| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10890 | -0.04% |
GBPUSD | 1.31470 | 0.07% |
AUDUSD | 0.73740 | -0.01% |
NZDUSD | 0.68800 | 0.00% |
USDJPY | 118.580 | 0.13% |
USDCHF | 0.93690 | 0.01% |
USDCAD | 1.26250 | -0.04% |
GOLDUD | 1942.600 | -0.49% |
COFU | 102.23 | 2.04% |
USD/IDR | 14300 | 0.22% |
Jumat, 18 Maret 2022 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish dan kembali menuju level di atas $100 per barel. Katalis positif yang menjadi pemicu utamanya adalah keraguan akan kemajuan pembicaraan damai antara Rusia dengan Ukraina. Selain itu sinyal OPEC+ untuk tetap mempertahankan komitmennya juga turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut.
Pembicaraan damai yang tengah berlangsung antara negosiator Rusia dan Ukraina masih belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Juru bicara Rusia Dmitry Peskov pada hari Kamis mengatakan bahwa pihaknya tidak melihat semangat untuk membuat kesepakatan dari pihak Ukraina. Sementara Penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan bersedia berunding untuk mengakhiri perang tetapi tidak akan menyerah atau menerima ultimatum Rusia. Turut memperumit kesepakatan damai, Rusia dilaporkan telah melakukan serangan terbaru yang menargetkan Mariupol, kota pelabuhan di selatan Ukraina.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Kamis menegaskan bahwa pasokan energi dari Rusia akan tetap stabil meskipun ada ketegangan geopolitik. Pernyataan Novak tersebut semakin menguatkan komitmen OPEC dan sekutunya untuk tetap mempertahankan komitmen produksinya. Sebelumnya, International Energy Agency (IEA) memprediksikan bahwa produksi minyak Rusia dapat berkurang sekitar 3 juta bph mulai bulan depan, yang sekaligus digunakan sebagai alasan pendukung bagi AS dan sekutunya untuk mendesak OPEC+ menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji dilaporkan telah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak di Moskow untuk membahas prospek kerja sama dan kemungkinan proyek bersama di Iran. Rencananya implementasi proyek-proyek yang direncanakan bersama tersebut akan menargetkan di sektor bahan bakar dan energi. Dengan adanya sinyal dukungan Iran terhadap Rusia tersebut mengindikasikan kemungkinan pencabutan sanksi AS akan semakin meredup, yang sekaligus berarti sektor energi Iran akan tetap terbatasi oleh embargo AS.
Dari sisi permintaan berpotensi mendapatkan tekanan setelah gelombang baru kasus Covid yang melanda China baru-baru ini dilaporkan berpotensi untuk semakin meningkat dalam beberapa minggu mendatang, ungkap otoritas kesehatan China pada hari Kamis. Lonjakan penyebaran tersebut memicu kekhawatiran penguncian kota yang lebih ketat dan juga turut berdampak pada permintaan bahan bakar dari negara konsumen minyak terbesar kedua dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95.50 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| 0.3% | -0.3% | |||||
21:00 | USA - Existing Home Sales |
| 6.1M | 6.5M | |||||
23:30 | USA - Fed Barkins Speech |
|
|
| |||||