| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10440 | -0.08% |
GBPUSD | 1.32670 | -0.14% |
AUDUSD | 0.68810 | -0.25% |
NZDUSD | 0.62580 | -0.30% |
USDJPY | 146.460 | 0.22% |
USDCHF | 0.84960 | 0.09% |
USDCAD | 1.35010 | 0.10% |
GOLDUD | 2,658.155 | -0.09% |
COFU | 70.98 | -0.25% |
USD/IDR | 15,315 | 0.25% |
Kamis, 03 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu oleh sentimen dari ancaman Saudi untuk mengerek turun harga, dan stok minyak AS yang melonjak tak terduga dalam sepekan. Meski demikian, gangguan pada aktivitas pelabuhan di AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Arab Saudi memperingatkan jika negara-negara anggota OPEC+ terus melanggar kuota produksi yang telah disepakati, maka harga minyak dapat merosot hingga $50 per barel, ujar Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Rabu. Irak, Kazakhstan, dan Rusia merupakan anggota aliansi yang paling banyak memproduksi minyak pada bulan Agustus. Peringatan dari Saudi tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya kembali perang harga pada tahun 2020, yang membuat harga minyak terkerek turun hingga menyentuh level $17 per barel.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 3,89 juta barel, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,30 juta barel untuk pekan yang berakhir 27 September. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik tak terduga sebesar 1,12 juta barel, dibanding prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 100 ribu barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang bearish di pasar energi AS.
Sementara itu, aksi mogok serikat pekerja Asosiasi Pekerja Pelabuhan Internasional memasuki hari kedua pada hari Rabu tanpa ada negosiasi yang dijadwalkan saat ini, yang membuat pengiriman di pelabuhan Pantai Timur dan Pantai Teluk AS terhenti. Presiden Joe Biden telah menekan pengusaha pelabuhan AS untuk menaikkan tawaran mereka agar kesepakatan dapat segera tercapai dan aksi mogok dapat diakhiri. Meski demikian, melihat dari kurangnya kemajuan dalam negosiasi memicu kekhawatiran bahwa gangguan di lini distribusi masih akan berlangsung lama.
Dukungan lainnya datang dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang masih terus berlanjut, terutama antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan distrik Bachoura di pusat kota Beirut pada Kamis pagi menewaskan dua orang dan melukai 11 orang, ungkap kementerian kesehatan Lebanon.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 220K | 218K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1837K | 1834K |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 55.4 | 55.7 |
21:00 | USA - ISM Services PMI |
| 51.7 | 51.5 |
21:00 | USA - Factory Orders MoM |
| 0% | 5% |
21:40 | USA - Fed Bostic Speech |
|
|
|