Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Tertekan, Pasar Cermati Peluang Intervensi Pemerintah Jepang
USDJPY Tertekan, Pasar Cermati Peluang Intervensi Pemerintah Jepang
Friday, 10 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1432

0.10%

GBPUSD

1.3405

0.17%

AUDUSD

0.6943

0.04%

NZDUSD

0.5753

0.42%

USDJPY

162.39

-0.38%

USDCHF

0.8063

-0.17%

USDCAD

1.4167

-0.09%

GOLDUD

4125.25

-0.15%

USD/IDR

18,085

0.00%

Fokus:

  1. Pelemahan Dolar AS setelah risalah The Fed yang kurang hawkish menekan pergerakan USDJPY.
  2. Spekulasi intervensi pemerintah Jepang dan ketidakpastian geopolitik membentuk arah pergerakan Yen.


USDJPY
Jumat, 10 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini turun ke sekitar 161,77 pada awal perdagangan karena Yen Jepang memperoleh dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa otoritas Jepang dapat melakukan intervensi apabila pelemahan mata uang domestik kembali berlanjut. Penurunan pasangan ini juga dipengaruhi oleh melemahnya Dolar AS yang masih berada di bawah tekanan setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve.

Dokumen risalah The Fed memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai prospek suku bunga hingga akhir tahun, sehingga membebani pergerakan Greenback. Walaupun demikian, pelaku pasar masih menilai peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September tetap cukup tinggi, yang berpotensi memberikan dukungan terhadap Dolar AS dan membatasi penurunan USDJPY.

Sementara itu, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian geopolitik yang belum sepenuhnya mereda dapat kembali meningkatkan minat terhadap aset-aset aman, termasuk Dolar AS, sehingga pergerakan pasangan ini masih berpotensi berfluktuasi mengikuti perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Di sisi Jepang, prospek penguatan Yen tetap menghadapi tantangan karena suku bunga domestik masih jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya. Selain itu, tingginya ketergantungan Jepang terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah membuat risiko terhadap perekonomian meningkat apabila gangguan distribusi energi terus berlangsung. Kombinasi faktor tersebut membuat pelaku pasar masih berhati-hati dalam memperkirakan penurunan USDJPY yang lebih dalam. Support USDJPY berada di area 161,20, sementara resistance di area 162,40.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke sekitar 1,1443 pada awal perdagangan hari Jumat seiring melemahnya nilai tukar Dolar AS. Penguatan Euro didukung oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa ECB masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat. Tekanan inflasi inti yang belum sepenuhnya mereda membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral tersebut masih memiliki alasan untuk melanjutkan pengetatan kebijakan apabila diperlukan.

Dokumen risalah rapat ECB mengungkapkan bahwa inflasi diproyeksikan tetap berada di atas sasaran dalam jangka menengah, meskipun suku bunga telah dinaikkan beberapa kali. Situasi ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan tambahan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan dampak lonjakan biaya energi yang dipicu ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, investor tetap mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran karena memburuknya situasi dapat meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset aman, sehingga berpotensi menekan laju kenaikan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1405, sementara resistance di area 1,1475.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 1,3428 pada awal perdagangan hari Jumat setelah Pound Sterling memperoleh dukungan dari pelemahan Dolar AS. Pelaku pasar menyambut positif perkembangan politik di Inggris menyusul proses pergantian kepemimpinan pemerintahan, sementara harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank of England juga semakin menguat.

Mayoritas pelaku pasar kini memperkirakan BoE masih berpeluang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi. Di sisi lain, kondisi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama investor. Jika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai berpotensi bertambah sehingga dapat mengurangi ruang kenaikan pasangan GBPUSD. Support GBPUSD berada di area 1,3385, sementara resistance di area 1,3465.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,6946 pada awal perdagangan hari Jumat setelah Dolar Australia memperoleh dukungan dari meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang tetap ketat di Australia. Pelaku pasar menilai RBA masih berkomitmen menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran, sehingga peluang pengetatan kebijakan tambahan masih terbuka apabila tekanan harga kembali meningkat, terutama akibat kenaikan harga minyak.

Dari sisi Amerika Serikat, risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan pandangan yang beragam mengenai arah suku bunga hingga akhir tahun. Sebagian besar pejabat memperkirakan suku bunga tidak akan banyak berubah, sementara sebagian lainnya masih melihat kemungkinan kenaikan jika kondisi ekonomi mengharuskannya. Selain itu, komentar John Williams yang menyatakan bahwa kenaikan harga energi diperkirakan tidak bersifat berkepanjangan membantu meredakan kekhawatiran investor dan memberikan sentimen positif bagi penguatan AUDUSD. Support AUDUSD berada di area 0,6915, sementara resistance di area 0,6980.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke sekitar 0,5777 pada awal perdagangan hari Jumat, melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung selama beberapa sesi terakhir. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat setelah menaikkan suku bunga pada pertemuan sebelumnya. Sikap tersebut memperkuat daya tarik Dolar Selandia Baru, terlebih ketika Dolar AS sedang mengalami tekanan.

Di sisi lain, risalah pertemuan Federal Reserve mencerminkan belum adanya kesepakatan penuh mengenai arah suku bunga Amerika Serikat hingga akhir tahun, sehingga membebani kinerja Dolar AS. Sentimen pasar juga membaik setelah muncul indikasi kemungkinan tercapainya komunikasi antara Washington dan Teheran yang meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik. Kombinasi pelemahan Greenback dan membaiknya selera risiko pasar menjadi faktor utama yang menopang kenaikan pasangan NZDUSD, meskipun dinamika geopolitik tetap perlu dicermati. Support NZDUSD berada di area 0,5745, sementara resistance di area 0,5805.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak turun ke sekitar 0,8049 pada awal perdagangan hari Jumat setelah Dolar AS kembali berada di bawah tekanan. Berkurangnya ketegangan antara Washington dan Teheran mengurangi minat investor terhadap aset-aset aman, sehingga Greenback kehilangan sebagian daya tariknya. Pelemahan tersebut juga tercermin pada penurunan Indeks Dolar AS yang kembali menyentuh level terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, ruang pelemahan Dolar AS masih berpotensi terbatas karena risiko inflasi tetap tinggi akibat kenaikan harga energi. Situasi tersebut dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat lebih lama. Sementara itu, langkah Ketua The Fed Kevin Warsh membentuk beberapa kelompok kerja yang berfokus pada penyempurnaan kebijakan, inflasi, produktivitas, dan kualitas data ekonomi turut menunjukkan arah kebijakan bank sentral yang tetap berorientasi pada stabilitas jangka panjang. Support USDJPY berada di area 0,8025, sementara resistance di area 0,8075.

USDCAD - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 1,4154 pada perdagangan sesi Asia, dipengaruhi oleh pelemahan Dolar AS serta stabilnya harga minyak mentah WTI di sekitar US$71,75 per barel. Dolar Kanada memperoleh dukungan karena harga minyak tetap bertahan pada level yang relatif tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, meskipun pasar mulai melihat adanya peluang meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rilis data tingkat pengangguran Kanada bulan Juni, yang diperkirakan meningkat menjadi 7,0% dari 6,6% pada bulan sebelumnya. Jika data sesuai atau lebih buruk dari perkiraan, penguatan Dolar Kanada dapat terbatas karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja. Selain itu, keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi dan kenaikan persediaan minyak mentah AS menurut data EIA juga berpotensi menahan kenaikan harga minyak, sehingga dapat membatasi penguatan CAD. Support USDCAD berada di area 1,4120, sementara resistance di area 1,4190.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rilis data tingkat pengangguran Kanada bulan Juni, yang diperkirakan meningkat menjadi 7,0% dari 6,6% pada bulan sebelumnya. Jika data sesuai atau lebih buruk dari perkiraan, penguatan Dolar Kanada dapat terbatas karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja. Selain itu, keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi dan kenaikan persediaan minyak mentah AS menurut data EIA juga berpotensi menahan kenaikan harga minyak, sehingga dapat membatasi penguatan CAD. Support USDCAD berada di area 1,4120, sementara resistance di area 1,4190.




DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30AM

US

Fed Logan Speech 

 

 

 

4:00AM

US

Fed Balance Sheet JUL/08

$6.736T

$6.725T

$6.725T

6:50AM

JP

PPI MoM JUN

0.4%

0.3%

1.1%

6:50AM

JP

PPI YoY JUN

7.1%

6.5%

6.6%

1:15PM

EA

ECB Vujčić Speech 

 

 

 

2:00PM

CH

Consumer Confidence JUN

 

-36

-38

7:30PM

CA

Unemployment Rate JUN

 

7.0%

6.6%

7:30PM

CA

Employment Change JUN

 

10.0K

88K

11:00PM

US

WASDE Report

 

 

 

 

EU

ECOFIN Meeting

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788