| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18350 | -0.02% |
GBPUSD | 1.38910 | -0.09% |
AUDUSD | 0.73800 | 0.07% |
NZDUSD | 0.70520 | -0.06% |
USDJPY | 109.480 | 0.17% |
USDCHF | 0.90650 | 0.10% |
USDCAD | 1.25400 | -0.06% |
GOLDUD | 1811.385 | -0.08% |
COFR | 973939 | 0.56% |
USD/IDR | 14310 | 0.17% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 05 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish, didukung oleh ketegangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah. Namun, ancaman terhadap permintaan bahan bakar yang dipicu oleh peningkatan kasus Covid-19 terus membayangi pergerakan harga minyak.
Menyusul ketegangan yang meningkat di kawasan perairan laut Arab dalam beberapa hari terakhir, pesawat Israel pada Kamis pagi waktu setempat dilaporkan menyerang lokasi peluncuran roket di Libanon selatan sebagai tanggapan atas peluncuran roket dari Libanon pada hari Rabu yang menghantam Israel.
Dari sisi pasokan, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam merilis laporan mingguan yang menunjukkan kenaikan tak terduga sebesar 3.6 juta barel untuk stok minyak mentah AS, yang sebelumnya diperkirakan akan turun sebesar 3.1 juta barel. Namun, untuk stok bensin mengalami penurunan sebesar 5.3 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi sebelumnya yaitu turun sebesar 1.8 juta barel. Kenaikan stok minyak mentah yang disertai dengan penurunan stok bensin, mengindikasikan permintaan bahan bakar yang stabil, ungkap EIA. Sementara dari sisi produksi, EIA melaporkan tidak terjadi perubahan dari posisi di pekan sebelumnya atau masih bertahan di level 11.2 juta barel.
Sementara itu, lonjakan kasus Covid-19 di China memaksa pemerintah kembali menerapkan pembatasan dan penguncian serta membatalkan jadwal penerbangan untuk mengekang penyebaran varian delta di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut. Otoritas kesehatan China pada hari Rabu melaporkan 71 kasus infeksi lokal baru, yang merupakan kenaikan selama lima hari berturut-turut sejak 30 Juli dan sekaligus merupakan rekor tertinggi sejak 30 Januari. Sejauh ini, penyebaran telah mencapai hampir setengah dari 32 provinsi di China hanya dalam dua minggu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Trade Balance | - | $-73.9B | $-71.2B | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims | - | 3260K | 3269K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims | - | 384K | 400K | |||||