| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17920 | 0.05% |
GBPUSD | 1.38370 | 0.20% |
AUDUSD | 0.73620 | -0.12% |
NZDUSD | 0.70360 | -0.01% |
USDJPY | 109.690 | -0.31% |
USDCHF | 0.91600 | -0.14% |
USDCAD | 1.25200 | 0.08% |
GOLDUD | 1777.890 | 0.01% |
COFR | 974008 | -0.15% |
USD/IDR | 14385 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 16 Agustus 2021 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih bergerak terkonsolidasi di zona bearish dibebani oleh potensi peningkatan pasokan minyak dari AS serta lonjakan penyebaran Covid-19 secara global memicu pembatasan dan penguncian baru yang berdampak negatif pada permintaan bahan bakar.
Aktivitas pengeboran di AS mengalami peningkatan tajam menurut laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi asal AS, Baker Hughes. Jumlah total rig minyak naik 10 rig menjadi 397 rig untuk pekan yang berakhir 13 Agustus, menandai lonjakan mingguan terbesar sejak April. Dari laporan tersebut mengindikasikan potensi kenaikan pasokan minyak dari produsen serpih AS.
Turut membebani pergerakan harga, penyebaran Covid-19 varian Delta mengancam prospek permintaan global. Di Asia, kasus mendekati rekor di Thailand, Vietnam dan Filipina. Di Iran, pada hari Sabtu memberlakukan penguncian selama satu minggu dan melarang perjalanan efektif dari 16 Agustus hingga 21 Agustus nanti.
Sementara itu, dukungan pada pasar minyak datang dari pernyataan Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, pada hari Minggu yang mengatakan bahwa pemerintah Rusia siap untuk mengambil langkah-langkah keras dalam upaya menjaga harga bahan bakar domestik, termasuk menghentikan ekspor bensin jika situasinya semakin memburuk. Harga bensin di Rusia telah meningkat pesat selama beberapa bulan terakhir yang sebagian disebabkan oleh lonjakan perjalanan wisata domestik karena pembatasan Covid-19 membuat perjalanan internasional lebih sulit.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 940,000 - 920,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index | - | 30 | 43 | |||||