| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15800 | -0.07% |
GBPUSD | 1.34700 | -0.10% |
AUDUSD | 0.72240 | -0.03% |
NZDUSD | 0.68970 | -0.03% |
USDJPY | 111.270 | 0.02% |
USDCHF | 0.93170 | -0.01% |
USDCAD | 1.26770 | 0.21% |
GOLDUD | 1756.650 | -0.12% |
COFR | 1074216 | -0.35% |
USD/IDR | 14300 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 01 Oktober 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak mendapat dukungan dari potensi lonjakan peningkatan permintaan energi oleh China dalam waktu dekat. Meski demikian, sinyal OPEC+ untuk menambah lebih banyak pasokan ke pasar membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Perdana Menteri Li Keqiang pada hari Kamis menegaskan bahwa China akan melakukan segala upaya untuk memastikan energi, pasokan listrik dan akan menjaga operasi ekonomi dalam kisaran yang wajar. Pernyataan Li tersebut memicu harapan akan terjadi peningkatan permintaan energi dari China yang merupakan importir minyak mentah terbesar dunia sekaligus konsumen terbesar kedua dunia, terlebih saat ini krisis energi juga terjadi di Eropa, sehingga berpotensi terjadi kompetisi dalam proses pengamanan pasokan energi untuk musim dingin nanti.
OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi melampaui kesepakatan yang ada saat ini, ketika bertemu pada hari Senin nanti, ungkap sumber pada hari Kamis. Meski demikian, tidak disebutkan rincian mengenai berapa banyak produksi akan ditingkatkan dan kapan peningkatan akan dilakukan. Di bulan Juli lalu, OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 400 ribu bph tiap bulan.
Turut membebani harga minyak, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell pada hari Kamis mengatakan bahwa pembicaraan antara Iran dengan kekuatan dunia terkait kesepakatan nuklir akan dilanjutkan segera. Senada dengan pernyataan Borrell, juru bicara kementerian luar negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa Iran siap kembali bertemu untuk bernegosisasi kesepakatan nuklir di Wina. Perkembangan tersebut berpotensi mengembalikan barel Iran ke pasar minyak global karena syarat utama yang diajukan Iran untuk kembali ke kesepakatan nuklir adalah pencabutan sanksi AS terutama untuk sektor minyak Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,090,000 - 1,110,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||