Home
>
News
>
Publication
>
Sejumlah Sentimen Negatif Tahan Minyak Tetap Bearish
Sejumlah Sentimen Negatif Tahan Minyak Tetap Bearish
Monday, 25 April 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08400

-0.42%

GBPUSD

1.28590

-0.40%

AUDUSD

0.72490

-0.74%

NZDUSD

0.66250

-0.21%

USDJPY

128.580

0.03%

USDCHF

0.95680

-0.01%

USDCAD

1.27060

0.23%

GOLDUD

1930.000

-0.21%

COFU

101.38

-2.12%

USD/IDR

14435

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  1. Nigeria berencana tingkatkan produksi menjadi 1.6 juta barel minyak per hari.
  2. Jalur pipa CPC akan kembali melanjutkan ekspor secara penuh mulai 22 April.

***************************************************************

Senin, 25 April 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bearish dibebani oleh sejumlah sentimen negatif antara lain sinyal peningkatan produksi Nigeria, kembali pulihnya jalur ekspor minyak dari pipa CPC serta tanda-tanda pengetatan pembatasan di Shanghai yang berpotensi mengancam permintaan minyak dari China.

Nigeria mengharapkan untuk meningkatkan produksi menjadi 1.6 juta barel minyak mentah per hari dalam beberapa hari atau satu atau dua minggu ke depan, ungkap Menteri Keuangan Nigeria Zainab Ahmed dikutip oleh Bloomberg pada hari Jumat. Ahmed juga menambahkan bahwa dalam satu bulan terakhir produksi sempat menyentuh level terendah di 1.2 juta bph akibat penutupan sumur yang dipicu oleh masalah kriminalitas. Nigeria sendiri merupakan produsen minyak terbesar di Afrika dan menempati posisi produsen terbesar ke 6 dalam OPEC dengan total produksi minyak mencapai sekitar 1.8 juta bph pada tahun 2020.

Masih dari sisi pasokan, jalur pipa Caspian Pipeline Consortium (CPC) direncanakan akan kembali melanjutkan ekspor penuh mulai 22 April setelah perbaikan selama hampir 30 hari akibat serangan badai di Laut Hitam, ungkap tiga sumber yang dikutip Reuters pada hari Jumat. Jalur pipa CPC membawa sekitar 1.2 juta bph minyak mentah utama Kazakhstan, berkontribusi sekitar 1.2% dari permintaan minyak global. Namun, sejak akhir Maret, pemuatan dari terminal CPC hanya dapat dilakukan melalui 1 dari 3 jalur pemuatan akibat kerusakan karena badai, yang berdampak memangkas ekspor minyak Kazakhstan hingga sepertiga dari jalur CPC.

Turut membebani pergerakan harga minyak, China berpotensi memperketat pembatasan pasca otoritas kota Shanghai dilaporkan mendirikan pagar di luar bangunan tempat tinggal. Kota terpadat sekaligus pusat keuangan China tersebut melaporkan 51 kematian baru pada 24 April, naik dari 39 kematian pada hari sebelumnya, ungkap pemerintah setempat pada hari Senin. China merupakan negara importir minyak terbesar pertama dunia, sehingga dengan adanya pembatasan yang lebih ketat, maka turut memicu kekhawatiran akan terjadinya penurunan aktifitas perjalanan yang sekaligus akan berdampak pada berkurangnya penggunaan bahan bakar.

Fokus pasar juga tertuju pada Uni Eropa (UE) yang dilaporkan sedang mempersiapkan sanksi yang salah satunya menargetkan embargo minyak Rusia, ungkap wakil presiden eksekutif Komisi Eropa, Valdis Dombrovskis pada hari Senin. Penerapan sanksi tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak di UE, pasalnya Rusia merupakan pemasok minyak terbesar yang berkontribusi terhadap 26% dari total impor minyak UE.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $105 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Chicago Fed National Activity Index

 

 

0.51

21:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

 

8.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788