Home
>
News
>
Publication
>
AUD/USD Menguat Didukung Divergensi Kebijakan Moneter dan Sentimen China
AUD/USD Menguat Didukung Divergensi Kebijakan Moneter dan Sentimen China
Wednesday, 11 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1902

-0.13%

GBPUSD

1.3641

-0.08%

AUDUSD

0.7070

0.54%

NZDUSD

0.6042

0.22%

USDJPY

154.37

-0.38%

USDCHF

0.7672

0.21%

USDCAD

1.3549

0.04%

GOLDUD

5033.58

-0.10%

USD/IDR

16,794

0.00%

Fokus AUD/USD:

  1. Penurunan kinerja Ekonomi AS
  2. Perkembangan ekonomi China dukung Aussie

11 Februari 2026 – Dolar Australia dibuka di 0.7070 dan menguat 0.54%. Dolar Australia menguat terhadap dolar AS seiring membaiknya sentimen global dan melemahnya kinerja ekonomi Amerika Serikat. Penguatan AUD/USD terutama ditopang oleh data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan konsumsi, tercermin dari penjualan ritel yang stagnan dan meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik dolar AS dan membuka ruang apresiasi bagi mata uang berisiko, termasuk dolar Australia. Di saat yang sama, pasar mulai memosisikan diri secara lebih defensif terhadap dolar AS menjelang rilis data ketenagakerjaan, yang berpotensi memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut.

Dari sisi eksternal, perkembangan ekonomi China turut memberikan dukungan terhadap dolar Australia. Data inflasi China yang tetap berada di wilayah positif, meskipun lebih rendah dari perkiraan, dipandang pasar sebagai sinyal stabilisasi permintaan domestik. Mengingat kuatnya keterkaitan perdagangan antara Australia dan China, setiap indikasi perbaikan atau stabilitas ekonomi China cenderung berdampak positif terhadap AUD. Selain itu, data Producer Price Index China yang menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya turut meredakan kekhawatiran terhadap tekanan deflasi yang lebih dalam, sehingga menjaga minat investor terhadap aset berbasis komoditas.

Dukungan tambahan bagi AUD juga datang dari faktor domestik Australia, khususnya sikap Reserve Bank of Australia yang masih menaruh perhatian besar pada risiko inflasi. Pernyataan otoritas moneter yang menegaskan komitmen untuk membawa inflasi kembali ke target memperkuat persepsi bahwa kebijakan suku bunga Australia akan tetap relatif ketat dibandingkan Amerika Serikat. Meskipun sentimen konsumen domestik melemah akibat kenaikan suku bunga, pasar menilai kondisi tersebut sebagai konsekuensi jangka pendek dari kebijakan pengetatan yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi jangka menengah. Kombinasi antara ekspektasi pelonggaran kebijakan AS dan sikap RBA yang lebih berhati-hati menciptakan divergensi kebijakan moneter yang mendukung penguatan AUD/USD dalam jangka dekat.

Momentum bullish cukup solid pada sesi awal, dengan support terdekat di 0.7035 dan resistance di 0.7115.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1902 dan melemah -0.13%. Pergerakan EUR/USD cenderung melemah secara terbatas di tengah sikap pasar yang lebih berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Meskipun tekanan terhadap dolar AS masih relatif besar akibat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, euro kehilangan momentum kenaikan lanjutan karena pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi arah kebijakan moneter global. Data konsumsi AS yang lemah memang menekan dolar, namun belum cukup kuat untuk mendorong apresiasi euro lebih agresif dalam jangka sangat pendek. Di sisi lain, fundamental kawasan Eropa relatif stabil, namun belum memberikan katalis baru yang signifikan. European Central Bank menegaskan bahwa kebijakan saat ini masih dianggap sesuai dan tekanan inflasi tetap terkendali. Dengan latar tersebut, pelemahan EUR/USD lebih mencerminkan fase konsolidasi dan penyesuaian ekspektasi pasar, bukan perubahan arah fundamental. Ketidakpastian global dan fokus investor pada data AS membuat euro rentan terhadap fluktuasi jangka pendek meskipun prospek menengahnya masih relatif seimbang. Pergerakan cenderung terkoreksi tipis di tengah minimnya sentimen baru, dengan support terdekat di 1.1870 dan resistance di 1.1940.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3641 dan turun -0.08%. GBP/USD bergerak melemah seiring meningkatnya risiko politik domestik di Inggris yang kembali menjadi perhatian investor. Tekanan terhadap Perdana Menteri Inggris dan dinamika internal Partai Buruh menciptakan ketidakpastian kebijakan yang berdampak langsung pada kepercayaan pasar terhadap aset berdenominasi pound sterling. Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England akan memangkas suku bunga lebih cepat, menyusul proyeksi inflasi yang diperkirakan turun di bawah target dalam beberapa bulan ke depan. Dari sisi eksternal, pelemahan dolar AS memang memberikan bantalan terbatas bagi GBP/USD, namun tidak cukup kuat untuk menutupi sentimen negatif domestik. Investor global cenderung bersikap defensif terhadap pound hingga terdapat kejelasan arah kebijakan fiskal dan moneter Inggris. Dengan demikian, tekanan pada GBP/USD saat ini lebih didorong oleh faktor internal Inggris dibandingkan oleh dinamika dolar AS semata. Tekanan masih relatif terbatas, dengan support di 1.3605 dan resistance terdekat di 1.3685.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6042 dan naik 0.22%. NZD/USD justru menunjukkan kecenderungan menguat, didukung oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya minat terhadap mata uang berisiko di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS. Meskipun data ketenagakerjaan Selandia Baru menunjukkan sinyal yang bercampur, pasar menilai kondisi ekonomi domestik masih cukup resilien untuk menahan tekanan penurunan lebih lanjut pada dolar Selandia Baru. Hal ini membuat NZD relatif menarik dibandingkan mata uang utama lain yang dibebani isu politik dan kebijakan. Selain itu, sikap Reserve Bank of New Zealand yang cenderung berhati-hati namun tidak agresif melonggarkan kebijakan memberikan stabilitas tambahan bagi NZD. Investor melihat peluang penguatan NZD lebih banyak berasal dari faktor eksternal, khususnya pelemahan dolar AS dan perubahan ekspektasi suku bunga global. Selama sentimen global tetap konstruktif dan risiko geopolitik tidak meningkat tajam, NZD/USD berpeluang mempertahankan kinerja positifnya. Penguatan masih terjaga dalam rentang moderat, dengan support di 0.6015 dan resistance terdekat di 0.6085.

USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 154.37 dan turun -0.38%. USD/JPY bergerak melemah cukup signifikan seiring menguatnya yen Jepang dan melemahnya dolar AS secara luas. Dukungan terhadap yen datang dari stabilitas politik Jepang pasca kemenangan besar pemerintah, yang meningkatkan keyakinan pasar terhadap kesinambungan kebijakan ekonomi. Selain itu, pernyataan berulang dari otoritas Jepang yang menegaskan kesiapan untuk merespons pergerakan nilai tukar yang berlebihan turut memberikan dukungan psikologis bagi mata uang yen. Di sisi lain, dolar AS kehilangan daya tariknya akibat data ekonomi yang menunjukkan perlambatan konsumsi dan pasar tenaga kerja. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga lebih dari satu kali tahun ini memperlebar tekanan terhadap dolar, sehingga mempercepat penurunan USD/JPY. Kombinasi antara penguatan yen berbasis domestik dan pelemahan dolar berbasis global menjadikan pasangan ini berada dalam fase koreksi yang cukup jelas. Tekanan jual masih membayangi, dengan support terdekat di 153.90 dan resistance di 155.00.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7672 dan menguat 0.21%. USD/CHF melemah seiring menguatnya franc Swiss yang kembali diminati sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global dan pelemahan dolar AS. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS, ditambah isu independensi Federal Reserve, membuat investor mengurangi eksposur terhadap dolar dan beralih ke mata uang yang dianggap lebih stabil seperti franc Swiss. Sikap Swiss National Bank yang tetap fokus pada stabilitas harga juga memperkuat persepsi fundamental CHF. Di sisi lain, tekanan inflasi yang rendah di Swiss memang membatasi ruang penguatan CHF secara agresif, namun belum cukup untuk membalikkan arah pergerakan. Selama dolar AS masih dibayangi ekspektasi pelonggaran kebijakan dan ketidakpastian ekonomi, USD/CHF cenderung bergerak dalam tekanan. Pasar akan mencermati data inflasi Swiss dan sinyal kebijakan SNB ke depan, namun untuk sementara franc Swiss tetap berada pada posisi yang relatif kuat. Rebound terbatas terjadi setelah pelemahan sebelumnya, dengan support di 0.7645 dan resistance terdekat di 0.7710.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3549 dan naik 0.04%. USD/CAD mengalami tekanan turun yang mencerminkan penguatan dolar Kanada di tengah kombinasi faktor domestik dan global yang mendukung. Harga minyak yang relatif tinggi memberikan dukungan struktural bagi dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas. Selain itu, data pasar tenaga kerja Kanada yang menunjukkan tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi pelonggaran agresif oleh Bank of Canada. Pada saat yang sama, dolar AS berada dalam posisi defensif akibat meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga dan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS. Perbedaan ekspektasi kebijakan antara Bank of Canada dan Federal Reserve ini memperkuat tekanan pada USD/CAD. Selama harga energi tetap stabil dan data ekonomi Kanada tidak memburuk secara signifikan, dolar Kanada berpotensi mempertahankan posisinya terhadap dolar AS. Pergerakan relatif stabil dengan bias menguat tipis, dengan support terdekat di 1.3515 dan resistance di 1.3590.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

1:00am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

4:00am

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

4:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

All Day

JPY

Bank Holiday

-

-

-

8:30am

AUD

RBA Deputy Gov Hauser Speaks

-

-

-

8:30am

CNY

CPI y/y

0.2%

0.4%

0.8%

8:30am

CNY

PPI y/y

-1.4%

-1.5%

-1.9%

4:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

-0.6%

1.5%

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.3%

8.5%

Tentative

CNY

New Loans

-

5000B

910B

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

3.49|2.4

8:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

4.9%

-13.1%

8:30pm

USD

Average Hourly Earnings m/m

-

0.3%

0.3%

8:30pm

USD

Non-Farm Employment Change

-

66K

50K

8:30pm

USD

Unemployment Rate

-

4.4%

4.4%

10:00pm

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

10:15pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.2M

-3.5M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788