Home
>
News
>
Publication
>
Suramnya Data Ekonomi China Batasi Pergerakan Minyak
Suramnya Data Ekonomi China Batasi Pergerakan Minyak
Tuesday, 11 April 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08610

-0.05%

GBPUSD

1.23810

-0.09%

AUDUSD

0.66410

-0.24%

NZDUSD

0.62160

-0.26%

USDJPY

133.590

0.38%

USDCHF

0.90930

0.05%

USDCAD

1.35090

-0.13%

GOLDUD

1,990.100

0.00%

COFU

79.88

0.43%

USD/IDR

14,920

-0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Konsumsi bahan bakar di India pada bulan Maret melonjak ke rekor tertinggi.
  • Penjualan kendaraan di China bulan Maret alami stagnasi dibanding periode yang sama tahun lalu.

***************************************************************

Selasa, 11 April 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi naik tipis di dukung oleh sentimen pasca rilisnya data konsumsi bahan bakar India pada bulan Maret. Meski demikian, penjualan kendaraan di China pada bulan Maret yang mengalami stagnasi serta proyeksi bernada negatif dari CitiGroup, membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Konsumsi bahan bakar di India melonjak ke rekor tertinggi pada bulan Maret, naik sebesar 5% dari tahun sebelumnya, ungkap data staistik terbaru yang dirilis Kementerian Perminyakan India pada hari Senin. Meningkatnya permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar ketiga dunia itu dipicu oleh melonjaknya ekspor produk minyak ke Eropa di tengah sanksi Barat terhadap Rusia dan kebangkitan kembali perjalanan yang meningkatkan permintaan bahan bakar jet.

Sementara itu, data statistik terbaru menunjukkan bahwa penjualan kendaraan di China sepanjang bulan Maret mencapai 1.61 juta unit, atau tidak berubah dari periode yang sama pada 2022, kata Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), pada hari Senin. Dan, jika dilihat secara kuartal, dalam tiga bulan pertama tahun ini, penjualan mobil telah merosot turun sebesar 13.4% menjadi 4.33 juta unit, tambahnya. Data dari CPCA tersebut mengindikasikan potensi menurunnya permintaan akan bahan bakar di negara importir minyak terbesar kedua dunia.

Turut membebani di sisi permintaan, pada akhir tahun nanti, harga minyak akan cenderung turun di bawah $80 per barel bahkan dengan upaya nyata OPEC baru-baru ini untuk mendukung level tersebut dengan pemotongan tak terduga, kata Ed Morse, kepala penelitian komoditas global di CitiGroup pada hari Senin. Morse juga menambahkan bahwa pemulihan ekonomi di China yang telah lama ditunggu lebih lambat dari yang diharapkan, sementara prospek perlambatan ekonomi di Barat melumpuhkan permintaan.

Untuk melihat arah pergerakan minyak selanjutnya, fokus pasar akan tertuju pada laporan mingguan stok minyak AS versi grup industri yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute (API) pada Selasa sore pukul 16.30 waktu setempat, dan disusul oleh versi badan statistik pemerintah pada Rabu malam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

89.6

90.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788