Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Tembus 162,00, Penguatan Dolar AS Bayangi Ancaman Intervensi Jepang
USDJPY Tembus 162,00, Penguatan Dolar AS Bayangi Ancaman Intervensi Jepang
Tuesday, 30 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1422

-0.07%

GBPUSD

1.3256

-0.08%

AUDUSD

0.6885

-0.04%

NZDUSD

0.5650

0.05%

USDJPY

161.92

0.09%

USDCHF

0.8070

0.11%

USDCAD

1.4209

0.04%

GOLDUD

4018.65

-1.07%

USD/IDR

17,957

0.00%

Fokus:

  1. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
  2. Potensi intervensi Jepang dan data NFP AS.


USDJPY
Selasa, 30 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 162,07 pada perdagangan sesi Asia, menembus level psikologis 162,00. Penguatan pasangan ini didorong oleh masih kuatnya permintaan terhadap Dolar AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini. Selisih imbal hasil obligasi antara Amerika Serikat dan Jepang yang masih lebar juga terus menjadi faktor utama yang menopang penguatan USD terhadap Yen.

Dari sisi Jepang, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara kembali menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi pergerakan nilai tukar yang dinilai berlebihan. Meski demikian, ia tidak memberikan komentar mengenai level nilai tukar tertentu yang dapat memicu intervensi, sehingga pernyataan tersebut belum mampu menghentikan pelemahan Yen di pasar.

Pelaku pasar masih berhati-hati terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang apabila depresiasi Yen berlangsung terlalu cepat. Namun, selama tidak ada tindakan nyata dari pemerintah maupun Bank of Japan, tekanan terhadap mata uang Jepang diperkirakan tetap berlanjut. Kondisi ini membuat investor lebih memilih mempertahankan posisi beli pada Dolar AS dibandingkan Yen.

Selain itu, fokus pasar pada pekan ini akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP). Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi semakin memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat The Fed, sehingga dapat mendorong USDJPY melanjutkan tren kenaikannya. Sebaliknya, sinyal intervensi yang lebih tegas dari pemerintah Jepang dapat memicu koreksi jangka pendek pada pasangan mata uang ini. Support USDJPY berada di area 161,60, sementara resistance di area 162,40.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,1414 pada perdagangan sesi Asia seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS. Pelemahan euro terjadi setelah pelaku pasar semakin mengurangi ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Turunnya harga energi turut meredakan tekanan inflasi di kawasan euro sehingga mengurangi urgensi bagi ECB untuk melanjutkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Meski Presiden ECB, Christine Lagarde menilai kondisi ekonomi Eropa menjadi lebih tangguh terhadap guncangan eksternal, pasar masih melihat ruang pengetatan kebijakan yang semakin terbatas.

Di sisi lain, prospek kebijakan moneter Amerika Serikat justru memberikan dukungan bagi Dolar AS. Pelaku pasar kini kembali meningkatkan peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan September, didorong oleh ekspektasi ketahanan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS. Fokus investor pada pekan ini akan tertuju pada rilis data ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP) yang berpotensi menjadi penentu arah kebijakan The Fed. Jika kedua data tersebut menunjukkan kondisi ketenagakerjaan yang tetap solid, maka penguatan Dolar AS berpeluang berlanjut dan dapat mempertahankan tekanan terhadap EURUSD. Support EURUSD berada di area 1.1385, sementara resistance di area 1.1450.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3246 pada perdagangan sesi Asia seiring menguatnya Dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Meskipun bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, pelaku pasar masih menilai peluang pengetatan kebijakan moneter tetap terbuka akibat inflasi yang bertahan di atas target. Perhatian investor kini tertuju pada rilis data ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan Dolar AS dalam jangka pendek.

Sementara itu, Poundsterling juga dibayangi ketidakpastian politik di Inggris setelah dinamika pergantian kepemimpinan di Partai Buruh kembali menjadi perhatian pasar. Selain itu, prospek kebijakan moneter Bank of England yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun turut membatasi ruang penguatan mata uang Inggris. Kombinasi sentimen politik domestik dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di Amerika Serikat membuat GBPUSD masih berpotensi menghadapi tekanan selama data ekonomi AS tetap menunjukkan ketahanan. Support GBPUSD berada di area 1.3210, sementara resistance di area 1.3285.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,6882 pada perdagangan sesi Asia, memperpanjang tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Dolar Australia masih berada di bawah tekanan setelah risalah rapat Reserve Bank of Australia menunjukkan bahwa meskipun kondisi moneter dinilai cukup ketat, bank sentral tetap membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi meningkat. Sementara itu, data aktivitas ekonomi Tiongkok yang menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur dan jasa belum mampu memberikan dukungan signifikan terhadap mata uang Australia.

Dari sisi eksternal, penguatan Dolar AS terus membebani AUDUSD seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September. Fokus investor kini tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP), yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membatasi peluang penguatan AUD dalam jangka pendek. Support AUDUSD berada di area 0.6860, sementara resistance di area 0.6915.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5653, meskipun pergerakannya masih terbatas di dalam rentang perdagangan yang telah terbentuk selama sekitar satu pekan terakhir. Dolar Selandia Baru memperoleh dukungan setelah data aktivitas manufaktur dan sektor jasa Tiongkok menunjukkan ekspansi pada bulan Juni. Namun, optimisme tersebut masih tertahan karena pemulihan ekonomi Tiongkok dinilai belum sepenuhnya kuat akibat lemahnya permintaan domestik dan konsumsi masyarakat, sehingga dampak positifnya terhadap mata uang kawasan, termasuk NZD, relatif terbatas.

Di sisi lain, penguatan NZD juga dibatasi oleh kokohnya Dolar AS yang masih didukung meningkatnya permintaan aset safe haven. Ketidakpastian mengenai hubungan Amerika Serikat dan Iran, ditambah berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko. Selain itu, ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan September turut menjaga daya tarik Dolar AS di pasar global.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, dimulai dari ADP Employment Change pada Rabu dan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Kamis. Hasil data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter The Fed. Apabila data menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap solid, Dolar AS berpotensi kembali menguat dan membatasi kenaikan NZDUSD. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi Dolar Selandia Baru untuk melanjutkan penguatannya. Support NZDUSD berada di area 0.5625, sementara resistance di area 0.5675.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,8079 pada perdagangan sesi Asia seiring menguatnya Dolar AS. Penguatan tersebut didukung oleh kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak di sekitar 101,32, mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap Greenback. Pelaku pasar juga tetap optimistis terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve, dengan fokus tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat pekan ini yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga selanjutnya.

Di sisi lain, Franc Swiss cenderung bergerak lebih lemah karena permintaan terhadap aset safe haven mulai berkurang setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih Dolar AS yang masih didukung ekspektasi suku bunga lebih tinggi dibandingkan mata uang safe haven lainnya. Selama DXY bertahan di atas level psikologis 101,00 dan data ekonomi AS tetap solid, USDCHF diperkirakan masih memiliki peluang untuk mempertahankan tren penguatannya. Support USDCHF berada di area 0.8055, sementara resistance di area 0.8105. 

USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,4214, memperpanjang kenaikan seiring menguatnya Dolar AS dan melemahnya Dolar Kanada. Mata uang Kanada masih tertekan oleh penurunan harga minyak mentah, komoditas ekspor utama negara tersebut. Melemahnya harga minyak mengurangi prospek penerimaan sektor energi Kanada sehingga membatasi daya tarik CAD di tengah meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS.

Di sisi lain, Dolar AS terus mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September. Perhatian investor kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP), yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, termasuk perkembangan situasi di sekitar Selat Hormuz, masih mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga menopang pergerakan USDCAD. Support USDCAD berada di area 1.4180, sementara resistance di area 1.4245.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

EU

ECB President Legarde Speech

 

 

 

6:30am

JP

Unemployment Rate

2.5%

1.4%

2.5%

8:00am

NZ

ANZ Business Confident

36.6

11

10

8:30am

AU

RBA Meeting Minutes

 

 

 

5:40pm

GB

BoE Breeden Speech

 

 

 

7:30pm

CA

GDP MoM May

 

0.1%

0.4%

9:00pm

US

JOLTs Job Opening May

 

7.4M

7.618M

9:00pm

US

CB Consumer Confidence

 

94

93.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788