| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1,1191 | 0,15% |
GBPUSD | 1,3376 | 0,17% |
AUDUSD | 0,7162 | 0,11% |
NZDUSD | 0,6691 | 0,10% |
USDJPY | 115,52 | -0,20% |
USDCHF | 0,9255 | -0,18% |
USDCAD | 1,2813 | -0,13% |
GOLDUD | 1903,20 | 0,47% |
COFU | 93,32 | 2,06% |
USD/IDR | 14365 | 0,03% |
Fokus Minyak Mentah:
Jumat, 25 Februari 2022 - Harga minyak mentah sempat naik dan menyentuh $100 sebelum akhirnya kembali turun ke zona $91.50/barel dan ditutup menguat tipis sebesar 2% pada akhir sesi perdagangan kemarin. Lonjakan dan volatilitas yang terjadi pada harga minyak disebabkan oleh serangan Rusia atas Ukraina pada Kamis pagi kemarin, sehingga mendorong kekhawatiran pasar terhadap potensi ketidakstabilan di sektor energi di wilayah Eropa.
Serangan dilancarkan hari Kamis pagi, setelah siaran televisi Rusia yang meminta militer Ukraina untuk meletakan senjatanya. Paska siaran tersebut, suara ledakan pun terdengar disejumlah wilayah Ukraina. Menanggapi serangan yang dilancarkan oleh Rusia, AS menerapkan sanksi baru yang mentargetkan kondisi ekonomi Rusia terutama pada sektor perbankan dan transaksi dalam mata uang lain.
Dalam jangka menengah, harga minyak mentah relatif masih berada dalam zona naiknya, dengan support terdekat yang perlu diperhatikan berada di areal $92.50 dan resistance terdekat di areal $97.90. Support terjauhnya berada di areal $91.00 hingga ke areal $89.50. Sedang untuk zona resistance terjauhnya berada di areal $100/barel hingga ke zona $107.50/barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
20:30 | US - Core PCE Price Index m/m | - | 0.5% | 0.5% | |
20:30 | US - Durable Goods Orders m/m | - | 1.1% | -0.7% | |
23:00 | EZ - ECB President Lagarde Speaks | - | - | - | |