Home
>
News
>
Publication
>
Saudi, UEA Serta Rusia Mantap Pertahankan Produksi, Minyak Ikut Terdongkrak
Saudi, UEA Serta Rusia Mantap Pertahankan Produksi, Minyak Ikut Terdongkrak
Tuesday, 16 November 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.13660

0.11%

GBPUSD

1.34210

0.04%

AUDUSD

0.73460

0.18%

NZDUSD

0.70500

-0.01%

USDJPY

114.120

0.12%

USDCHF

0.92500

-0.06%

USDCAD

1.25140

-0.11%

GOLDUD

1862.560

0.18%

COFR

1148397

0.58%

USD/IDR

14190

0.11%

Fokus Crude Oil:

  1. Saudi, UEA dan Rusia tolak seruan AS untuk menambah lebih banyak pasokan.
  2. Produksi minyak AS bulan Desember dari ladang Permian Basin berpotensi melampaui rekor pra-pandemi.


Selasa, 16 November 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish setelah tiga produsen utama OPEC+ menyatakan akan tetap mempertahankan kebijakan produksinya. Meski demikian, potensi meningkatnya pasokan minyak dari AS serta rebound kasus Covid-19 di Eropa dan China menjadi katalis negatif yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Dalam konferensi minyak dan gas Adipec pada hari Senin, tiga produsen minyak utama OPEC+ yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Rusia sama-sama menyatakan bahwa tidak ada kekurangan minyak di pasar global dan bahkan mungkin akan ada surplus mulai awal tahun depan. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap OPEC+ untuk menolak desakan dari AS agar kelompok 23 negara produsen minyak itu mau menambah lebih banyak pasokan ke pasar, guna menurunkan harga minyak dan bahan bakar.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS dari Permian Basin yang merupakan ladang minyak terbesar AS diprediksi akan naik 67,000 bph dan mencapai rekor baru di level 4.953 juta bph pada bulan Desember nanti, melampaui rekor sebelumnya pada Maret 2020 di level 4.913 juta bph, ungkap laporan proyeksi bulanan yang dirilis Energy Information Administration (EIA) pada hari Senin. Secara keseluruhan, EIA memperkirakan produksi serpih di 7 wilayah utama akan meningkat sebesar 85,000 bph menjadi 8.316 juta bph.

Di samping itu, kembali merebaknya kasus Covid-19 di Eropa dan China turut membebani pergerakan harga minyak. Beberapa pemimpin utama negara Eropa seperti Austria, Belanda dan Jerman mempertimbangkan untuk memberlakukan penguncian setelah tanda-tanda kasus Covid-19 kembali melonjak. Di China, pihak otoritas pada hari Senin melaporkan 32 kasus infeksi lokal baru yang dikonfirmasi pada 14 November, dimana sebagian besar berasal dari timur laut kota Dalian.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,170,000 - 1,190,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,130,000 - 1,110,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Core Retail Sales MoM

-

1.0%

0.8%

20:30

USA - Retail Sales MoM

-

1.3%

0.7%

21:15

USA - Industrial Production MoM

-

0.9%

-1.3%

22:00

USA - Business Inventories MoM

-

0.6%

0.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788