Home
>
News
>
Publication
>
AUD/USD Menguat ke Level Tertinggi Sejak 2023 Didorong Inflasi Australia dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA
AUD/USD Menguat ke Level Tertinggi Sejak 2023 Didorong Inflasi Australia dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA
Wednesday, 28 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1995

0.42%

GBPUSD

1.3801

0.33%

AUDUSD

0.6986

0.52%

NZDUSD

0.6013

0.50%

USDJPY

153.02

-0.58%

USDCHF

0.7660

-0.77%

USDCAD

1.3612

-0.16%

GOLDUD

5181.64

0.84%

USD/IDR

16,796

0.00%

Fokus AUD/USD:

  1. Ekspektasi pengetatan RBA
  2. Narasi “Sell America” mendominasi suasana pasar

Rabu, 28 Januari 2026 – Dolar Australia dibuka di 0.6986 dan menguat 0.52%. AUD/USD mencatat penguatan signifikan dan bertahan di level tertinggi sejak awal 2023, didorong oleh lonjakan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter di Australia setelah data inflasi kuartal IV keluar di atas perkiraan pasar. Kenaikan trimmed mean CPI sebesar 0,9% secara kuartalan dan 3,4% secara tahunan, yang merupakan level tertinggi dalam lima kuartal, menegaskan bahwa tekanan inflasi masih bersifat persisten dan berada di atas target Reserve Bank of Australia (RBA) di kisaran 2%–3%. Lonjakan inflasi bulanan Desember sebesar 1,0%, dipicu oleh berakhirnya subsidi pemerintah untuk listrik serta meningkatnya permintaan musiman pada sektor perjalanan dan akomodasi, memperkuat pandangan bahwa permintaan domestik masih melampaui kapasitas pasokan. Kondisi tersebut mendorong perubahan cepat ekspektasi pasar, tercermin dari meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga RBA pada pertemuan Februari serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor pendek ke level tertinggi sejak akhir 2023.

Dari sisi kebijakan moneter, meningkatnya keyakinan bahwa siklus pelonggaran RBA telah berakhir menjadi penopang utama penguatan dolar Australia. Serangkaian data ekonomi yang solid, termasuk lonjakan penciptaan lapangan kerja, penurunan tingkat pengangguran, serta penguatan indikator aktivitas seperti PMI manufaktur dan jasa, mengindikasikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Australia masih relatif kuat. Meskipun otoritas moneter menegaskan tidak akan bereaksi hanya pada satu rilis data, pasar menilai risiko inflasi yang bertahan tinggi membuat ruang pengetatan kebijakan tetap terbuka sebagai langkah penyesuaian untuk menjaga stabilitas harga. Dalam konteks ini, dolar Australia memperoleh dukungan struktural dari meningkatnya diferensial imbal hasil terhadap Amerika Serikat, terlebih ketika harga komoditas logam dan bahan baku utama ekspor Australia turut menunjukkan tren penguatan.

Sementara itu, pelemahan Dolar AS akibat dominasi narasi “Sell America” semakin memperkuat reli AUD/USD. Ketidakpastian politik dan institusional di Amerika Serikat, mulai dari risiko penutupan pemerintahan hingga kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, terus menekan kepercayaan investor terhadap aset berbasis dolar. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dengan kecenderungan yang lebih akomodatif ke depan memperlebar kontras kebijakan dengan RBA yang dinilai masih berpotensi bersikap ketat. Kondisi ini mendorong aliran dana global beralih ke mata uang dengan fundamental domestik lebih solid dan imbal hasil lebih menarik, termasuk dolar Australia. Selama tekanan struktural terhadap USD belum mereda dan inflasi Australia tetap berada di atas target, AUD/USD berpeluang bertahan di level tinggi dan tetap sensitif terhadap setiap sinyal kebijakan lanjutan dari RBA.

Minat beli masih mendominasi, dengan support terdekat di 0.6950 dan resistance di 0.7025.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1995 dan menguat 0.42%. Pasangan EUR/USD bergerak menguat signifikan dan bertahan di area tertinggi multi-tahun seiring tekanan berkelanjutan pada Dolar AS. Pelemahan USD terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan AS, mulai dari eskalasi tarif yang tidak konsisten, risiko penutupan pemerintahan federal, hingga kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve. Komentar Presiden Trump yang secara terbuka menyatakan ketidakpedulian terhadap pelemahan dolar menjadi katalis penting yang “melegitimasi” aksi jual USD di pasar global. Di sisi lain, sentimen risiko global cenderung membaik, mendorong aliran dana keluar dari aset berbasis dolar menuju mata uang utama lainnya, termasuk euro. Dari sisi Eropa, stabilitas kebijakan moneter ECB menjadi faktor penopang tambahan bagi euro. Pernyataan pejabat ECB yang menegaskan tidak adanya urgensi untuk mengubah suku bunga dalam waktu dekat memberi kepastian bagi pasar bahwa diferensial kebijakan tidak akan bergerak agresif melawan euro. Dalam kondisi di mana pasar semakin memandang kebijakan AS sebagai sumber risiko global, euro kembali diposisikan sebagai alternatif cadangan yang relatif stabil. Selama tekanan politik dan fiskal di AS belum mereda, EUR/USD berpotensi tetap berada dalam tren menguat dengan dukungan sentimen fundamental yang solid. Penguatan masih terjaga seiring sentimen positif, dengan support terdekat di 1.1955 dan resistance di 1.2045.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3801 dan naik 0.33%. GBP/USD mencatat penguatan berkelanjutan dan menyentuh level tertinggi beberapa tahun terakhir, didorong oleh kombinasi pelemahan Dolar AS dan fundamental domestik Inggris yang relatif lebih kuat. Data ekonomi Inggris yang masih solid, khususnya pada sektor konsumsi dan aktivitas bisnis, mengurangi urgensi Bank of England untuk segera melanjutkan siklus pelonggaran kebijakan. Hal ini menciptakan persepsi bahwa Inggris berada pada jalur kebijakan yang lebih berhati-hati dibandingkan AS, yang justru tengah berada di bawah tekanan politik untuk memangkas suku bunga lebih agresif. Di sisi global, sterling juga diuntungkan oleh meningkatnya narasi “Sell America”, di mana investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset AS akibat ketidakpastian fiskal, perdagangan, dan tata kelola kebijakan. Ancaman tarif baru dari Washington serta potensi penutupan pemerintahan memperburuk persepsi risiko dolar. Dalam konteks ini, GBP menjadi penerima aliran dana sebagai mata uang G10 dengan stabilitas kebijakan relatif lebih terjaga. Selama ketidakpastian di AS berlanjut dan BoE tetap mempertahankan sikap berhati-hati, GBP/USD berpotensi mempertahankan bias menguat. Pergerakan cenderung positif terbatas, dengan support di 1.3755 dan resistance terdekat di 1.3855.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6013 dan naik 0.50%. NZD/USD tetap berada dalam tren penguatan meskipun sempat mengalami koreksi ringan setelah reli yang cukup tajam. Penguatan Kiwi didukung oleh kombinasi sentimen global yang lebih positif dan divergensi kebijakan moneter yang semakin jelas antara Reserve Bank of New Zealand dan Federal Reserve. Inflasi Selandia Baru yang kembali meningkat di atas target telah memperkuat ekspektasi bahwa RBNZ masih memiliki ruang untuk bersikap lebih ketat dibandingkan bank sentral utama lainnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor di tengah lingkungan global yang cenderung dovish. Selain faktor domestik, pelemahan struktural Dolar AS turut menjadi pendorong utama NZD/USD. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter AS, ditambah isu independensi The Fed, membuat dolar kehilangan daya tarik sebagai mata uang lindung nilai. Dalam kondisi di mana pasar mencari eksposur ke mata uang berimbal hasil relatif lebih tinggi dan sensitif terhadap pertumbuhan global, Kiwi tetap berada dalam posisi yang diuntungkan. Selama tidak terjadi pembalikan tajam pada sentimen risiko global, NZD/USD cenderung dipertahankan dalam tren positif. Penguatan masih berlanjut, dengan support di 0.5980 dan resistance terdekat di 0.6055.

USDJPY – Yen Jepang menguat signifikan terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 153.02 dan turun -0.58%. USD/JPY mengalami tekanan signifikan seiring menguatnya yen Jepang, terutama dipicu oleh spekulasi intervensi valuta asing yang melibatkan otoritas Jepang dan AS. Permintaan terhadap yen meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa otoritas AS dan Jepang melakukan komunikasi intensif terkait pergerakan nilai tukar, yang ditafsirkan pasar sebagai sinyal kesiapan untuk menahan pelemahan yen lebih lanjut. Dalam konteks ini, posisi long dolar terhadap yen menjadi semakin tidak menarik karena risiko kebijakan yang meningkat. Selain faktor intervensi, pelemahan USD secara luas juga mempercepat penurunan USD/JPY. Meskipun Jepang masih menghadapi tantangan fiskal dan politik domestik, fokus pasar saat ini lebih tertuju pada risiko kebijakan AS dan potensi penurunan suku bunga The Fed di bawah tekanan politik. Divergensi narasi kebijakan—di mana BoJ secara perlahan menuju normalisasi sementara Fed semakin defensif—membuat USD/JPY rentan terhadap tekanan lanjutan. Selama ketidakpastian global dan spekulasi intervensi tetap tinggi, yen cenderung mempertahankan kekuatannya. Tekanan jual masih terlihat, dengan support terdekat di 152.50 dan resistance di 153.80.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7660 dan melemah -0.77%. USD/CHF mengalami penurunan tajam seiring menguatnya Swiss Franc sebagai aset safe haven utama. Ketidakpastian kebijakan AS, eskalasi perang dagang, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan moneter AS mendorong investor global mencari perlindungan pada mata uang yang dianggap stabil dan netral secara politik. Dalam konteks ini, CHF kembali menegaskan perannya sebagai lindung nilai terhadap risiko tata kelola dan ketidakstabilan global. Namun, penguatan CHF yang agresif juga menempatkan Swiss National Bank dalam posisi yang sulit. Franc yang terlalu kuat berisiko menekan inflasi dan daya saing ekspor Swiss, sehingga meningkatkan kemungkinan respons kebijakan ke depan. Meski demikian, selama tekanan terhadap USD bersumber dari faktor struktural dan politik, USD/CHF cenderung tetap bergerak lemah. Pasar saat ini lebih fokus pada risiko global dibandingkan potensi intervensi SNB, menjadikan CHF tetap atraktif dalam lingkungan ketidakpastian tinggi. Pelemahan cukup tajam, dengan support di 0.7615 dan resistance terdekat di 0.7705.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3612 dan turun -0.16%. USD/CAD melemah di tengah kombinasi pelemahan Dolar AS dan dukungan fundamental terhadap dolar Kanada. Harga minyak yang relatif tinggi memberikan sokongan alami bagi CAD sebagai mata uang berbasis komoditas, sementara tekanan terhadap USD berasal dari meningkatnya ketidakpastian politik dan fiskal di AS. Risiko penutupan pemerintahan serta ketegangan terkait independensi Federal Reserve membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berbasis dolar. Di sisi Kanada, meskipun terdapat risiko headline terkait ancaman tarif dari AS, pasar cenderung menilai retorika tersebut sebagai alat negosiasi jangka pendek. Pernyataan pemerintah Kanada yang menegaskan tidak adanya rencana perjanjian dagang penuh dengan China turut meredakan kekhawatiran pasar. Dengan Bank of Canada yang cenderung stabil dan lingkungan eksternal yang mendukung CAD, USD/CAD berpotensi tetap berada di bawah tekanan selama sentimen negatif terhadap USD masih mendominasi pasar global. Pergerakan cenderung melemah terbatas, dengan support terdekat di 1.3575 dan resistance di 1.3665.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

4:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

4:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

6:50am

JPY

Monetary Policy Meeting Minutes

-

-

-

7:30am

AUD

CPI m/m

1.0%

0.7%

0.0%

7:30am

AUD

CPI y/y

3.8%

3.5%

3.4%

7:30am

AUD

Trimmed Mean CPI m/m

0.2%

0.3%

0.3%

2:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

-

-25.5

-26.9

4:00pm

CHF

UBS Economic Expectations

-

-

6.2

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.83|1.3

9:00pm

CNY

CB Leading Index m/m

-

-

-0.3%

9:45pm

CAD

BOC Monetary Policy Report

-

-

-

9:45pm

CAD

BOC Rate Statement

-

-

-

9:45pm

CAD

Overnight Rate

-

2.3%

2.3%

10:30pm

CAD

BOC Press Conference

-

-

-

10:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.2M

3.6M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788