Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Saudi Buat Minyak Ikut Tertekan
Ancaman Saudi Buat Minyak Ikut Tertekan
Thursday, 03 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10440

-0.08%

GBPUSD

1.32670

-0.14%

AUDUSD

0.68810

-0.25%

NZDUSD

0.62580

-0.30%

USDJPY

146.460

0.22%

USDCHF

0.84960

0.09%

USDCAD

1.35010

0.10%

GOLDUD

2,658.155

-0.09%

COFU

70.98

-0.25%

USD/IDR

15,315

0.25%

Fokus Crude Oil:

  • Saudi ancam menurunkan harga minyak hingga $50 per barel, jika anggota OPEC+ terus melanggar kuota produksi yang disepakati.
  • Aksi mogok pekerja pelabuhan memasuki hari kedua, belum ada isyarat negosiasi antara kedua belah pihak.

***********************************************************

Kamis, 03 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu oleh sentimen dari ancaman Saudi untuk mengerek turun harga, dan stok minyak AS yang melonjak tak terduga dalam sepekan. Meski demikian, gangguan pada aktivitas pelabuhan di AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Arab Saudi memperingatkan jika negara-negara anggota OPEC+ terus melanggar kuota produksi yang telah disepakati, maka harga minyak dapat merosot hingga $50 per barel, ujar Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Rabu. Irak, Kazakhstan, dan Rusia merupakan anggota aliansi yang paling banyak memproduksi minyak pada bulan Agustus. Peringatan dari Saudi tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya kembali perang harga pada tahun 2020, yang membuat harga minyak terkerek turun hingga menyentuh level $17 per barel.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 3,89 juta barel, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,30 juta barel untuk pekan yang berakhir 27 September. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik tak terduga sebesar 1,12 juta barel, dibanding prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 100 ribu barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang bearish di pasar energi AS.

Sementara itu, aksi mogok serikat pekerja Asosiasi Pekerja Pelabuhan Internasional memasuki hari kedua pada hari Rabu tanpa ada negosiasi yang dijadwalkan saat ini, yang membuat pengiriman di pelabuhan Pantai Timur dan Pantai Teluk AS terhenti. Presiden Joe Biden telah menekan pengusaha pelabuhan AS untuk menaikkan tawaran mereka agar kesepakatan dapat segera tercapai dan aksi mogok dapat diakhiri. Meski demikian, melihat dari kurangnya kemajuan dalam negosiasi memicu kekhawatiran bahwa gangguan di lini distribusi masih akan berlangsung lama.

Dukungan lainnya datang dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang masih terus berlanjut, terutama antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan distrik Bachoura di pusat kota Beirut pada Kamis pagi menewaskan dua orang dan melukai 11 orang, ungkap kementerian kesehatan Lebanon.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

220K

218K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1837K

1834K

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

55.4

55.7

21:00

USA - ISM Services PMI

 

51.7

51.5

21:00

USA - Factory Orders MoM

 

0%

5%

21:40

USA - Fed Bostic Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788