Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Geopolitik dan Inflasi Dorong AUDUSD Turun
Tekanan Geopolitik dan Inflasi Dorong AUDUSD Turun
Thursday, 09 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1661

-0.09%

GBPUSD

1.3396

-0.10%

AUDUSD

0.7045

-0.28%

NZDUSD

0.5722

1.78%

USDJPY

158.65

0.16%

USDCHF

0.7918

0.03%

USDCAD

1.3844

0.09%

GOLDUD

4727.55

-0.36%

USD/IDR

16,940

0.47%

Fokus:

  1. Ketidakpastian gencatan senjata menekan aset berisiko, melemahkan AUD dan menguatkan USD sebagai safe haven.
  2. Kenaikan harga energi mendorong inflasi dan memperkuat ekspektasi pengetatan oleh Reserve Bank of Australia.

AUDUSD
Kamis, 09 April 2026 - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 0.7025 pada sesi hari Kamis, mengakhiri tren penguatan tiga hari sebelumnya seiring memudarnya sentimen optimisme pasar. Dolar Australia tertekan setelah muncul laporan bahwa kerangka kesepakatan 10 poin terkait konflik Timur Tengah belum memiliki komitmen penuh dari semua pihak, sehingga meningkatkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata.

Di sisi lain, konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan terus mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi global. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu lebih lama, guna mengendalikan tekanan harga yang masih tinggi.

Reserve Bank of Australia sebelumnya telah menaikkan suku bunga menjadi 4,10% sebagai respons terhadap inflasi yang persisten. Pasar kini memperkirakan adanya kenaikan lanjutan, dengan suku bunga berpotensi mencapai sekitar 4,61% pada akhir tahun, yang menjadi faktor penopang bagi dolar Australia meskipun tekanan jangka pendek masih berlangsung.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah pernyataan dari Mohammad Bagher Ghalibaf yang menilai adanya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, serta laporan gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Situasi ini berpotensi mendukung Dolar AS sebagai aset safe haven, sementara pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi AS (CPI) yang diperkirakan meningkat akibat lonjakan harga minyak. Support AUDUSD berada di area 0.7000 sementara resistance berada di area 0.7070.

EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan dengan tekanan ringan di kisaran 1.1650 pada sesi hari Kamis, seiring pelemahan euro terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian terkait gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan menunjukkan bahwa bentrokan sporadis masih terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk di Lebanon, yang dinilai oleh pihak Iran sebagai pelanggaran kesepakatan. Kondisi ini meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, sehingga membebani pergerakan EURUSD dalam jangka pendek.

Di sisi lain, perhatian pasar tertuju pada rilis data inflasi AS (CPI) yang diperkirakan meningkat akibat lonjakan harga energi, yang berpotensi memperkuat dolar jika hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi. Namun, pelemahan euro cenderung terbatas oleh sikap hawkish European Central Bank, dengan peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat masih terbuka. Pasar bahkan telah mengantisipasi dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, yang dapat menjadi penopang bagi euro di tengah tekanan eksternal. Support EURUSD berada di area 1.1620 sementara resistance berada di area 1.1700.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1.3382 pada hari Kamis setelah sebelumnya sempat menguat, seiring meningkatnya keraguan terhadap keberlanjutan kesepakatan gencatan senjata. Pernyataan bahwa kesepakatan tersebut bersifat “rapuh” serta meningkatnya eskalasi konflik, termasuk serangan besar Israel di Lebanon, menambah tekanan pada sentimen pasar dan membatasi penguatan pound sterling.

Dari sisi fundamental Inggris, data terbaru menunjukkan pelemahan, dengan harga rumah turun dan aktivitas sektor konstruksi masih berada di zona kontraksi, mencerminkan kondisi ekonomi yang kurang solid. Sementara itu, risalah rapat Federal Open Market Committee menegaskan sikap hati-hati Federal Reserve, dengan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga energi. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data penting AS seperti PCE, GDP, dan CPI yang berpotensi memengaruhi arah dolar AS dan pergerakan pasangan ini dalam jangka pendek. Support GBPUSD berada di area 1.3350 sementara resistance berada di area 1.3450. 

NZDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0.5824 pada sesi hari Kamis, didorong oleh penguatan Dolar Selandia Baru setelah sikap hawkish pause dari Reserve Bank of New Zealand. Bank sentral mempertahankan suku bunga di level 2,25% sesuai ekspektasi pasar, namun pernyataan Gubernur Anna Breman mengindikasikan pendekatan “wait and see” di tengah tekanan harga minyak yang membebani daya beli dan margin bisnis.

Di sisi lain, potensi resolusi konflik Timur Tengah dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun ketegangan geopolitik yang kembali meningkat—termasuk tuduhan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran—berpotensi menopang Dolar AS sebagai aset safe haven. Pernyataan dari Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang mengecualikan konflik dengan Hezbollah juga menambah ketidakpastian pasar. Support NZDUSD berada di area 0.5790 sementara resistance berada di area 0.5850.

USDJPY - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatan dan kembali mendekati level 159.00 pada sesi hari Kamis, setelah sebelumnya rebound dari area terendah hampir tiga minggu di bawah 158.90. Pergerakan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya setelah muncul keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara AS dan Iran. Eskalasi militer di Lebanon serta potensi Iran keluar dari kesepakatan turut menahan optimisme pasar dan menopang USD.

Di sisi lain, laporan gangguan distribusi energi di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Kondisi ini berdampak negatif bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi, sehingga memberikan tekanan pada yen dan memperkuat pergerakan USDJPY.

Namun, kenaikan pasangan ini berpotensi terbatas oleh sikap dovish dari Federal Reserve. Notulen Federal Open Market Committee menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga jika inflasi melandai. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi AS seperti PCE dan CPI sebagai katalis utama arah pergerakan selanjutnya. support USDJPY berada di area 158.30 sementara resistance berada di area 159.50.

USDCHF - Mata uang Franc Swiss bergerak di kisaran 0.7920 per Dolar AS, seiring meredanya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven setelah adanya harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah melalui gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran. Kesepakatan Iran untuk menjaga kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi berbasis energi.

Di sisi domestik, inflasi Swiss meningkat pada bulan Maret, didorong oleh kenaikan biaya energi, khususnya minyak pemanas. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak penguatan franc terhadap penurunan harga impor mulai diimbangi oleh tekanan harga energi, sehingga mengurangi tekanan bagi Swiss National Bank untuk segera menyesuaikan kebijakan moneternya. Support USDCHF berada di area 0.7850 sementara resistance berada di area 0.7920.

USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1.3857 pada awal sesi hari Kamis setelah sebelumnya melemah selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian terkait keberlanjutan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, yang kembali menekan sentimen risiko global.

Di sisi kebijakan, notulen rapat bulan Maret dari Federal Reserve menunjukkan bahwa bank sentral masih mengadopsi pendekatan “wait and see”. Mayoritas anggota Federal Open Market Committee mendukung untuk mempertahankan suku bunga, dengan pandangan bahwa kebijakan saat ini sudah mendekati level netral, sehingga ruang untuk pengetatan lanjutan menjadi terbatas.

Namun, potensi kenaikan USDCAD bisa tertahan oleh penguatan Dolar Kanada yang didukung oleh kenaikan harga minyak. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate naik setelah laporan gangguan pengiriman di Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Lebanon. Selain itu, pernyataan dari Mohammad Bagher Ghalibaf mengenai pelanggaran kesepakatan serta upaya diplomatik lanjutan juga menjaga volatilitas pasar tetap tinggi. Support USDCAD berada di area 1.3800 sementara resistance: 1.3900.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:05am

USD

FOMC Member Daly Speaks

 

 

 

1:00am

USD

FOMC Meeting Minutes

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

 

38.3

40

3:00pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

 

 

 

3:30pm

GBP

BOE Credit Conditions Survey

 

 

 

Tentative

EUR

Spanish 10-y Bond Auction

 

 

3.48|2.3

7:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

 

0.40%

0.40%

7:30pm

USD

Final GDP q/q

 

0.70%

0.70%

7:30pm

USD

Final GDP Price Index q/q

 

3.80%

3.80%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

210K

202K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788