| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.12840 | -0.01% |
GBPUSD | 1.32570 | -0.05% |
AUDUSD | 0.71670 | -0.15% |
NZDUSD | 0.67730 | -0.18% |
USDJPY | 114.010 | 0.06% |
USDCHF | 0.92500 | -0.05% |
USDCAD | 1.28330 | 0.15% |
GOLDUD | 1777.010 | 0.33% |
COFR | 1021086 | 0.14% |
USD/IDR | 14325 | 0.03% |
Kamis, 16 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih berada pada tren bullish didukung oleh indikasi menguatnya permintaan minyak dan bahan bakar di AS serta ditambah dengan sinyal positif perekonomian di negara konsumen energi terbesar dunia tersebut. Meski demikian, potensi penguncian terbatas akibat penyebaran varian Omicron yang mengancam pertumbuhan permintaan bahan bakar membuat pergerakan harga menjadi terbebani.
Dalam laporan mingguan pasar minyak AS yang dirilis oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa produksi minyak mentah tidak berubah dari posisi pekan lalu di level 11.7 juta barel. Sementara persediaan minyak mentah merosot sebesar 4.59 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2.08 juta barel. Untuk stok bensin secara tak terduga juga mengalami penurunan sebesar 719 ribu barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan akan terjadi peningkatan sebesar 1.61 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan laju permintaan pasar yang positif meskipun di tengah ancaman varian Omicron.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, Bank sentral AS pada hari Rabu mengumumkan rencana untuk mempercepat pengurangan pembelian obligasi bulanan serta mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada tahun depan. Pengumuman tersebut memberikan sinyal positif akan kondisi perekonomian AS yang turut berdampak pada sisi permintaan bahan bakar.
Sementara itu, meskipun ancaman varian Omicron telah mereda, namun potensi pengurangan permintaan bahan bakar seiring dengan dilakukannya tindakan penguncian terbatas masih tetap ada. Inggris dan Afrika Selatan pada hari Rabu melaporkan rekor harian kasus Covid-19. Selain itu menyebarnya varian Omicron dengan cepat mendorong banyak perusahaan di seluruh dunia kembali menerapkan aturan bekerja dari rumah, yang tentunya akan membatasi aktifitas perjalanan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,040,000 - 1,060,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Unemployment Claims |
| 196K | 184K | |||||
21:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.6% | 1.6% | |||||
21:45 | USA - Flash Manufacturing PMI |
| 58.6 | 58.3 | |||||
21:45 | USA - Flash Services PMI |
| 58.9 | 58.0 | |||||