Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1431 | 0.08% |
GBPUSD | 1.3345 | 0.09% |
AUDUSD | 0.6915 | 0.23% |
NZDUSD | 0.5696 | 0.16% |
USDJPY | 161.09 | 0.01% |
USDCHF | 0.8034 | -0.06% |
USDCAD | 1.4180 | -0.02% |
GOLDUD | 4125.81 | 1.56% |
USD/IDR | 17,989 | 0.00% |
Fokus:
USDJPY
Jumat, 3 Juli 2026 - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 161,11. Meski demikian, jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan sebelumnya, pasangan ini masih menunjukkan koreksi yang cukup dalam. Pergerakan tersebut mencerminkan aksi ambil untung yang masih berlanjut usai USDJPY mencatat level tertinggi baru dalam beberapa dekade pada awal pekan.
Di satu sisi, Dolar AS masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven akibat memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan mengenai kekhawatiran Amerika Serikat terhadap potensi eskalasi konflik antara Israel dan Iran, ditambah peringatan Iran terkait kemungkinan keterlibatan AS di Selat Hormuz, menjaga minat investor terhadap mata uang dolar sehingga membatasi tekanan jual pada USDJPY.
Namun, ruang penguatan dolar tetap terbatas setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan. Penambahan lapangan kerja Nonfarm Payrolls (NFP) Juni yang hanya mencapai 57 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu, serta revisi turun data bulan sebelumnya memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih dovish. Kondisi tersebut mengurangi dorongan bagi dolar untuk melanjutkan reli secara agresif.
Sementara itu, Yen Jepang memperoleh dukungan tambahan dari sikap tegas pemerintah Jepang terhadap pergerakan nilai tukar. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, kembali menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan untuk merespons fluktuasi mata uang apabila dibutuhkan. Pernyataan tersebut, ditambah perubahan strategi otoritas Jepang yang lebih fokus menekan aktivitas spekulatif dibandingkan sekadar memberikan sinyal intervensi, meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi penguatan yen dan turut membatasi kenaikan USDJPY. Support USDJPY berada di area 160,70, sementara resistancedi 161,60.
EURUSD - Pasangan mata uang ini sempat bergerak melemah ke kisaran 1,1440 pada awal perdagangan hari Jumat, tertekan oleh meredanya tekanan inflasi di kawasan Zona Euro. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan kawasan tersebut melambat lebih besar dari perkiraan pada Juni, sementara inflasi inti juga mengalami penurunan. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak berada di bawah tekanan untuk segera melanjutkan pengetatan kebijakan moneter, sehingga membebani pergerakan euro.
Di sisi lain, pelemahan EURUSD masih tertahan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari ekspektasi. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Juni yang hanya mencatat penambahan 57 ribu lapangan kerja memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 4,2%, pelemahan pasar tenaga kerja AS tetap membatasi penguatan Dolar AS. Pelaku pasar juga menantikan pidato Presiden ECB, Christine Lagarde, untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter kawasan euro. Support EURUSD berada di area 1,1415, sementara resistance di area 1,1485.
GBPUSD - Pasangan mata uang inidiperdagangkan menguat di kisaran 1,3357, didukung oleh pelemahan Dolar AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat dirilis lebih lemah dari ekspektasi pasar. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Juni yang hanya mencatat penambahan 57 ribu lapangan kerja, jauh di bawah proyeksi 110 ribu, memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve sehingga memberikan tekanan terhadap dolar.
Di sisi lain, Pound Sterling tetap memperoleh dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat. Meskipun bank sentral diperkirakan belum akan mengubah suku bunga pada pertemuan bulan ini, pasar masih melihat peluang yang tinggi terhadap kenaikan suku bunga hingga akhir tahun. Selain itu, pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan politik di Inggris dan arah kebijakan fiskal pemerintah berikutnya, yang dinilai dapat memengaruhi prospek ekonomi serta pergerakan mata uang pound dalam jangka menengah. Support GBPUSD berada di area 1,3325, sementara resistance di area 1,3390
AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 0,6931, didukung oleh pelemahan Dolar AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Juni yang hanya mencatat penambahan 57 ribu lapangan kerja, disertai revisi turun data bulan sebelumnya, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil sikap yang lebih hati-hati dalam kebijakan moneternya. Kondisi tersebut mendorong pelemahan dolar dan memberikan ruang bagi Dolar Australia untuk melanjutkan penguatannya.
Di sisi lain, sentimen terhadap Dolar Australia juga didukung oleh masih ekspansifnya sektor jasa Tiongkok, meskipun laju pertumbuhannya sedikit melambat pada Juni. Sebagai mitra dagang utama Australia, ketahanan aktivitas ekonomi Tiongkok menjadi faktor positif bagi AUD. Meski demikian, kenaikan AUDUSD masih dibatasi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS, sementara minimnya likuiditas akibat libur pasar di Amerika Serikat juga membuat pergerakan pasangan mata uang ini cenderung lebih terbatas. Support AUDUSD berada di area 0,6905, sementara resistance di area 0,6955.
NZDUSD - Pasangan mata uang NZDUSD diperdagangkan menguat di kisaran 0,5705, didukung oleh membaiknya sentimen terhadap aset berisiko setelah rilis data ekonomi Tiongkok. Indeks PMI Jasa Tiongkok memang sedikit turun menjadi 54,1 pada Juni dari 54,4 pada bulan sebelumnya, namun tetap menunjukkan ekspansi yang solid dengan pertumbuhan aktivitas jasa yang masih termasuk salah satu yang terkuat dalam hampir tiga tahun. Kondisi tersebut memberikan dukungan bagi Dolar Selandia Baru yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh prospek ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama.
Di sisi lain, pelemahan Dolar AS turut menopang kenaikan NZDUSD setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya 57 ribu pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melambat sehingga mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve. Sementara itu, pasar juga memperkirakan Reserve Bank of New Zealand akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli sebelum membuka peluang pengetatan secara bertahap mulai September, yang ikut menjaga prospek positif bagi Dolar Selandia Baru. Support NZDUSD berada di area 0,5675, sementara resistance di area 0,5735.
USDCHF - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 0,8029 pada perdagangan Jumat, seiring tekanan jual yang masih membayangi Dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Juni menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya sebanyak 57 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu, sementara data bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah. Kondisi tersebut mendorong investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sehingga membebani pergerakan dolar terhadap Franc Swiss.
Di sisi lain, Franc Swiss tetap mendapat dukungan meskipun inflasi domestik terus berada pada level yang rendah. Data menunjukkan inflasi tahunan Swiss melambat menjadi 0,5% pada Juni, sedangkan inflasi bulanan tidak mengalami perubahan. Angka tersebut memperkuat pandangan bahwa Swiss National Bank (SNB) berpeluang mempertahankan suku bunga di level saat ini karena inflasi masih berada dalam kisaran target. Meski demikian, dampak pelemahan dolar akibat perubahan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi faktor yang lebih dominan sehingga mendorong USDCHF turun ke level terendah dalam lebih dari dua pekan. Support USDCHF berada di area 0,8005, sementara resistance di area 0,8065
USDCAD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 1,4177 pada perdagangan pagi hari setelah mencatat kenaikan terbatas. Pergerakan pasangan ini dipengaruhi oleh tekanan terhadap Dolar Kanada akibat melemahnya harga minyak mentah global. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul perkembangan positif dalam upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mengurangi premi risiko pada pasar energi, sehingga membebani mata uang Kanada yang sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak.
Di sisi lain, pelemahan lebih lanjut USDCAD tertahan karena Dolar AS juga menghadapi tekanan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Juni yang hanya mencatat penambahan 57 ribu lapangan kerja mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve. Namun, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2% membantu menopang dolar sehingga membatasi pelemahan USD. Sementara itu, meski aktivitas manufaktur Kanada masih berada di zona ekspansi, kinerja tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi dampak negatif dari penurunan harga minyak terhadap prospek Dolar Kanada. Support USDCAD berada di area 1,4145, sementara resistance di area 1,4215.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | US | Fed balance Sheet | $6,725T | $6.5T | $6.736T |
3:00pm | EU | ECB President Lagarde Speech |
|
|
|
3:00pm | EU | S&P Global Services PMI Final |
| 49.5 | 48.5 |
3:30pm | GB | S&P Global Services PMI Final |
| 48.7 | 49.3 |
10:00pm | GB | BoE Gov Bailey Speech |
|
|
|