| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.19940 | 0.06% |
GBPUSD | 1.39860 | 0.07% |
AUDUSD | 0.76100 | 0.28% |
NZDUSD | 0.70490 | 0.64% |
USDJPY | 110.690 | -0.05% |
USDCHF | 0.90860 | -0.11% |
USDCAD | 1.22800 | -0.02% |
GOLDUD | 1811.900 | 0.64% |
COFR | 1021013 | -0.22% |
USD/IDR | 14250 | 0.35% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 17 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 1,016,000 - 1,021,000 per barel. Meskipun stok minyak mentah AS mengalami penurunan hingga melebihi 7 juta barel, namun lonjakan stok bensin dan kenaikan produksi membebani harga minyak. Selain itu, rencana kenaikan suku bunga AS turut membebani pasar minyak dari sisi permintaan.
Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) merilis laporan mingguan pada hari Rabu malam yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 7.36 juta barel, jauh melebihi prediksi yang memperkirakan penurunan sebesar 3.29 juta barel. Meski demikian, untuk stok bensin secara tak terduga melonjak naik sebesar 1.95 juta barel. Selain itu, EIA juga melaporkan produksi minyak mentah AS naik ke level 11.2 juta barel dari posisi di pekan sebelumnya di level 11 juta barel.
Dari AS juga dilaporkan bahwa Federal Reserve pada hari Rabu mengajukan proyeksi kenaikan suku bunga pertama pasca-pandemi hingga tahun 2023. Sinyal kenaikan suku bunga AS yang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan mendorong mata uang dolar naik ke level satu hari terkuat dalam 15 bulan, namun di sisi lain penguatan tersebut memicu kekhawatiran akan terbebaninya permintaan minyak karena transaksi minyak yang dilakukan dalam dolar menjadi lebih mahal dalam mata uang lain.
Sementara itu, Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Rabu memperingatkan para spekulan tentang bahaya taruhan bearish pada harga minyak global. Siklus super seperti itu dapat dipicu oleh kurangnya investasi baru dalam eksplorasi, dan merupakan tugas dari Saudi untuk mencegah siklus super seperti itu, tambah Pangeran Abdulaziz. Pernyataan tersebut semakin menguatkan keyakinan bahwa Saudi akan tetap mempertahankan kebijakan pembatasan produksi dalam pertemuan OPEC+ selanjutnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,040,000 - 1,060,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||