| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08420 | 0.06% |
GBPUSD | 1.23410 | 0.08% |
AUDUSD | 0.67090 | -0.21% |
NZDUSD | 0.62500 | -0.06% |
USDJPY | 130.880 | 0.55% |
USDCHF | 0.91940 | -0.07% |
USDCAD | 1.36000 | -0.09% |
GOLDUD | 1,972.400 | 0.08% |
COFU | 73.61 | 0.16% |
USD/IDR | 15,110 | -0.17% |
Rabu, 29 Maret 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bullish di dukung oleh sinyal positif permintaan minyak di AS. Meski demikian, isyarat peningkatan ekspor oleh Rusia membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 6.08 juta barel, ungkap grup industri American Petroleum Institute (API) dalam laporan untuk pekan yang berakhir 24 Maret. Selain itu, stok bensin juga mengalami penurunan sebesar 5.89 juta barel. Turunnya stok minyak dan bensin mengindikasikan permintaan yang sedang menguat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA).
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, AS kemungkinan akan mulai membeli kembali minyak mentah untuk Cadangan Minyak Strategis (SPR) pada akhir tahun ini, kata Sekretaris Energi Jennifer Granholm pada hari Selasa. SPR saat ini menampung sekitar 372 juta barel, terendah sejak 1983. Komentar Granholm tersebut mengisyaratkan potensi peningkatan permintaan minyak di AS.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia perlu fokus pada peningkatan ekspor energi ke negara-negara yang disebut ramah, terutama pasokan minyak Rusia ke India mencatat lonjakan 22 kali lipat tahun lalu. Novak juga menambahkan bahwa Rusia akan terus mengembangkan alat asuransi yang diperlukan untuk mendukung perdagangan ini.
Masih dari Rusia, Menteri Energi Nikolai Shulginov pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia telah berhasil mengalihkan penjualan semua ekspor minyak ke Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah dari pasar tradisionalnya di Eropa, sehingga tidak ada penurunan penjualan yang terjadi. Meski demikian, Shulginov memperingatkan bahwa produksi minyak dan gas Rusia diperkirakan akan menurun pada tahun 2023, karena Moskow mendapat tekanan dari pembatasan Barat dan kurangnya pembeli Eropa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 0.092M | 1.117M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.617M | -6.400M |