Home
>
News
>
Publication
>
Situasi Covid di China Kian Mengkhawatirkan, Harga Minyak Ikut Terpukul
Situasi Covid di China Kian Mengkhawatirkan, Harga Minyak Ikut Terpukul
Thursday, 28 April 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05550

-0.17%

GBPUSD

1.25530

-0.18%

AUDUSD

0.71240

-0.11%

NZDUSD

0.65420

-0.24%

USDJPY

128.420

0.27%

USDCHF

0.96900

0.03%

USDCAD

1.28170

0.01%

GOLDUD

1885.000

-0.19%

COFU

102.11

-0.96%

USD/IDR

14435

0.21%

Fokus Crude Oil:

  1. Infeksi baru di Beijing naik dari 34 kasus menjadi 50 kasus dalam sehari; Hangzhou akan lakukan pengujian massal mulai 28 April.
  2. Prancis akan mengadakan pertemuan energi UE pada 2 Mei guna membahas masalah pasokan gas Rusia.

***************************************************************

Kamis, 28 April 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terkait perkembangan situasi Covid di China. Meski demikian, sinyal dimulainya babak baru krisis gas di Eropa memberikan dukungan yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Kekhawatiran akan potensi penguncian di Beijing menyusul Shanghai semakin menguat pasca pihak otoritas kota Beijing melaporkan peningkatan kasus infeksi baru menjadi 50 kasus pada 27 April, naik dari 34 kasus pada hari sebelumnya. Sementara itu, pengujian massal Covid di kota Hangzhou - lokasi dari raksasa perusahaan e-commerce Alibaba - dijadwalkan akan dimulai pada hari Rabu.

Masih dari China, para profesional sektor keuangan di Shanghai dikabarkan sedang bersiap untuk pindah kembali ke Hong Kong dan lokasi lain pasca penguncian di Shanghai yang telah berlangsung selama sebulan belum menunjukkan tanda-tanda akan dibuka kembali. Berita tersebut memberikan sentimen negatif terhadap sektor keuangan di Shanghai yang selama ini menjadi kota pusat keuangan China.

Turut membebani pergerakan harga minyak, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan dilaporkan mengalami kenaikan sebesar hampir 700 ribu barel, ungkap badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA). Meskipun kenaikan stok tersebut lebih rendah dari perkiraan awal, yakni sebesar 2 juta barel, namun dari data tersebut mengindikasikan permintaan minyak yang sedang lesu di pasar AS. Selain itu, EIA juga melaporkan untuk produksi minyak AS masih bertahan pada level 11.9 juta barel atau tidak mengalami perubahan dari pekan sebelumnya.

Sementara itu, dukungan terhadap pasar minyak datang dari sinyal dimulainya gangguan pasokan gas di Eropa. Pasca raksasa energi Gazprom Rusia menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria pada hari Rabu karena menolak membayar dalam rubel, para menteri energi Uni Eropa (UE) berencana mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin nanti untuk membahas situasi tersebut, kata Prancis pada hari Rabu. Mengutip dari Bloomberg, dilaporkan bahwa sebanyak 10 perusahaan Eropa telah membuka rekening di Gazprombank yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pembayaran Rusia, dan 4 pembeli Eropa telah membayar gas dalam rubel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - GDP Growth Rate QoQ

 

1.1%

6.9%

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1403K

1417K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

180K

184K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788