| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08260 | 0.04% |
GBPUSD | 1.28560 | 0.03% |
AUDUSD | 0.65380 | 0.09% |
NZDUSD | 0.59500 | 0.13% |
USDJPY | 149.970 | -0.41% |
USDCHF | 0.87800 | -0.08% |
USDCAD | 1.38060 | -0.04% |
GOLDUD | 2,447.730 | 0.04% |
COFU | 78.59 | -0.17% |
USD/IDR | 16,240 | 0.00% |
Kamis, 01 Agustus 2024 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari rilisnya data ekonomi terbaru China yang menunjukkan aktivitas manufaktur yang melesu. Meski demikian, potensi memuncaknya eskalasi perang di Timur Tengah masih menjadi katalis positif bagi pergerakan harga minyak.
Aktivitas manufaktur China menyusut untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan yang memicu kekhawatiran akan membebani pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu pada paruh kedua tahun 2024. PMI manufaktur China turun menjadi 49,8 pada bulan Juli, dari 51,8 pada bulan sebelumnya, ungkap survei yang dirilis oleh Caixin pada hari Kamis. Penurunan pesanan baru untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023 dianggap menjadi faktor penyebab melambatnya output manufaktur, ungkap survei Caixin.
Sementara itu, tewasnya pemimpin kelompok Hamas asal Palestina, Ismail Haniyeh, akibat serangan udara Israel di ibu kota Iran, Teheran, pada Rabu pagi memicu kekhawatiran akan mendorong eskalasi perang di Timur Tengah untuk semakin meluas. Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Haniyeh menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran, kata pejabat senior Hamas Khalil Al-Hayya. Meskipun Israel tidak mengklaim bertanggung jawab, namun dalam siaran televisi Rabu malam, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah memberikan serangan telak kepada sekutu Iran, termasuk Hamas dan Hizbullah, dan memperingatkan akan menanggapi dengan tegas setiap serangan balasan.
Turut menambah kekhawatiran risiko perang Timur Tengah yang lebih luas, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meyakini bahwa serangan di Beirut dan Teheran minggu ini menandai eskalasi yang berbahaya dari konflik di Timur Tengah, kata juru bicaranya, Stephane Dujarric, pada hari Rabu. Untuk itu, negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB menyerukan peningkatan upaya diplomatik internasional untuk mencegah meluasnya konflik Timur Tengah.
Sentimen positif lainnya, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,4 juta barel dan 3,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 26 Juli. Laporan EIA tersebut menguatkan indikasi permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1860K | 1851K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 236K | 235K |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 49.5 | 51.6 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 48.8 | 48.5 |
21:00 | USA - Construction Spending MoM |
| 0.2% | -0.1% |