| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1796 | -0.21% |
GBPUSD | 1.3499 | -0.16% |
AUDUSD | 0.7065 | -0.24% |
NZDUSD | 0.5962 | -0.25% |
USDJPY | 154.64 | 0.32% |
USDCHF | 0.7736 | 0.31% |
USDCAD | 1.3688 | 0.21% |
GOLDUD | 5250.00 | -2.00% |
USD/IDR | 16,813 | 0.00% |
Fokus AUD/USD:
Rabu, 24 Februari 2026 – Dolar Australia dibuka di 0.7065 dan melemah -0.24%. AUD/USD bergerak terbatas di tengah kehati hatian pelaku pasar yang menanti rilis inflasi bulanan Australia. Data ini menjadi sorotan utama karena akan menjadi pengujian awal atas sikap tegas Reserve Bank of Australia setelah kenaikan suku bunga sebelumnya. Otoritas moneter Australia menegaskan tetap berfokus pada inflasi kuartalan serta ukuran inflasi inti dalam menentukan arah kebijakan. Pernyataan pejabatnya menekankan bahwa tekanan harga sebagian bersifat sektoral dan diharapkan mereda secara bertahap, meskipun tekanan pasar tenaga kerja masih memberi kontribusi terhadap kenaikan harga.
Dari sisi global, dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat kembali memicu ketidakpastian. Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatasi kebijakan tarif sebelumnya mendorong respons lanjutan dari Donald Trump berupa rencana tarif global baru. Langkah ini memicu perubahan sentimen risiko dan memengaruhi arus modal global, termasuk terhadap mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Australia. Ketegangan geopolitik serta ketidakjelasan arah kebijakan perdagangan membuat investor cenderung berhati hati dalam mengambil posisi baru.
Sementara itu, prospek kebijakan Federal Reserve juga menjadi faktor penyeimbang bagi pergerakan pasangan ini. Ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat masih membuka ruang pelonggaran kebijakan tahun ini membatasi penguatan Dolar AS secara lebih luas. Di sisi lain, peluang sikap kebijakan Australia yang relatif lebih ketat menciptakan perbedaan arah kebijakan yang dapat menopang AUD dalam jangka menengah. Dengan kombinasi faktor domestik dan global tersebut, AUD/USD tetap sensitif terhadap rilis data inflasi serta perkembangan terbaru kebijakan perdagangan dan moneter kedua negara.
Tekanan masih mendominasi pergerakan, dengan support terdekat di 0.7030 dan resistance di 0.7105.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1796 dan melemah -0.21%. EUR/USD cenderung melemah terbatas di tengah kombinasi ketidakpastian kebijakan perdagangan global dan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap prospek ekonomi kawasan Euro. Data IFO Jerman memang menunjukkan perbaikan moderat pada indeks iklim bisnis, namun respons pasar relatif terbatas karena investor lebih fokus pada risiko eksternal. Ketidakjelasan terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat serta dinamika politik di Eropa membuat minat terhadap Euro tertahan, meskipun tekanan terhadap Dolar AS sempat muncul. Di sisi lain, pasar masih mencermati arah kebijakan European Central Bank yang menegaskan pendekatan berbasis data dan pertemuan ke pertemuan. Sementara itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve tetap membuka ruang pelonggaran pada paruh kedua tahun ini belum cukup kuat untuk mendorong apresiasi Euro secara berkelanjutan. Dengan latar belakang ketidakpastian perdagangan dan inflasi AS yang masih relatif tinggi, EUR/USD bergerak dalam bias melemah moderat karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di Eropa. Tekanan jual terlihat meningkat pada sesi awal, dengan support terdekat di 1.1765 dan resistance di 1.1830.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3499 dan turun -0.16%. GBP/USD juga menunjukkan kecenderungan melemah setelah sebelumnya sempat mendapat dukungan dari data domestik Inggris yang cukup solid, seperti penjualan ritel dan aktivitas bisnis yang lebih baik dari perkiraan. Namun sentimen tersebut mulai tergerus oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England berpotensi memangkas suku bunga lebih cepat menyusul inflasi yang melandai dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah. Prospek pelonggaran kebijakan ini membatasi ruang penguatan Pound Sterling. Di sisi eksternal, ketidakpastian tarif baru yang diumumkan oleh Donald Trump menambah tekanan terhadap sentimen global. Walaupun Dolar AS sempat tertekan oleh kekhawatiran pertumbuhan dan komentar dovish dari pejabat The Fed, volatilitas tetap tinggi. Kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga Inggris dan risiko politik domestik membuat GBP/USD bergerak dengan kecenderungan melemah secara fundamental. Pergerakan cenderung terkoreksi moderat, dengan support di 1.3460 dan resistance terdekat di 1.3540.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5962 dan turun -0.25%. NZD/USD bergerak melemah meskipun data penjualan ritel Selandia Baru menunjukkan ketahanan konsumsi domestik. Kenaikan penjualan ritel kuartalan mengindikasikan daya beli yang masih terjaga, namun pasar lebih menyoroti sikap dovish Reserve Bank of New Zealand yang mempertahankan suku bunga dan menegaskan kebijakan tetap akomodatif. Penyesuaian ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih terbatas mengurangi daya tarik Kiwi. Dari sisi global, ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan fluktuasi sentimen risiko turut memengaruhi mata uang berbasis komoditas. Meskipun terdapat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, pasar tetap berhati-hati karena inflasi AS belum sepenuhnya jinak. Dengan latar belakang tersebut, NZD/USD cenderung berada dalam tekanan moderat karena faktor domestik yang kurang agresif dan lingkungan global yang masih rapuh. Pelemahan berlanjut dalam rentang terbatas, dengan support di 0.5925 dan resistance terdekat di 0.6005.
USDJPY – USDJPY dibuka di 154.64 dan menguat 0.32%. USD/JPY menunjukkan kecenderungan melemah seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, termasuk Yen Jepang, di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan. Kekhawatiran terhadap kebijakan tarif baru AS serta laporan potensi eskalasi konflik dengan Iran mendorong pelaku pasar beralih ke mata uang defensif. Kondisi ini memberikan dukungan fundamental bagi Yen. Selain itu, walaupun data inflasi Jepang melambat, ekspektasi bahwa Bank of Japan tetap berada dalam jalur normalisasi kebijakan menjaga sentimen positif terhadap Yen. Di sisi lain, tekanan terhadap Dolar AS akibat prospek pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve membatasi penguatan USD. Kombinasi faktor ini membuat USD/JPY bergerak dalam bias melemah. Penguatan dolar terhadap yen masih bertahap, dengan support terdekat di 154.10 dan resistance di 155.30.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7736 dan naik 0.31%. USD/CHF bergerak melemah seiring penguatan Franc Swiss sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS serta potensi eskalasi konflik geopolitik meningkatkan permintaan terhadap CHF. Selain itu, data ekonomi Swiss yang relatif stabil menjaga persepsi bahwa Swiss National Bank tidak berada di bawah tekanan besar untuk pelonggaran agresif. Di sisi lain, Dolar AS menghadapi tekanan akibat kekhawatiran pertumbuhan dan kemungkinan penyesuaian kebijakan oleh The Fed. Meskipun inflasi AS masih relatif tinggi, pasar menilai ruang pemangkasan suku bunga tetap terbuka. Dengan meningkatnya arus safe haven dan sentimen hati-hati global, USD/CHF menunjukkan kecenderungan melemah secara fundamental dalam jangka pendek. Rebound cukup solid terjadi pada pasangan ini, dengan support di 0.7700 dan resistance terdekat di 0.7775.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3688 dan menguat 0.21%. USD/CAD cenderung melemah di tengah tekanan terhadap Dolar AS akibat meningkatnya sentimen “sell America” pasca kebijakan tarif baru. Ketidakpastian arah perdagangan dan perlambatan beberapa indikator ekonomi AS menahan minat terhadap Greenback. Pernyataan pejabat The Fed yang membuka peluang pemangkasan suku bunga turut memperkuat tekanan tersebut. Namun demikian, pergerakan harga minyak yang berfluktuasi menjadi faktor penting bagi Dolar Kanada. Kanada sebagai eksportir utama energi sangat sensitif terhadap dinamika minyak mentah. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan memberikan bantalan bagi CAD. Secara keseluruhan, kombinasi pelemahan USD dan dukungan harga energi membuat USD/CAD berada dalam kecenderungan melemah moderat. Pergerakan cenderung stabil dengan bias naik, dengan support terdekat di 1.3650 dan resistance di 1.3730.
DATA EKONOMI HARIAN
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:30am | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
8:00am | CNY | 1-y Loan Prime Rate | 3.0% | 3.0% | 3.0% |
8:00am | CNY | 5-y Loan Prime Rate | 3.5% | 3.5% | 3.5% |
6:00pm | GBP | CBI Realized Sales | - | -27 | -17 |
8:00pm | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks | - | - | - |
Tentative | USD | ADP Weekly Employment Change | - | - | 10.3K |
9:00pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
9:00pm | USD | FOMC Member Collins Speaks | - | - | - |
9:00pm | USD | HPI m/m | - | 0.3% | 0.6% |
9:00pm | USD | S&P/CS Composite-20 HPI y/y | - | 1.3% | 1.4% |
9:15pm | GBP | Monetary Policy Report Hearings | - | - | - |
9:15pm | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | FOMC Member Cook Speaks | - | - | - |
10:00pm | USD | CB Consumer Confidence | - | 87.4 | 84.5 |
10:00pm | USD | Richmond Manufacturing Index | - | -8 | -6 |
10:00pm | USD | Final Wholesale Inventories m/m | - | 0.2% | 0.2% |