| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17090 | 0.08% |
GBPUSD | 1.37390 | 0.10% |
AUDUSD | 0.72490 | 0.19% |
NZDUSD | 0.69160 | 0.10% |
USDJPY | 109.560 | 0.00% |
USDCHF | 0.91430 | -0.11% |
USDCAD | 1.26300 | -0.10% |
GOLDUD | 1785.955 | 0.13% |
COFR | 953306 | -0.09% |
USD/IDR | 14370 | 0.12% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 18 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini masih melanjutkan tren bearish dibebani peningkatan penyebaran Covid-19 secara global yang berpotensi memicu pembatasan dan penguncian baru. Meski demikian, sinyal OPEC+ untuk menahan tambahan pasokan minyak serta laporan API membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Merebaknya penyebaran Covid-19 varian Delta terus membebani pemulihan permintaan minyak. Di AS, Presiden Joe Biden pada hari Selasa mengumumkan rencana untuk memperpanjang persyaratan masker bagi para pelancong di pesawat terbang, kereta api dan bus dan di bandara dan stasiun kereta api hingga 18 Januari nanti. Di Eropa, Prancis mencatat 111 kematian akibat Covid-19 pada hari Selasa, pertama kalinya sejak 1 Juni. Inggris pada hari Selasa melaporkan rekor kematian akibat Covid-19, level tertinggi sejak Maret. Di Asia, beberapa pelabuhan China menghadapi masalah logistik karena penerapan langkah disinfeksi yang lebih ketat di bawah kebijakan virus korona "zero-tolerance" pemerintah China. Jepang pada hari Selasa memperpanjang keadaan daruratnya di Tokyo dan wilayah lain dan mengumumkan langkah-langkah baru yang mencakup tujuh prefektur lagi. Thailand pada hari Rabu mencatatkan rekor peningkatan angka kematian akibat Covid-19 untuk hari kedua berturut-turut.
Sementara itu, OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, mengatakan bahwa pasar saat ini tidak membutuhkan lebih banyak minyak daripada jumlah yang telah direncanakan oleh OPEC+ untuk dirilis dalam beberapa bulan mendatang, meskipun ada tekanan dari AS untuk menambah pasokan agar kenaikan harga minyak dapat terkendali, ungkap empat sumber kepada Reuters hari Selasa. Dalam pertemuan bulan Juli lalu, OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 400 ribu bph mulai Agustus dan akan mengadakan pertemuan berikutnya pada 1 September mendatang.
Turut mendukung harga minyak, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 1.16 juta barel, ungkap data yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 13 Agustus. Angka resmi dari badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) akan dirilis malam nanti yang diperkirakan untuk stok minyak mentah dan stok bensin akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 1.06 juta barel dan 1.67 juta barel. Selain data stok, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 975,000 - 995,000 per barel serta kisaran Support di IDR 935,000 - 915,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.3M | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -1.055M | -0.447M | |||||
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -1.671M | -1.400M | |||||