Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Penyitaan Kapal Trump Buat Minyak Terkoreksi Menguat
Ancaman Penyitaan Kapal Trump Buat Minyak Terkoreksi Menguat
Friday, 12 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1736

0.09%

GBPUSD

1.3382

0.13%

AUDUSD

0.6659

0.23%

NZDUSD

0.5803

0.29%

USDJPY

155.76

-0.21%

USDCHF

0.7954

-0.23%

USDCAD

1.3776

-0.12%

GOLDUD

4,283.05

-0.43%

COFU

57.89

0.22%

USD/IDR

16,663

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump ancam akan menyita lebih banyak kapal tanker di lepas pantai Venezuela dalam beberapa minggu mendatang.
  • IEA melihat pasar minyak global di tahun depan masih akan menghadapi surplus pasokan melebihi permintaan hingga hampir 4 juta bph.

************************************************************

Jumat, 12 Desember 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari ancaman penyitaan lebih banyak kapal di lepas pantai Venezuela, dan proyeksi permintaan minyak yang optimis dari OPEC.

Presiden Donald Trump pada hari Kamis mengatakan bahwa AS akan segera memulai untuk menyita lebih banyak kapal tanker di lepas pantai Venezuela, yang diduga menyeludupkan narkotika. Ancaman tersebut menyusul klaim penyitaan kapal tanker pertama pada hari Rabu lalu. Aksi penyitaan itu diperkirakan akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Dukungan lainnya datang dari Laporan Pasar Minyak Bulanan yang dirilis OPEC pada hari Kamis yang memperkirakan pertumbuhan permintaan yang kuat pada tahun 2026 yang akan lebih tinggi daripada perkiraan peningkatan untuk tahun 2025 sekitar 1,3 juta bph, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang solid. Permintaan diproyeksikan akan mencapai 43,0 juta bph pada tahun 2026, kata OPEC.

Sementara itu, pasar minyak global masih menghadapi kelebihan pasokan yang melebihi permintaan sebesar 3,84 juta bph pada tahun depan, atau setara dengan hampir 4% dari permintaan dunia, menurut laporan bulan Desember yang dirilis IEA pada hari Kamis. Surplus tersebut lebih rendah dari proyeksi surplus sebesar 4,09 juta bph yang diperkirakan dalam laporan IEA bulan November.

Turut membebani harga, pesawat pembom AS bergabung dengan jet tempur Jepang terbang di atas Laut Jepang pada hari Rabu, kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis hari Kamis. Aksi tersebut tepat sehari setelah latihan militer Tiongkok dan Rusia di langit dan laut di sekitar Jepang dan Korea Selatan. Berita tersebut mengisyaratkan potensi memanasnya tensi antara AS dengan China yang tengah bersitegang dengan Jepang.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - Fed Paulson Speech

 

 

 

20:30

USA - Fed Hammack Speech

 

 

 

22:35

USA - Fed Goolsbee Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788