Home
>
News
>
Publication
>
Rusia Berpotensi Tetap Memasok ke Pasar, Harga Minyak Meredup
Rusia Berpotensi Tetap Memasok ke Pasar, Harga Minyak Meredup
Wednesday, 07 December 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04680

-0.08%

GBPUSD

1.21320

-0.04%

AUDUSD

0.66920

0.19%

NZDUSD

0.63120

0.27%

USDJPY

137.050

0.04%

USDCHF

0.94150

0.04%

USDCAD

1.36520

0.07%

GOLDUD

1,770.000

0.00%

COFU

74.55

-0.74%

USD/IDR

15,600

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  1. Rusia pertimbangkan untuk memberlakukan harga dasar bagi penjualan minyak mentahnya.
  2. AS dan Inggris umumkan kemitraan dalam sektor energi untuk meningkatkan pasokan.

***************************************************************

Rabu, 07 Desember 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau terkoreksi turun dibebani oleh beragam sentimen negatif, antara lain potensi bahwa Rusia akan tetap memasok minyaknya ke pasar global, kemitraan AS - Inggris dalam sektor energi, dan juga sinyal beragam dari laporan stok API.

Sebagai tanggapan terbaru atas pembatasan harga yang diberlakukan oleh Uni Eropa (UE) dan G7, Rusia sedang mempertimbangkan untuk menetapkan harga dasar untuk penjualan minyak mentahnya, ungkap dua pejabat yang mengetahui rencana itu pada hari Selasa. Nantinya, Rusia akan dapat menetapkan harga tetap ataupun memberikan diskon maksimum berdasarkan acuan internasional di mana minyak Rusia dapat dijual. Isyarat dari Rusia tersebut memicu harapan bahwa Rusia akan tetap memasok minyaknya ke pasar, dan meredupkan kekhawatiran Rusia akan memangkas produksinya lebih dalam.

Turut membebani pergerakan harga, AS dan Inggris pada hari Rabu mengumumkan kemitraan dalam sektor energi yang bertujuan menjaga kestabilan untuk mengekspor gas alam cair (LNG) dalam jumlah lebih tinggi ke Inggris dan berkolaborasi dalam cara-cara untuk meningkatkan efisiensi energi guna mengurangi ketergantungan pada energi Rusia, ungkap Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pada hari Selasa.

Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 6.43 juta barel, ungkap laporan yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 2 Desember. Untuk stok bensin dilaporkan naik sebesar 5.93 juta barel. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Sementara itu, antrian setidaknya 20 kapal tanker minyak di lepas pantai Turki untuk melintas dari Laut Hitam ke Mediterania berpotensi menemui hambatan lebih lanjut, karena aturan asuransi Turki baru yang diberlakukan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan batas harga G7 untuk minyak Rusia, ungkap sumber industri pada hari Selasa.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

 

12.100M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-3.305M

-12.580M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

2.707M

2.769M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788