Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Hizbullah Turut Buat Minyak Melaju Bullish
Ancaman Hizbullah Turut Buat Minyak Melaju Bullish
Thursday, 18 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09360

0.02%

GBPUSD

1.30080

0.02%

AUDUSD

0.67280

0.10%

NZDUSD

0.60810

0.12%

USDJPY

156.140

-0.03%

USDCHF

0.88370

-0.05%

USDCAD

1.36810

-0.04%

GOLDUD

2,458.260

0.13%

COFU

81.68

0.18%

USD/IDR

16,100

0.31%

Fokus Crude Oil:

  • Hizbullah mengancam akan menyerang wilayah baru di Israel, jika warga sipil di Lebanon terus menjadi korban.
  • Kementerian energi Rusia usulkan larangan ekspor bensin diperpanjang hingga bulan Oktober, kutip harian RBC.

***********************************************************

Kamis, 18 Juli 2024 - Setelah ditutup menguat sebesar lebih dari dua persen pada perdagangan kemarin, pagi ini harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh eskalasi tensi antara Lebanon dengan Israel, potensi pengetatan pasokan bahan bakar Rusia ke pasar global, dan laporan EIA.

Kekhawatiran potensi meluasnya wilayah perang di Timur Tengah semakin meningkat pasca pemimpin kelompok Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, yang pada hari Rabu mengancam akan meluncurkan rudal ke lokasi-lokasi baru di Israel yang sebelumnya tidak menjadi target serangan, apabila Israel terus menyerang warga sipil di Lebanon. Ancaman tersebut dipicu oleh peningkatan jumlah korban warga sipil di Lebanon dalam beberapa hari terakhir.

Turut mendukung pergerakan harga, Wakil Menteri Energi Rusia Pavel Sorokin melalui surat yang ditujukan kepada Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, mengusulkan agar larangan ekspor bensin dapat diperpanjang hingga bulan Oktober, ungkap harian RBC pada hari Rabu. Kebijakan yang awalnya dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan bahan bakar domestik ini diterapkan selama enam bulan mulai dari 1 Maret hingga 31 Agustus. Namun, larangan itu ditangguhkan pada bulan Mei hingga 30 Juni dan mulai diberlakukan kembali hingga akhir Juli. Novak sendiri pada awal pekan mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan pelarangan hingga bulan Agustus, sesuai dengan rencana awal.

Sentimen positif lainnya datang dari laporan mingguan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA, yang menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 4,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 12 Juli. Laporan EIA menyusul laporan sebelumnya dari API yang melaporkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 4,4 juta barel dalam sepekan, mengindikasikan permintaan minyak yang kuat di pasar energi AS.

Sementara itu, para menteri perdagangan dari kelompok negara G7 pada hari Rabu menegaskan komitmen untuk menggunakan alat perdagangan mereka secara efektif, dan, jika diperlukan, dalam melawan praktik-praktik yang mendistorsi pasar. Pernyataan dari anggota kelompok G7 yang mayoritas merupakan negara UE itu berpotensi memicu peningkatan tensi lebih lanjut antara UE dengan China, yang mengarah pada perang dagang antar kedua negara tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1860K

1852K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

230K

222K

19:30

USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index

 

2.9

1.3

21:00

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.3%

-0.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788