Home
>
News
>
Publication
>
Amerika Serikat Pimpin Koalisi untuk Melindungi Perdagangan Minyak
Amerika Serikat Pimpin Koalisi untuk Melindungi Perdagangan Minyak
Wednesday, 20 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0980

0.05%

GBPUSD

1.2730

0.04%

AUDUSD

0.6763

0.07%

NZDUSD

0.6269

0.08%

USDJPY

143.82

-0.05%

USDCHF

0.8609

-0.10%

USDCAD

1.3331

-0.04%

GOLDUD

2040.09

0.04%

COFU

73.94

0.08%

USD/IDR

15495

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • 10 Negara bergabung dalam koalisi mengamankan perdagangan minyak
  • Persediaan minyak mentah AS

***************************************************************

Rabu, 20 Desember 2023 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini menguat di level 73, hal ini dikarenakan ketegangan di Laut Merah yang yang berlanjut. Turut membuat penguatan harga, perusahaan minyak besar memutuskan penghentian pengiriman

Ketegangan di Laut Merah antara kelompok pemberontak Houthi masih berlangsung. Amerika Serikat membentuk koalisi yang bertujuan melindungi perdagangan di wilayah tersebut. Selain AS, Inggris akan bergabung dengan sejumlah negara termasuk Kanada, Prancis, Italia, Bahrain, Belanda, Seychelles, Spanyol, dan Norwegia dalam upaya bersama mengamankan jalur perdagangan vital ini. 

Terkait pengumuman ini, perusahaan minyak besar seperti BP Plc dan Equinor ASA mengumumkan keputusan untuk menghentikan semua pengiriman melalui jalur air Laut Merah menyusul meningkatnya serangan pemberontak Houthi. Keputusan ini telah menciptakan ketidakpastian dalam pasokan minyak global, terutama mengingat sekitar 8% dari produksi minyak mentah dunia transit melalui Terusan Suez. Para produsen merespons dengan cepat, menilai potensi gangguan pasokan dan mengakibatkan kenaikan harga minyak di pasar global.

Di lain sisi, pasar minyak juga mencermati tingkat persediaan minyak mentah AS berdasarkan data dari API, yang menunjukkan peningkatan produksi sebesar 0.939 juta barel, berlawanan dengan perkiraan awal yang mengantisipasi penurunan sebesar 2.233 juta barel. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan ketidakpastian lebih lanjut dalam dinamika pasar minyak global. 

Dilansir dari Reuters China mencatat pertumbuhan ekonomi 5% pada 2023, namun investasi yang lebih dari 40% outputnya tidak produktif, menyebabkan dampak minim di masyarakat. Tantangan ekonomi memaksa Tiongkok membuat keputusan sulit, dengan dorongan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja diharapkan memperbaiki konsumsi rumah tangga. Meskipun pemerintah menetapkan target pertumbuhan 5% untuk 2024, hal ini tidak cukup untuk mengatasi dampak lockdown 2022. Kondisi ekonomi China juga mempengaruhi fluktuasi harga minyak global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30

US - API Crude Oil Stock Change

0.939M

-2.33M

-2.349M

6:00

USD - FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

22:00

USD - CB Consumer Confidence

-

-

-

22:00

USD - Existing Home Sales

-

3.77M

3.79M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788