Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Pengurangan Pembelian Minyak Rusia Bebani Pergerakan Emas Hitam
Sinyal Pengurangan Pembelian Minyak Rusia Bebani Pergerakan Emas Hitam
Thursday, 14 April 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08860

0.17%

GBPUSD

1.31140

0.14%

AUDUSD

0.74460

0.19%

NZDUSD

0.67940

0.38%

USDJPY

125.660

-0.31%

USDCHF

0.93470

-0.22%

USDCAD

1.25670

-0.16%

GOLDUD

1977.000

0.06%

COFU

104.20

-0.79%

USD/IDR

14354

-0.06%

Fokus Crude Oil:

  1. Pedagang minyak global berencana mengurangi pembelian minyak Rusia mulai 15 Mei.
  2. AS umumkan tambahan bantuan militer senilai $800 juta ke Ukraina.

***************************************************************

Kamis, 14 April 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish dibebani oleh peningkatan besar pada stok minyak mentah AS serta rencana pengurangan pembelian minyak Rusia mulai Mei. Meski demikian, peningkatan eskalasi konflik di Eropa timur membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 9.38 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 863 ribu barel. Meski demikian untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 3.65 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 388 ribu barel.

Turut membebani harga minyak, pedagang utama minyak global berencana untuk mengurangi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan-perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia pada 15 Mei, ungkap sumber-sumber yang dikutip oleh Reuters. Pengumuman tersebut menyusul komentar dari International Energy Agency (IEA) yang pada hari Rabu memperingatkan mulai Mei nanti sekitar 3 juta bph minyak Rusia dapat ditutup akibat sanksi maupun embargo sukarela. Sebagai tanggapan, Menteri Energi Nikolay Shulginov pada hari Rabu mengatakan bahwa Rusia siap untuk menjual minyak mentah dengan harga berapa pun, tetapi hanya ke negara-negara sahabat. Shulginov juga menambahkan bahwa kisaran harga antara $80 hingga $150 per barel.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada hari Rabu resmi mengumumkan tambahan bantuan militer senilai $800 juta untuk Ukraina. Biden juga menambahkan bahwa dia telah menyetujui transfer helikopter tambahan ke Ukraina. Dengan adanya kucuran bantuan tersebut, kekhawatiran akan ketegangan di Ukraina juga semakin memuncak.

Masih dari Eropa timur, ketegangan di jalur Laut Hitam meningkat pasca pihak Rusia pada hari Kamis mengatakan bahwa kapal utama armada Laut Hitamnya rusak parah dan awaknya dievakuasi setelah ledakan yang diakui oleh Maksym Marchenko, gubernur Ukraina di wilayah sekitar pelabuhan Laut Hitam Odesa, akibat dihantam oleh dua rudal jelajah anti-kapal Neptunus buatan Ukraina.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Core Retail Sales MoM

 

1.0%

0.2%

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.6%

0.3%

19:30

USA - Unemployment Claims

 

172K

166K

21:00

USA - Prelim UoM Consumer Sentiment

 

59.1

59.4

21:00

USA - Business Inventories MoM

 

1.3%

1.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788