| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 0.97060 | -0.19% |
GBPUSD | 1.09660 | -0.36% |
AUDUSD | 0.62710 | -0.38% |
NZDUSD | 0.55830 | -0.20% |
USDJPY | 145.850 | 0.31% |
USDCHF | 0.99700 | 0.11% |
USDCAD | 1.37950 | 0.19% |
GOLDUD | 1666.000 | -0.14% |
COFU | 88.67 | -0.24% |
USD/IDR | 15355 | 0.16% |
Rabu, 12 Oktober 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh kekhawatiran akan menurunnya permintaan akibat peningkatan risiko resesi global dan pengetatan kembali pembatasan Covid di China.
Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan perkiraan pertumbuhan global tahun ini di 3.2% dan memangkas perkiraan pertumbuhan global tahun 2023 turun menjadi 2.7%, dari perkiraan yang dirilis bulan Juli di angka 2.9%, ungkap laporan World Economic Outlook yang dirilis IMF pada hari Selasa. IMF juga memperingatkan peningkatan risiko resesi global tahun depan seiring dengan melambatnya ekonomi di tiga ekonomi terbesar dunia - AS, China dan UE - yang mewakili sepertiga dari output ekonomi global.
Turut membebani pergerakan harga minyak, kota-kota besar di China termasuk Shanghai dan Shenzhen dilaporkan telah meningkatkan pengujian Covid-19 seiring dengan meningkatnya kembali infeksi. Otoritas kesehatan China melaporkan 2,089 kasus infeksi baru per 10 Oktober, yang merupakan level tertinggi sejak 20 Agustus lalu.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden sedang mengevaluasi kembali hubungan AS dengan Arab Saudi, dan juga menegaskan akan memberikan konsekuensi pada Arab Saudi terkait dengan keputusan pemangkasan produksi yang disepakati oleh OPEC+, ungkap juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby pada hari Selasa. Meskipun belum ada keterangan lebih lanjut akan bentuk konsekuensi yang dimaksud, namun sejauh ini telah ada usulan untuk membekukan kontrak penjualan senjata dan kerjasama keamanan dengan Arab Saudi.
Sentimen positif lain juga datang dari Nigeria yang melaporkan produksi di negara produsen minyak mentah terbesar Afrika itu terus menunjukkan penurunan dalam beberapa bulan terakhir akibat meningkatnya aksi pencurian pada jaringan pipa yang melewati Delta Niger. Produksi minyak Nigeria bulan September mencapai 1.14 juta barel, atau lebih rendah 42,000 barel dibanding produksi bulan Agustus. Untuk output tiga jenis mutu minyak utamanya – Bonny, Brass dan Forcados – telah menyusut dalam beberapa bulan terakhir, dengan tidak satupun yang mencapai lebih dari 8,000 bph pada bulan September.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $93 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Producer Price Index (PPI) MoM |
| 0.2% | -0.1% |
19:30 | USA - Core PPI MoM |
| 0.3% | 0.4% |