| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10260 | 0.04% |
GBPUSD | 1.24960 | 0.10% |
AUDUSD | 0.66300 | 0.14% |
NZDUSD | 0.61390 | 0.16% |
USDJPY | 133.950 | 0.15% |
USDCHF | 0.89430 | -0.04% |
USDCAD | 1.35910 | -0.07% |
GOLDUD | 1,986.690 | 0.17% |
COFU | 74.91 | 0.03% |
USD/IDR | 14,650 | 0.07% |
Jumat, 28 April 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat tipis di dukung oleh beberapa sentimen positif antara lain tanggapan balasan OPEC atas peringatan IEA, isyarat OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi, dan potensi gangguan di jalur pelayaran Teluk Oman.
Sekretaris Jenderal OPEC, Haitham Al Ghais, mengecam keras pernyataan yang dilontarkan hari Rabu oleh Fatih Birol, direktur eksekutif IEA, yang memperingatkan agar OPEC berhati-hati untuk tidak memangkas produksi terlalu banyak, jangan sampai harga minyak mentah naik ke titik yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan menekan konsumen untuk beralih dari bahan bakar fosil yang mahal ke energi terbarukan dan EV. Dalam tanggapan balasan yang disampaikan hari Kamis, Al Ghais menegaskan bahwa seruan dari Barat agar OPEC menghentikan investasi dalam minyak dan gas adalah hal yang justru dapat menyebabkan volatilitas harga di masa depan. Selain itu, ada begitu banyak faktor di pasar yang berkontribusi pada kenaikan harga minyak, bukan hanya disebabkan oleh kebijakan OPEC saja, tambahnya.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Kamis mengatakan bahwa OPEC+ tidak melihat perlunya pengurangan produksi lebih lanjut meskipun permintaan China lebih rendah dari perkiraan, akan tetapi organisasi tersebut selalu dapat menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Novak juga optimis bahwa Rusia dapat mencapai produksi yang ditargetkan bulan ini setelah mengumumkan pemotongan 500 ribu bph, atau 5% dari produksi minyaknya, hingga akhir tahun.
Sentimen positif lainnya datang dari keamanan situasi di jalur pelayaran Teluk Oman pasca Iran dilaporkan telah melakukan penyitaan terhadap sebuah kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman pada hari Kamis. Angkatan Laut AS mengidentifikasi kapal itu sebagai Advantage Sweet, dan menurut data pelacakan kapal Refinitiv, itu adalah kapal tanker minyak mentah Suezmax yang disewa oleh perusahaan minyak besar Chevron dan terakhir berlabuh di Kuwait. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan berdampak pada harga minyak di pasar global karena sekitar seperlima dari minyak mentah dan produk minyak dunia melewati Selat Hormuz, titik sempit antara Iran dan Oman yang juga telah dilalui oleh Advantage Sweet, menurut data dari perusahaan analitik Vortexa.
Sementara itu, perusahaan minyak negara Saudi Aramco yang berpotensi memangkas harga jual resmi (OSP) minyak tujuan Asia untuk penyerahan bulan Juni. Aramco diperkirakan dapat memangkas harga sekitar 40 sen per barel, ungkap survei yang dilakukan Reuters terhadap lima sumber pedagang. OSP Aramco biasanya dirilis sekitar tanggal lima setiap bulan, dan menjadi acuan harga bagi eksportir Timur Tengah lain seperti Iran, Kuwait, dan Irak, yang memengaruhi sekitar 9 juta bph minyak mentah yang menuju ke Asia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Core PCE Price Index MoM |
| 0.3% | 0.3% |
19:30 | USA - Personal Income MoM |
| 0.2% | 0.3% |
19:30 | USA - Personal Spending MoM |
| -0.1% | 0.2% |
20:45 | USA - Chicago PMI |
| 43.5 | 43.8 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 63.5 | 62.0 |