Home
>
News
>
Publication
>
AS Tingkatkan Penargetan Kapal Venezuela, Laju Minyak Ikut Terdongkrak
AS Tingkatkan Penargetan Kapal Venezuela, Laju Minyak Ikut Terdongkrak
Monday, 22 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1710

0.08%

GBPUSD

1.3372

0.20%

AUDUSD

0.6605

0.27%

NZDUSD

0.5745

0.42%

USDJPY

157.67

-0.28%

USDCHF

0.7958

-0.21%

USDCAD

1.3796

-0.04%

GOLDUD

4,340.90

1.01%

COFU

56.63

0.55%

USD/IDR

16,717

0.08%

Fokus Crude Oil:

  • Setelah penyitaan kapal tanker kedua di lepas pantai Venezuela, pasukan AS lakukan pengejaran kapal tanker ketiga.
  • Israel akan menyampaikan rencana serangan baru terhadap Iran saat bertemu dengan Trump pada akhir bulan ini.

************************************************************

Senin, 22 Desember 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari eskalasi tensi lebih lanjut antara AS dengan Venezuela pasca aksi penyitaan dan pengejaran kapal tanker Venezuela pada akhir pekan lalu. Selain itu, potensi meningkatnya kembali konflik antara Israel dengan Iran juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Ketegangan antara AS dengan Venezuela semakin meningkat pasca sejumlah laporan pada Minggu malam dan Senin pagi mengatakan AS sedang mengejar kapal tanker minyak ketiga Venezuela, Bella 1, tepat sehari setelah AS menyita kapal tanker kedua, Centuries, pada hari Sabtu di perairan internasional di lepas pantai Venezuela. Tindakan AS untuk meningkatkan penargetan kapal tanker Venezuela berpotensi mengganggu pasokan minyak, terutama mengingat sebagian besar minyak Venezuela tersebut diekspor ke China.

Dukungan lainnya datang dari potensi meningkatnya kembali ketegangan antara Israel dengan Iran setelah beberapa pejabat pada hari Sabtu mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyampaikan rencana kemungkinan serangan baru terhadap Iran kepada Presiden AS Donald Trump selama kunjungan mendatangnya ke Washington, yang dijadwalkan pada akhir bulan ini. Menurut sumber pejabat tersebut, Israel memandang produksi rudal balistik Iran sebagai masalah yang sangat mendesak.

Sementara itu, harapan akan segera tercapainya kesepakatan damai yang mengakhiri perang di Eropa timur menguat pasca utusan khusus AS Steve Witkoff pada hari Minggu mengatakan bahwa pembicaraan yang diadakan antara pejabat AS, Eropa, dan Ukraina selama tiga hari terakhir di Florida berjalan produktif dan konstruktif. Selain itu, dalam pernyataan terpisah, Witfoff mengatakan bahwa pembicaraan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, pada hari Sabtu, juga berlangsung positif dan Rusia tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mencapai perdamaian di Ukraina.

Turut membebani harga, perusahaan minyak negara Irak, SOMO, pada hari Minggu mengatakan bahwa Kementerian Sumber Daya Alam Kurdistan telah menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian ekspor yang disepakati pada September lalu, yang mewajibkan semua produsen internasional di wilayah Kurdistan untuk mengirimkan minyak mentah mereka. Berita tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan pasca DNO Norwegia mengatakan tidak akan ikut serta dalam perjanjian itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $59 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $54 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Chicago Fed National Activity Index

 

-0.4

-0.12

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788