| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15940 | 0.09% |
GBPUSD | 1.34220 | 0.19% |
AUDUSD | 0.71750 | 0.32% |
NZDUSD | 0.68690 | 0.16% |
USDJPY | 111.960 | -0.13% |
USDCHF | 0.93410 | -0.07% |
USDCAD | 1.27540 | -0.13% |
GOLDUD | 1726.118 | 0.32% |
COFR | 1070102 | -0.07% |
USD/IDR | 14310 | 0.03% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 30 September 2021 - Sinyal OPEC+ untuk mempertahankan rencana produksinya memberikan dukungan pada harga minyak, namun laporan kenaikan produksi dan persediaan minyak AS serta ancaman dari kasus Covid-19 yang terus membayangi pemulihan permintaan bahan bakar membuat pergerakan harga minyak pagi ini bergerak terkonsolidasi.
OPEC+ kemungkinan akan tetap mempertahankan rencana peningkatan produksi sebesar 400 ribu bph untuk bulan November nanti sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan sebelumnya, meskipun harga minyak telah menembus di atas $80 per barel dan desakan dari konsumen untuk menambah lebih banyak pasokan, ungkap salah satu sumber pada hari Rabu. Komite Teknis Gabungan (JTC) OPEC+ yang bertemu pada hari Rabu memperkirakan pasar minyak akan mengalami defisit 1.1 juta bph tahun ini, dengan asumsi pertumbuhan permintaan sekitar 6 juta bph. Sementara untuk tahun depan diproyeksikan akan terjadi surplus 1.4 juta bph dan pertumbuhan permintaan 4.2 juta bph. OPEC+ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan level menteri pada hari Senin untuk membuat keputusan akhir berdasarkan hasil pertemuan JTC.
Sementara itu, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam melaporkan data mingguan pasar minyak AS yang menunjukkan stok minyak mentah melonjak sebesar 4.6 juta barel, naik tak terduga dibanding prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1.7 juta barel. Untuk stok bensin juga naik sebesar 193 ribu barel, lebih rendah dari prediksi yang memperkirakan kenaikan sebesar 1.4 juta barel. Di sisi produksi juga dilaporkan naik ke level 11.1 juta barel, dari posisi pekan lalu di level 10.6 juta barel.
Lonjakan kasus Covid-19 juga turut membebani pemulihan permintaan bahan bakar. Dari Eropa, Prancis pada hari Rabu berencana memperpanjang keadaan darurat hingga musim panas tahun depan untuk menangani kasus Covid-19 yang terus berlanjut. Sementara itu dari Asia dilaporkan bahwa kasus infeksi harian di Singapura pada hari Rabu mencapai level tertinggi sejak awal pandemi, yang memaksa pemerintah kembali memperketat pembatasan kegiatan. Di Melbourne, negara bagian Australia juga dilaporkan mencapai rekor pandemi di tengah aksi penguncian selama hampir dua bulan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,080,000 - 1,100,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||