| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.01960 | 0.01% |
GBPUSD | 1.20760 | 0.02% |
AUDUSD | 0.69870 | 0.04% |
NZDUSD | 0.62860 | 0.03% |
USDJPY | 135.000 | -0.17% |
USDCHF | 0.95480 | -0.02% |
USDCAD | 1.28570 | -0.03% |
GOLDUD | 1789.000 | 0.11% |
COFU | 90.69 | -0.54% |
USD/IDR | 14855 | 0.10% |
Selasa, 09 Agustus 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal kemajuan pembicaraan nuklir Iran yang meningkatkan potensi kembalinya barel Iran ke pasar minyak global. Selain itu, peningkatan tensi AS dan China juga turut membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Uni Eropa (UE) pada Senin malam telah mengajukan teks final guna menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, untuk disetujui oleh AS dan Iran, ungkap seorang pejabat senior UE. Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada lagi perubahan yang dapat dilakukan pada isi kesepakatan, yang telah melalui negosiasi selama 15 bulan, sehingga UE mengharapkan keputusan akhir baik dari AS maupun Iran dalam beberapa minggu mendatang. Sinyal kemajuan pembicaraan itu sekaligus meningkatkan potensi bagi Iran untuk dapat kembali mengekspor minyaknya hingga mencapai 1 juta - 1.5 juta bph atau setara 1.5% dari pasokan minyak global, dalam enam bulan.
Kian memanasnya tensi antara AS dan China yang dipicu oleh kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, turut meningkatkan kekhawatiran akan membebani pertumbuhan ekonomi global yang berdampak negatif terhadap permintaan minyak. China pada hari Senin mengumumkan akan kembali mengadakan latihan militer di sekitar Taiwan yang berfokus pada operasi anti-kapal selam dan serangan laut. Pengumuman tersebut menyusul langkah China pada pekan lalu yang melakukan pembatalan atau penangguhan serangkaian kerja sama dengan AS, termasuk militer, dan perubahan iklim, kejahatan transnasional, dan kontranarkotika.
Untuk indikator dalam waktu dekat yang dipantau pasar adalah rilisnya data persediaan minyak mingguan AS oleh grup industri American Petroleum Institute (API), yang biasanya dirilis setiap Selasa sore dan disusul oleh angka resmi versi pemerintah yang dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Prelim Nonfarm Productivity QoQ |
| -4.7% | -7.3% |
19:30 | USA - Prelim Unit Labor Costs QoQ |
| 9.5% | 12.6% |
21:00 | USA - IBD/TIPP Economic Optimism |
| 40.2 | 38.5 |