% |