| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1413 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3353 | -0.06% |
AUDUSD | 0.6928 | 0.04% |
NZDUSD | 0.5678 | 0.11% |
USDJPY | 162.10 | 0.19% |
USDCHF | 0.8079 | 0.20% |
USDCAD | 1.4197 | 0.08% |
GOLDUD | 4,105.04 | -0.01% |
COFU | 72.38 | -0.40% |
USD/IDR | 17,983 | 0.00% |
Rabu, 08 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi turun dipicu oleh sentimen dari potensi peningkatan pasokan minyak Saudi dan negara-negara tetangganya. Meski demikian, sinyal eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran yang kembali mencuat pasca serangan terbaru AS ke Iran dan pencabutan izin penjualan sementara Teheran menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Arab Saudi sedang mempertimbangkan potensi untuk memperluas kapasitas jalur pipa minyak mentahnya ke pantai barat Laut Merah hingga 2 juta bph, ungkap lima sumber pada hari Selasa. Saat ini jalur pipa tersebut dapat mengangkut hingga 7 juta bph. Pihak Saudi telah mengadakan diskusi awal dengan produsen tetangga, termasuk Kuwait mengenai hal itu, tambah sumber. Langkah tersebut akan memungkinkan Saudi dan negara-negara tetangganya untuk mengirim lebih banyak minyak tanpa harus melewati jalur Selat Hormuz.
Sementara itu, Pusat Komando AS pada hari Selasa mengumumkan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS itu menghantam pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik. Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyebut serangan AS tersebut sebagai pelanggaran terhadap memorandum AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu, dan memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil tindakan tegas.
Dukungan lainnya datang dari Departemen Keuangan AS yang pada hari Selasa mengumumkan pencabutan atas izin sementara Iran untuk menjual minyak, yang sebelumnya diberikan sebagai bagian dari nota kesepahaman (MOU) AS dengan Iran. Alasan pencabutan tersebut dikaitkan dengan serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 399.000 barel pada pekan yang berakhir 3 Juli. Untuk stok bensin juga dilaporkan mengalami penurunan sebesar 2,93 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Wholesale Inventories MoM |
| 0.3% | 0.6% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| -3.775M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -2.333M |