| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13290 | -0.05% |
GBPUSD | 1.33180 | 0.08% |
AUDUSD | 0.71820 | -0.06% |
NZDUSD | 0.67970 | -0.19% |
USDJPY | 113.650 | -0.03% |
USDCHF | 0.91890 | 0.07% |
USDCAD | 1.27710 | 0.13% |
GOLDUD | 1799.160 | 0.24% |
COFR | 1030187 | 0.22% |
USD/IDR | 14350 | 0.21% |
Jumat, 17 Desember 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih berada pada tren bullish didukung oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Ukraina dan Rusia, serta data positif ekspor minyak Saudi. Meski demikian, meningkatnya kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian Omicron membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Ukraina pada hari Kamis menyerukan kepada beberapa pemimpin Uni Eropa agar Rusia dijatuhkan sanksi sehubungan dengan meningkatnya kehadiran pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Salah satu yang masuk dalam daftar sanksi potensial itu menargetkan Nord Stream 2, jalur pipa gas milik Rusia yang melewati Ukraina. Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang semakin meningkat tersebut, memicu spekulasi akan terganggunya sektor energi Rusia yang merupakan pemimpin dari sekutu OPEC.
Turut mendukung harga minyak, ekspor minyak mentah Arab Saudi bulan Oktober menunjukkan kenaikan selama 6 bulan berturut-turut ke level tertinggi sejak April 2020, ungkap laporan yang dirilis hari Kamis oleh Joint Organisation Data Initiative (JODI). Laporan tersebut mengindikasikan permintaan pasar yang positif meskipun di tengah meningkatnya kasus Covid-19 serta varian Omicron.
Sementara itu, kasus Covid-19 di kota New York naik berlipat ganda hanya dalam kurun waktu tiga hari, ungkap pernyataan yang dirilis hari Kamis oleh Dr. Jay Varma, penasihat kesehatan utama Walikota Bill de Blasio. Hasil positif tes Covid-19 di New York hingga 12 Desember naik menjadi 7.8% dari 3.9% pada 3 hari sebelumnya. New York dan New Jersey merupakan dua negara bagian AS dengan penyebaran paling cepat dari varian Omicron, ungkap data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan diberlakukannya kembali pembatasan menjelang liburan natal dan tahun baru di AS yang berpotensi mengurangi permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,050,000 - 1,070,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,010,000 - 990,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
13:00 | USA - Fed Gov. Christoper Waller Speech |
|
|
| |||||