Home
>
News
>
Publication
>
Tensi Eropa Timur Mereda, Minyak Kembali Meredup
Tensi Eropa Timur Mereda, Minyak Kembali Meredup
Wednesday, 09 February 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.14150

0.10%

GBPUSD

1.35400

0.16%

AUDUSD

0.71460

0.21%

NZDUSD

0.66480

0.11%

USDJPY

115.530

-0.15%

USDCHF

0.92450

-0.03%

USDCAD

1.27100

-0.13%

GOLDUD

1825.700

0.12%

COFR

1290839

-0.45%

USD/IDR

14365

0.02%

Fokus Crude Oil:

  1. Presiden Prancis telah meyakinkan Rusia untuk tidak meningkatkan tensi dengan Ukraina.
  2. Produksi minyak AS tahun 2023 akan tumbuh lebih dari yang diperkirakan, ungkap EIA.

***************************************************************

Rabu, 9 Februari 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal meredanya tensi di Eropa timur serta tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi nuklir Iran. Meski demikian, laporan positif persediaan minyak AS memberikan dukungan pada harga minyak yang membatasi penurunan lebih lanjut.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Selasa, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dia telah meyakinkan Rusia Vladimir Putin untuk tidak meningkatkan krisis dengan Ukraina, menjelang pembicaraan di Kyiv yang bertujuan meredakan kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut terkait situasi di Eropa timur yang telah memanas akhir-akhir ini.

Turut membebani harga minyak, tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan nuklir AS - Iran memicu potensi kembalinya barel Iran yang akan menambah pasokan sekitar 1% ke pasar minyak global. Para pejabat yang hadir dalam pembicaraan yang berlangsung hari Selasa tersebut mengisyaratkan sebuah kesepakatan di depan mata. Kedua belah pihak masih menunggu keputusan akhir mengenai pencabutan sanksi AS lebih lanjut, yang akan menjadi langkah terakhir negosiasi, ungkap kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell. 

Sementara itu, dalam laporan Outlook Energi Jangka Pendek bulan Februari yang dirilis hari Selasa, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) merevisi naik perkiraan produksi minyak AS dari rata-rata sebelumnya 12.4 juta bph menjadi 12.6 juta bph pada 2023, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak 2019. Untuk produksi tahun ini juga direvisi lebih tinggi menjadi 11.9 juta bph dari proyeksi sebelumnya 11.8 juta bph. Dari sisi konsumsi, EIA memperkirakan secara global akan mencapai 100.6 juta bph tahun ini, direvisi lebih tinggi dari perkiraan terakhir 100.5 juta bph, dan akan meningkat menjadi 102.5 juta bph pada 2023.

Dari sisi persediaan dilaporkan bahwa stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 2.03 juta barel, ungkap grup industri American Petroleum Institute (API). Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang positif di pasar energi AS. Namun, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,305,000 - 1,325,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,265,000 - 1,245,000 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

N/A

11.5M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

0.675M

-1.046M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

1.550M

2.119M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788