Home
>
News
>
Publication
>
AUD/USD Menguat Didukung Ekspektasi Kebijakan RBA yang Lebih Hawkish
AUD/USD Menguat Didukung Ekspektasi Kebijakan RBA yang Lebih Hawkish
Tuesday, 09 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1642

-0.09%

GBPUSD

1.3328

-0.14%

AUDUSD

0.6623

-0.08%

NZDUSD

0.5777

-0.17%

USDJPY

155.76

0.17%

USDCHF

0.8059

0.12%

USDCAD

1.3846

0.07%

GOLDUD

4191.48

-0.06%

USD/IDR

16,683

0.00%

Fokus AUD/USD

  1. RBA pertahankan suku bunga
  2. Menjelang Keputusan The Fed

Selasa, 09 Desember 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6623 dan melemah -0.08%. AUD/USD mencatat penguatan stabil karena pasar semakin yakin bahwa Reserve Bank of Australia akan mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat dibandingkan banyak bank sentral lain. Inflasi Australia yang kembali naik ke 3.2 persen pada kuartal ketiga menegaskan bahwa tekanan harga masih persisten dan memberi ruang bagi RBA untuk menahan suku bunga lebih lama. Pergeseran persepsi ini sangat penting karena dua pekan terakhir menunjukkan repricing besar bahwa RBA kemungkinan sudah selesai dengan fase pelonggaran. Pelaku pasar mulai mempertimbangkan bahwa kebijakan selanjutnya bukan lagi pemangkasan, tetapi potensi pengetatan baru jika inflasi tetap menempel di atas target. Konteks inilah yang menjaga permintaan terhadap Aussie dan mengangkat AUD/USD ke area penguatan.

Faktor fundamental eksternal juga memperkuat pergerakan AUD, terutama dari Cina sebagai mitra dagang terbesar Australia. Surplus perdagangan yang melebar dan lonjakan ekspor November memberi sinyal bahwa permintaan global untuk komoditas Australia masih kuat. Kondisi ini memberi dukungan tambahan bagi AUD, terutama ketika risiko perlambatan ekonomi Cina sempat menjadi kekhawatiran besar bagi pasar. Dengan membaiknya angka perdagangan, sentimen terhadap prospek pertumbuhan Australia ikut menguat. Dalam kombinasi dengan ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan nada hawkish, pasar melihat alasan lebih kuat untuk menambah eksposur terhadap AUD.

Selain itu, tekanan pada Dolar AS menjelang keputusan Federal Reserve menjadi katalis tambahan yang mendorong AUD/USD lebih tinggi. Pasar memperkirakan pemangkasan 25 bps oleh The Fed dengan probabilitas mendekati 90 persen, sehingga memberikan tekanan natural pada USD. Data tenaga kerja AS yang melemah dan inflasi PCE Inti yang melandai semakin menguatkan pandangan bahwa siklus pengetatan The Fed telah berakhir. Divergensi kebijakan ini RBA berpotensi lebih hawkish sementara The Fed memasuki era pelonggaran menjadi pendorong struktural yang membuat jalur AUD/USD cenderung ke atas. Dengan kombinasi fundamental domestik yang solid dan sentimen eksternal yang mendukung, pasangan ini tetap memiliki bias penguatan dalam jangka pendek.

Support terdekat berada di 0.6600, sedangkan resistance berada di 0.6650.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1642 dan melemah -0.09%. EUR/USD tertekan di awal pekan seiring penguatan Dolar AS menjelang keputusan Federal Reserve. Pelaku pasar menahan posisi besar karena pasar sudah mem-price-in pemangkasan suku bunga 25 bps oleh The Fed, namun nada “hawkish cut” Powell berpotensi menahan pelemahan USD lebih lanjut. Kenaikan US Treasury yields serta ekspektasi bahwa suku bunga netral AS bisa lebih tinggi menambah tekanan pada Euro. Meski data sentimen konsumen AS menunjukkan pelemahan kondisi finansial rumah tangga, pasar tetap cenderung membeli USD untuk berjaga menjelang FOMC. Di sisi Eropa, komentar hawkish dari anggota ECB seperti Schnabel memang memberikan lantai bagi Euro, terutama dengan data industri Jerman yang membaik. Namun dukungan tersebut belum cukup untuk menahan depresiasi karena divergensi sentimen jangka pendek masih lebih berpihak pada USD. Euro kemungkinan tetap bergerak defensif sampai keputusan suku bunga The Fed rilis serta proyeksi ekonomi ditampilkan. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance berada di 1.1670.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3328 dan turun -0.14%. GBP/USD melemah stabil di sekitar area 1.33 karena investor cenderung menghindari risiko sebelum keputusan Federal Reserve. Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS sudah mencapai lebih dari 85%, namun pasar memandang Powell bisa menegaskan bahwa laju pemotongan berikutnya akan bergantung penuh pada data. Nada berhati-hati dari The Fed ini cukup untuk menjaga USD tetap kuat dan menghambat kenaikan Pound di sesi awal pekan. Di sisi Inggris, kalender data minggu ini relatif tenang meski fokus besar mengarah pada data GDP akhir pekan dan potensi penurunan suku bunga Bank of England pada pertemuan berikutnya. Pelemahan pasar tenaga kerja Inggris semakin memperkuat pandangan dovish BoE, sehingga Pound cenderung kurang bertenaga. Dengan kombinasi risiko The Fed dan prospek pelonggaran BoE, Cable cenderung tetap berada dalam bias bearish jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3300, dengan resistance di 1.3360.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5777 dan melemah -0.17%. NZD/USD kembali melemah meskipun sempat naik singkat akibat surplus perdagangan China yang sangat kuat. Penguatan USD menjelang FOMC menjadi faktor dominan, karena pasar semakin yakin Powell akan memberi sinyal hawkish meski melakukan pemangkasan suku bunga. Kombinasi risk-off ringan serta kehati-hatian investor membuat Kiwi kehilangan momentum di area 0.5790 dan bergerak turun. Sentimen terhadap NZD juga terbatas oleh ketidakpastian China meski data ekspor menguat, serta karena pasar menunggu kepastian arah suku bunga The Fed. Meskipun RBNZ sudah mengakhiri siklus pemangkasan dan menegaskan fokus kuat pada inflasi, daya dorong ini tidak cukup menahan pelemahan Kiwi selama USD masih diburu. Dengan faktor eksternal mendominasi, arah NZD/USD diperkirakan tetap tergantung pada nada Powell di hari Rabu. Support terdekat berada di 0.5755, dengan resistance di 0.5805.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 155.76 dan menguat terhadap dolar AS sebesar 0.17%. USD/JPY menguat didorong kombinasi penguatan USD dan melemahnya Yen setelah gempa besar di Jepang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko domestik. Pasar juga masih menunggu kepastian apakah Bank of Japan tetap akan menaikkan suku bunga bulan ini, terutama setelah gempa berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi dalam jangka pendek. Hal ini menciptakan ruang bagi USD untuk menguat meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ tetap tinggi.

Dari sisi AS, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menjelang FOMC mendukung kenaikan USD/JPY ke area 155–156. Pasar menilai Powell berpotensi memberi sinyal hawkish, yang otomatis meningkatkan spread suku bunga AS–Jepang. Jika BoJ menunda normalisasi karena bencana alam, momentum kenaikan USD/JPY berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 155.40, sementara resistance terdekat berada di 156.10.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8059 dan menguat 0.12%. USD/CHF menguat seiring rebound Dolar AS menjelang keputusan The Fed serta minimnya katalis kuat dari Swiss. Dengan disinflasi AS yang melambat dan data tenaga kerja yang campur aduk, pasar melihat risiko bahwa Powell tidak akan terlalu dovish, sehingga USD mendapat permintaan baru. CHF yang biasanya menjadi safe haven juga kurang diminati karena volatilitas pasar rendah dan investor fokus pada event risiko besar di AS. Sementara itu, Swiss National Bank diperkirakan mempertahankan suku bunga di 0.00% pada pertemuan Kamis. Dengan inflasi Swiss bergerak di bawah bagian tengah target, SNB tidak memiliki urgensi untuk mengetatkan kebijakan lebih jauh. Ketiadaan prospek kenaikan suku bunga SNB membuat USD/CHF tetap memiliki bias bullish, terutama jika The Fed memberi sinyal pengetatan jangka panjang. Support terdekat berada di 0.8035, sedangkan resistance berada di 0.8085.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3846 dan menguat 0.07%. USD/CAD bergerak menguat setelah sempat terkoreksi tajam akibat data tenaga kerja Kanada yang sangat kuat. Meskipun CAD sempat mendapat dukungan dari lonjakan job creation dan turunnya tingkat pengangguran, pasar kembali fokus pada perbedaan kebijakan antara BoC dan The Fed. BoC diperkirakan menahan suku bunga, namun inflasi inti yang naik memberi sinyal bahwa ruang pemangkasan masih terbatas. Di sisi lain, menjelang FOMC, Dolar AS memperoleh dukungan karena ekspektasi hawkish cut. Dengan The Fed dipandang tetap lebih agresif dibanding BoC untuk jangka menengah, USD/CAD mendapatkan pijakan untuk naik kembali. Jika nada pernyataan Powell lebih kuat dari yang diantisipasi pasar, pasangan ini berpotensi memperpanjang kenaikannya. Support terdekat berada di 1.3825, dan resistance di 1.3875.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

GBP

MPC Member Taylor Speaks

-

-

-

1:30am

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

1.8%

1.4%

1.6%

7:01am

GBP

BRC Retail Sales Monitor y/y

1.2%

2.6%

1.5%

7:30am

AUD

NAB Business Confidence

1

-

6

10:30am

AUD

Cash Rate

-

3.60%

3.60%

10:30am

AUD

RBA Rate Statement

-

-

-

11:30am

AUD

RBA Press Conference

-

-

-

1:00pm

JPY

Prelim Machine Tool Orders y/y

-

-

17.1%

2:00pm

EUR

German Trade Balance

-

15.9B

15.3B

3:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

4:00pm

JPY

BOJ Gov Ueda Speaks

-

-

-

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.2%

8.2%

Tentative

CNY

New Loans

-

445B

220B

6:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

98.4

98.2

Tentative

USD

ADP Weekly Employment Change

-

-

-13.5K

9:15pm

GBP

Monetary Policy Report Hearings

-

-

-

Sep Data

USD

JOLTS Job Openings

-

-

7.23M

10:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

7.14M

-

10:00pm

USD

CB Leading Index m/m

-

-0.3%

-0.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788