Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Eskalasi Ketegangan Washington - Teheran Buat Minyak Ikut Terangkat
Sinyal Eskalasi Ketegangan Washington - Teheran Buat Minyak Ikut Terangkat
Wednesday, 08 July 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1413

-0.11%

GBPUSD

1.3353

-0.06%

AUDUSD

0.6928

0.04%

NZDUSD

0.5678

0.11%

USDJPY

162.10

0.19%

USDCHF

0.8079

0.20%

USDCAD

1.4197

0.08%

GOLDUD

4,105.04

-0.01%

COFU

72.38

-0.40%

USD/IDR

17,983

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Arab Saudi pertimbangkan untuk memperluas kapasitas jalur pipa minyak ke pantai barat Laut Merah, ungkap lima sumber.
  • Komando Pusat AS umumkan serangan baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap tiga kapal komersial baru-baru ini.

************************************************************

Rabu, 08 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi turun dipicu oleh sentimen dari potensi peningkatan pasokan minyak Saudi dan negara-negara tetangganya. Meski demikian, sinyal eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran yang kembali mencuat pasca serangan terbaru AS ke Iran dan pencabutan izin penjualan sementara Teheran menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Arab Saudi sedang mempertimbangkan potensi untuk memperluas kapasitas jalur pipa minyak mentahnya ke pantai barat Laut Merah hingga 2 juta bph, ungkap lima sumber pada hari Selasa. Saat ini jalur pipa tersebut dapat mengangkut hingga 7 juta bph. Pihak Saudi telah mengadakan diskusi awal dengan produsen tetangga, termasuk Kuwait mengenai hal itu, tambah sumber. Langkah tersebut akan memungkinkan Saudi dan negara-negara tetangganya untuk mengirim lebih banyak minyak tanpa harus melewati jalur Selat Hormuz.

Sementara itu, Pusat Komando AS pada hari Selasa mengumumkan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS itu menghantam pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik. Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyebut serangan AS tersebut sebagai pelanggaran terhadap memorandum AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu, dan memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil tindakan tegas.

Dukungan lainnya datang dari Departemen Keuangan AS yang pada hari Selasa mengumumkan pencabutan atas izin sementara Iran untuk menjual minyak, yang sebelumnya diberikan sebagai bagian dari nota kesepahaman (MOU) AS dengan Iran. Alasan pencabutan tersebut dikaitkan dengan serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 399.000 barel pada pekan yang berakhir 3 Juli. Untuk stok bensin juga dilaporkan mengalami penurunan sebesar 2,93 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.3%

0.6%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

-3.775M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-2.333M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788