Home
>
News
>
Publication
>
Serangan Hamas Ikut Kobarkan Harga Minyak
Serangan Hamas Ikut Kobarkan Harga Minyak
Monday, 09 October 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05610

-0.04%

GBPUSD

1.22250

-0.11%

AUDUSD

0.63570

-0.11%

NZDUSD

0.59700

-0.13%

USDJPY

149.070

0.03%

USDCHF

0.91000

0.07%

USDCAD

1.36770

-0.25%

GOLDUD

1,832.240

1.05%

COFU

85.25

1.15%

USD/IDR

15,620

0.24%

Fokus Crude Oil:

  • Serangan mendadak Hamas ke Israel pada akhir pekan, picu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
  • Saudi dan produsen Arab anggota OPEC lainnya tegaskan kembali komitmen pemangkasan produksi sukarela.

***************************************************************

Senin, 09 Oktober 2023 - Di tengah penutupan pasar AS hari ini, harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dipicu serangan Hamas ke Israel pada akhir pekan. Selain itu, dukungan juga datang dari pernyataan positif enam produsen Arab terkait pemangkasan produksi sukarela. 

Serangan dadakan berskala besar yang diluncurkan oleh militan Islam Palestina, Hamas, ke Israel pada hari Sabtu, memicu serangan udara balasan dan deklarasi perang resmi dari Israel pada hari Minggu. Serangan Hamas tersebut sekaligus merupakan serangan terluas dan paling berdarah dalam beberapa dekade, karena telah menewaskan lebih dari seribu orang pada akhir pekan ini, dengan lebih dari 600 warga Israel tewas akibat serangan Hamas dan lebih dari 400 warga Palestina tewas saat Israel menggempur Gaza dengan serangan udara. Dikhawatirkan kondisi tersebut berisiko berkembang menjadi perang yang lebih luas dan mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah yang merupakan lokasi dari hampir sepertiga pasokan minyak global.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, enam negara produsen Arab anggota OPEC yakni Bahrain, Irak, Kuwait, Oman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan kembali komitmen terhadap penyesuaian produksi minyak sukarela secara kolektif dan individu, kutip kantor berita resmi Saudi SPA pada hari Minggu.

Sementara itu, tensi AS dan China kembali memanas pasca Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat memasukkan 42 entitas China ke dalam daftar kontrol ekspor pemerintah dengan alasan telah memberikan dukungan terhadap pangkalan industri militer dan pertahanan Rusia – dukungan yang mencakup pasokan sirkuit terpadu asal AS. Selain China, 7 entitas lainnya dari Finlandia, Jerman, India, Turki, Uni Emirat Arab, dan Inggris juga ditambahkan ke daftar kendali ekspor perdagangan AS. Kementerian Perdagangan China bereaksi keras atas aksi AS tersebut dan menyebut tindakan AS sebagai “pemaksaan ekonomi dan intimidasi sepihak”.

Dari Rusia dilaporkan bahwa larangan ekspor diesel melalui jalur pelabuhan dan sebagian besar pembatasan yang diberlakukan pada 21 September resmi dicabut, ungkap pengumuman resmi Pemerintah Rusia pada hari Jumat. Meski demikian, pembatasan untuk ekspor bensin masih tetap berlaku.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

USA - Columbus Day

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788