Home
>
News
>
Publication
>
Berbagai Sentimen Positif Dukung Harga Emas Tetap Mentereng
Berbagai Sentimen Positif Dukung Harga Emas Tetap Mentereng
Tuesday, 21 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0725

-0.05%

GBPUSD

1.2533

-0.05%

AUDUSD

0.6562

-0.28%

NZDUSD

0.5958

-0.23%

USDJPY

153.64

0.13%

USDCHF

0.9101

0.10%

USDCAD

1.3672

0.13%

GOLDUD

2302.82

-0.36%

USD/IDR

16060

-0.03%

Fokus Emas :

  1. Proyeksi Suku Bunga The Fed
  2. Ketegangan Geopolitik

Selasa, 21 Mei 2024 – Harga emas beralih ke level $2419, emas masih berada pada posisi yang tinggi, didukung oleh tingginya perkiraan penurunan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, serta kuatnya permintaan yang berasal dari bank sentral dan pembeli di Asia.

Harga emas akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomsi serta inflasi di Amerika Serikat. Baru-baru ini Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang ditetapkan untuk berperan dalam lintasan harga aset mengindikasikan tingkat inflasi AS belum mereda, begitu pula dengan rilis data PPI yang mengindikasikan bahwa harga produsen naik lebih dari yang diharapkan. Karena data-data tersebut, pasar memperkirakan bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga untuk membangun kembali perekonomian yang melemah. Turunnya suku bunga dapat menjadi sentiment positif bagi emas karena mengurangi opportunity cost memegang emas yang merupakan asset tanpa imbal balik.

Perihal data-data tersebut, ketua The Fed, Jerome Powell berusaha meyakinkan investor bahwa data PPI lebih beragam dibandingkan data terkini, dan bahwa langkah The Fed selanjutnya kemungkinan besar bukanlah kenaikan suku bunga. Ia juga mengatakan kepada hadirin bahwa ia memperkirakan kemajuan lebih lanjut dalam disinflasi tahun ini.

Walaupun terdapat progress penurunan inflasi pada bulan April, namun hasil tersebut belum mendekati target The Fed sebesar 2%, sampai saat ini para pejabat The Fed pun masih mengeluarkan nada hawkish, Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve (Fed) Michael Barr menyarankan suku bunga harus tetap pada level saat ini lebih lama untuk mendapatkan inflasi kembali untuk menargetkan secara berkelanjutan. Disisi lain, menurut beberapa ekonom seperti Kathy Bostjancic, hasil tersebut menjaga harapan akan pemangkasan suku bunga pada bulan September, seperti yang di prediksi oleh pasar.

Harga emas naik ke level tertinggi baru sepanjang masa juga akibat resiko geopolitik di Timur Tengah, utamanya setelah berita bahwa Presiden Iran, Ebrahim Raisi, serta tokoh politik terkenal lainnya dari Iran, tewas dalam kecelakaan helicopter, meningkatkan ketidakpastian di kawasan yang sudah memanas akibat konflik Israel-Hammas. Permintaan emas dari negara-negara BRICS dan bank sentral negara berkembang telah meningkat secara substansial menyusul ancaman sanksi dari barat.

Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2450, namun apabila menemui katalis negatif maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2368.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00

US - FOMC Member Mester Speaks

-

-

-

3:00

US - Treasury Sec Yellen Speaks

-

-

-

20:00

US - FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

20:00

US - FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

20:05

US - FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

20:10

US - FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

22:45

US - FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788