| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1520 | 0.08% |
GBPUSD | 1.3104 | 0.09% |
AUDUSD | 0.6462 | 0.11% |
NZDUSD | 0.5610 | 0.20% |
USDJPY | 156.91 | -0.23% |
USDCHF | 0.8080 | 0.07% |
USDCAD | 1.4106 | -0.04% |
GOLDUD | 4135.48 | 0.22% |
USD/IDR | 16,704 | 0.00% |
Fokus USDJPY:
Selasa, 25 November 2025 – Yen Jepang dibuka di 156.91 dan melemah terhadap dolar AS sebesar -0.23%. USD/JPY mulai menunjukkan tekanan pelemahan seiring Yen mendapatkan dorongan dari meningkatnya spekulasi intervensi pemerintah Jepang. Pernyataan tegas dari Menteri Keuangan Satsuki Katayama yang menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengambil tindakan bila terjadi volatilitas berlebihan membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam menekan Yen. Nada ancaman yang paling keras tahun ini tersebut muncul di saat Dolar AS kehilangan sebagian momentumnya akibat komentar pejabat Federal Reserve yang mulai mengarah pada peluang pemangkasan suku bunga, sehingga semakin menambah tekanan pada USD/JPY.
Meskipun begitu, ruang penguatan Yen tetap terbatas oleh kekhawatiran mendalam mengenai kondisi fiskal Jepang yang semakin rapuh. Stimulus jumbo senilai ¥21.3 triliun yang baru disetujui kabinet memunculkan potensi penerbitan utang baru dalam jumlah besar, menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal jangka panjang negara tersebut. Di saat yang sama, ketidakpastian arah kebijakan Bank of Japan masih kuat. Kontraksi ekonomi kuartal ketiga membuat sebagian analis menilai bank sentral dapat menunda kenaikan suku bunga, meski Gubernur Kazuo Ueda tetap membuka peluang kenaikan pada Desember apabila pelemahan Yen terus mendorong inflasi lebih tinggi. Kombinasi stimulus besar, risiko fiskal, dan sikap BoJ yang belum sepenuhnya jelas menciptakan tarik-menarik yang membatasi pergerakan Yen.
Dari sisi Amerika Serikat, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember yang kini diproyeksikan pasar mencapai sekitar 80% membuat Dolar bergerak lebih lemah terhadap Yen. Komentar dovish dari Gubernur Fed Christopher Waller serta Presiden Fed New York John Williams memperkuat pandangan bahwa pelonggaran kebijakan semakin dekat, sehingga menurunkan daya tarik USD secara keseluruhan. Dalam kondisi seperti ini, Yen memiliki ruang untuk bergerak lebih kuat, terlebih jika ancaman intervensi Jepang kembali mencuat dan pelaku pasar bersikap lebih defensif menjelang rilis data penting seperti PPI dan Retail Sales AS. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan kedua negara mendorong tekanan nyata pada USD/JPY, menjadikan pasangan ini sangat sensitif terhadap perkembangan berita dan komentar pejabat dalam pekan berjalan.
Secara teknikal kinerja mata uang USD/JPY turun. Support terdekat berada di 156.60, dan resistance di 157.25. Support selanjutnya berada pada level 156.20 dan dilanjutkan ke level 155.80. Sedangkan resistance lanjutan di area 157.45 hingga 157.90.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1520 dan menguat 0.08%. EUR/USD menguat seiring melemahnya Dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Komentar dovish dari Christopher Waller dan John Williams memperkuat pandangan bahwa kondisi tenaga kerja AS melemah dan inflasi tidak lagi menjadi masalah besar, sehingga ruang pelonggaran makin terbuka. Data ekonomi AS yang beragam mulai dari PPI, Retail Sales, hingga sentimen konsumen tidak memberikan tekanan berarti pada EUR karena pasar lebih fokus pada peluang percepatan easing cycle. Di Eropa, rilis IFO Jerman memang melemah, tetapi hal itu tidak menekan Euro secara signifikan, terutama karena stabilitas kebijakan ECB dan ekspektasi inflasi yang terjaga. Selain itu, narasi fundamental di kawasan Eropa mulai menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibanding beberapa bulan lalu. Pertumbuhan GDP diperkirakan meningkat pada kuartal akhir tahun, ditambah dorongan fiskal Jerman pada 2026 yang memberi harapan pemulihan jangka menengah. Prospek meredanya ketegangan geopolitik khususnya terkait perang Ukraina juga menambah sentimen positif untuk Euro. Dengan momentum ini, EUR/USD cenderung bergerak stabil dengan bias menguat karena USD kehilangan daya tarik akibat minimnya data baru menjelang keputusan FOMC Desember. Support terdekat berada di 1.1495, sementara resistance berada di 1.1545.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3104 dan naik 0.09%. GBP/USD bergerak mendatar tetapi tetap cenderung tinggi karena pasar memproyeksikan peluang besar penurunan suku bunga Fed di Desember yang mencapai hampir 80%. Pekan perdagangan yang lebih pendek akibat libur Thanksgiving membuat volatilitas menurun, tetapi pondasi pergerakan tetap mengarah pada pelemahan USD yang tidak didukung data ekonomi terbaru. Selain itu, ketidakpastian akibat penundaan rilis data BLS membuat pasar kesulitan menilai kondisi ekonomi AS secara akurat, sehingga spekulasi terhadap pelonggaran kebijakan semakin menguat. Di sisi Inggris, meskipun tidak ada katalis besar yang mendorong Pound, stabilitas pasar tenaga kerja Inggris dan prospek kebijakan BoE yang lebih hati-hati membuat GBP tetap cukup tangguh. Kombinasi USD yang kehilangan momentum dan Pound yang bertahan membuat GBP/USD berada pada area penguatan wajar. Dengan pasar masih menunggu data inflasi AS dan Inggris yang rilis bulan depan, fokus utama tetap pada bagaimana Fed mengambil keputusan tanpa dukungan data baru situasi yang terus menambah tekanan pada USD. Support terdekat berada di 1.3075, dan resistance di 1.3130.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6462 dan menguat 0.11%. AUD/USD bergerak stabil meski berada dekat level terendah tiga bulan karena pasar menantikan rilis CPI Australia yang dianggap penting untuk membaca langkah RBA berikutnya. Sentimen domestik Australia sedang positif PMI manufaktur kembali tumbuh, sektor jasa menguat, dan pernyataan RBA cenderung menahan suku bunga lebih lama untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Namun ketidakpastian global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik Jepang–China, membatasi apresiasi AUD karena kedua negara tersebut adalah mitra dagang terbesar Australia. Sementara itu, tekanan terhadap Dolar AS semakin besar karena ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed terus naik hingga di atas 80%. Komentar dovish pejabat The Fed membuat pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS akan memulai easing cycle lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal ini memberikan ruang bagi AUD/USD untuk bertahan, meski sentimen risiko global masih rapuh. Secara keseluruhan, AUD dipengaruhi tarik-menarik antara fundamental domestik yang kuat dan ketidakpastian eksternal, sementara USD terus melemah akibat prospek kebijakan moneter yang lebih longgar. Support terdekat berada di 0.6440, dengan resistance di 0.6485.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5610 dan naik 0.20%. NZD/USD sempat melemah tetapi kemudian stabil karena pasar kembali meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed. Fokus utama kini tertuju pada keputusan RBNZ yang diantisipasi memotong suku bunga 25 bps, terutama karena ekonomi Selandia Baru mengalami kontraksi dalam tiga dari lima kuartal terakhir. Permintaan yang lemah, tingkat pengangguran yang meningkat, serta survei bisnis yang menunjukkan perlambatan membuat RBNZ berada dalam tekanan untuk kembali mendukung pertumbuhan. Namun inflasi yang masih dekat 3% membuat bank sentral harus berhati-hati agar pelonggaran tidak memicu risiko baru. Dari perspektif eksternal, melemahnya USD karena ekspektasi Fed cut membantu membatasi penurunan NZD/USD meski sentimen terhadap Kiwi sendiri cenderung dovish. Pasar menilai kemungkinan besar pemangkasan November akan menjadi yang terakhir di tahun ini, tetapi peluang penurunan tambahan pada 2026 tetap terbuka bila ekonomi tidak membaik. Dengan data AS yang ditunda dan ketidakpastian global meningkat, pergerakan NZD/USD didorong oleh kombinasi ekspektasi kebijakan moneter kedua negara dan sensitivitas Kiwi terhadap sentimen risiko. Support terdekat berada di 0.5585, sementara resistance berada di 0.5630.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8080 dan menguat 0.07%. USD/CHF melemah karena Dolar AS kehilangan dominasi akibat meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Fed di Desember. Kondisi ini membuat safe-haven seperti Franc Swiss lebih menarik di tengah ketidakpastian global. Data AS yang minim menjelang FOMC Desember membuka ruang spekulasi yang semakin membebani USD, terutama ketika pejabat Fed menunjukkan kecenderungan lebih dovish terkait ketenagakerjaan dan inflasi. Di sisi lain, CHF tetap didukung stabilitas makro Swiss dan preferensi investor global terhadap aset rendah risiko. Ketegangan geopolitik di Asia dan ketidakpastian ekonomi global kembali meningkatkan permintaan terhadap Franc. Kombinasi USD yang melemah akibat kebijakan moneter serta CHF yang kuat secara fundamental membuat USD/CHF cenderung turun dalam beberapa sesi terakhir. Support terdekat berada di 0.8055, dan resistance di 0.8095.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4106 dan melemah -0.04%. USD/CAD justru melemah karena Dolar AS tertekan ekspektasi tinggi pemangkasan suku bunga Fed, sementara CAD mendapatkan sedikit dukungan dari prospek data GDP Kanada yang akan dirilis akhir pekan ini. Meski harga minyak belum stabil dan tidak memberi dorongan penuh kepada CAD, pasar tetap memperkirakan adanya pemulihan kecil pada pertumbuhan Kanada setelah beberapa bulan melambat. Hal ini membuat CAD memiliki penyangga fundamental meski tetap rapuh. Pada saat yang sama, ketidakpastian akibat penundaan data inflasi dan tenaga kerja AS membuat USD kehilangan pijakan yang biasanya kuat. Meningkatnya peluang Fed cut hingga mendekati 80% menambah tekanan pada USD/CAD. Walaupun CAD belum mendapatkan katalis positif yang kuat, pelemahan USD yang cukup dalam sudah cukup mendorong USD/CAD bergerak turun dari level tertingginya, menunjukkan bahwa pair ini lebih banyak dipengaruhi sisi USD dibanding faktor domestik Kanada. Support terdekat berada di 1.4080, dan resistance di 1.4125.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:10am | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
2:00pm | EUR | German Final GDP q/q | - | 0.0% | 0.0% |
6:00pm | GBP | CBI Realized Sales | - | -29 | -27 |
8:30pm | USD | Core PPI m/m | - | 0.2% | -0.1% |
8:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.3% | 0.7% |
8:30pm | USD | PPI m/m | - | 0.3% | -0.1% |
8:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.4% | 0.6% |
9:00pm | USD | HPI m/m | - | 0.2% | 0.4% |
9:00pm | USD | S&P/CS Composite-20 HPI y/y | - | 1.4% | 1.6% |
10:00pm | USD | Pending Home Sales m/m | - | 0.5% | 0.0% |
10:00pm | USD | Richmond Manufacturing Index | - | -5 | -4 |
10:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.0% | 0.2% |