| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 0.97330 | -0.57% |
GBPUSD | 1.08840 | -0.81% |
AUDUSD | 0.65210 | -0.63% |
NZDUSD | 0.57240 | -0.65% |
USDJPY | 144.120 | -0.01% |
USDCHF | 0.97570 | 0.30% |
USDCAD | 1.36050 | 0.41% |
GOLDUD | 1658.000 | -0.31% |
COFU | 81.90 | -0.11% |
USD/IDR | 15200 | 0.20% |
Kamis, 29 September 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh sentimen dari proyeksi penurunan aktifitas perjalanan di China selama liburan Golden Week tahun ini. Meski demikian, gangguan produksi akibat Badai Ian, laporan EIA, serta potensi peningkatan lebih lanjut konflik Ukraina memberikan dukungan pada harga minyak.
Aktifitas perjalanan selama liburan Golden Week China yang akan dimulai pada hari Sabtu, berpotensi turun ke level terendah dalam beberapa tahun yang dipicu oleh himbauan untuk tidak bepergian serta mengharuskan hasil tes Covid negatif kurang dari 48 jam untuk turis yang berencana naik kereta api dan pesawat, atau melintasi perbatasan provinsi dengan bus. Kementerian transportasi China memperkirakan penurunan perjalanan via darat dan udara masing-masing sebesar 30% dan 16%.
Sementara itu, mengutip laporan terbaru yang dirilis hari Rabu oleh Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan (BSEE), sekitar 9.12% produksi minyak dan 5.95% produksi gas alam yang berada di Teluk Meksiko masih ditutup akibat Badai Ian. Situasi tersebut lebih baik dari hari Selasa, dimana terjadi penutupan sekitar 11% output minyak dan 8.56% gas alam di Teluk Meksiko. Di sisi lain, situasi itu juga mengisyaratkan bahwa ancaman gangguan produksi akibat Badai Ian masih akan bertahan untuk sementara waktu.
Masih dari AS, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 215 ribu barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 443 ribu barel. Stok bensin juga secara tak terduga turun sebesar 2.42 juta barel, dibanding prediksi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 709 ribu barel. Selain itu, dari sisi produksi juga mengalami penurunan ke level 12 juta barel, dari posisi minggu lalu di level 12.1 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, situasi konflik Ukraina berpotensi meningkat lebih lanjut pasca Rusia mengisyaratkan proses referendum untuk menganeksasi 4 wilayah provinsi Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson akan selesai dalam beberapa hari mendatang. AS menolak untuk mengakui hasil referendum tersebut dan menegaskan akan memberikan lebih banyak tekanan pada Rusia dalam beberapa hari mendatang, ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada hari Rabu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ Final |
| -0.6% | -1.6% |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1388K | 1379K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 215K | 213K |
20:30 | USA - FOMC Member Bullard Speaks |
|
|
|